Semeru Kembali Erupsi Saat Karhutla Masih Membara, Warga Diminta Waspada

- Semeru erupsi lagi Selasa dini hari, lava pijar meluncur 1,5 km ke arah Besuk Kobokan.
- Status gunung tetap Level III (Siaga), 14 kali letusan tercatat dengan abu setinggi 300-600 meter.
- Warga dilarang beraktivitas 13 km dari puncak dan diminta waspada awan panas serta banjir lahar.
, Lumajang – Gunung Semeru di Lumajang kembali erupsi Selasa dini hari. Guguran lava pijar meluncur sejauh 1,5 kilometer dari puncak kawah menuju Besuk Kobokan.
Status gunung ini masih berada di Level III atau Siaga. Yang membuat situasi lebih pelik, luncuran lava kali ini terjadi bersamaan dengan kebakaran hutan dan lahan yang tengah melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat 14 kali letusan dengan tinggi kolom abu antara 300 hingga 600 meter. Asap kelabu tebal itu condong bergerak ke arah barat.
“Gunung Semeru mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.500 meter mengarah ke tenggara,” ujar petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melalui laporan tertulis.
Petugas mengimbau warga tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang alur Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Potensi bahaya susulan seperti awan panas guguran, guguran lava, dan banjir lahar hujan di sungai-sungai berhulu Semeru juga perlu diwaspadai.
“Kami mengimbau kepada warga agar tidak beraktivitas sejauh 13 kilometer dari puncak, serta mewaspadai potensi awan panas serta banjir lahar,” tegas Sigit.
Dua ancaman datang bersamaan, gunung berapi yang terus aktif dan api yang belum juga padam di kawasan konservasi. Karhutla di TNBTS sendiri sebelumnya sudah menghanguskan ratusan hektare sebelum erupsi terbaru ini terjadi.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: