SDI Arrahmah Jadi Sekolah Pertama di Lenteng yang Resmikan Program Perpustakaan Ramah Anak

- SDI Arrahmah resmi membuka Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional (PPRAN) pada 30 April 2026
- Kegiatan dihadiri unsur yayasan, pengasuh pondok pesantren, komite sekolah, pengawas bina, pendamping PRAN, guru, wali siswa, dan siswa kelas tinggi
- Orang tua didorong ikut mendukung budaya membaca dan menjaga buku yang dipinjam siswa dari sekolah
, SUMENEP — SDI Arrahmah resmi membuka Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional (PPRAN) pada Kamis, 30 April 2026. Peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah sekaligus menjadikan SDI Arrahmah sebagai sekolah pertama di Kecamatan Lenteng yang melaksanakan pembukaan program perpustakaan ramah anak.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusias dengan dihadiri Ketua Yayasan Mohammad Hasyim, Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum, komite sekolah, pendamping PRAN, pengawas bina, kepala sekolah beserta dewan asatidz, wali siswa, dan siswa kelas tinggi.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan, doa bersama, hingga prosesi pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng sebagai tanda resmi dibukanya Perpustakaan Ramah Anak di SDI Arrahmah.
Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan dari Dinas Pendidikan yang dinilai telah membantu menghidupkan kembali perpustakaan sekolah agar dapat berfungsi dengan baik.
Ia menegaskan bahwa kebiasaan membaca sangat penting dalam membentuk wawasan dan pengetahuan peserta didik. Karena itu, keberadaan perpustakaan harus benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang hidup dan aktif.
“Kebiasaan membaca penting untuk membuka wawasan siswa. Perpustakaan harus menjadi ruang belajar yang benar-benar hidup bagi anak-anak,” ujarnya.
Selain itu, ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih lanjut berupa bantuan gedung dan koleksi buku perpustakaan yang lebih layak demi mendukung pengembangan budaya literasi di sekolah.
Sementara itu, Pendamping PRAN, Akh. Zaini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada yayasan, kepala sekolah, dewan guru, komite sekolah, dan pengawas bina yang telah menunjukkan sinergi positif dalam mendukung program perpustakaan ramah anak.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan iklim literasi yang baik dan layak bagi siswa.
“SDI Arrahmah menjadi sekolah pertama di Kecamatan Lenteng yang melaksanakan pembukaan perdana Program Perpustakaan Ramah Anak. Ini langkah baik yang harus terus dijaga bersama,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam membangun kebiasaan membaca anak di rumah. Orang tua, menurutnya, memiliki peran besar dalam mendukung anak agar gemar membaca dan menjaga buku-buku yang dibawa pulang dari sekolah.
Kepala SDI Arrahmah, Rahmaniyah, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembukaan perpustakaan ramah anak di sekolahnya.
Ia mengapresiasi dukungan penuh dari pengasuh yayasan, pendamping PRAN, komite sekolah, serta para guru yang telah bekerja bersama menyiapkan ruang dan menata perpustakaan, bahkan di luar jam kerja.
“Pembukaan ini menjadi momentum awal untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih literatif,” ujarnya.
Rahmaniyah berharap keberadaan perpustakaan ramah anak dapat menjadi ruang belajar yang nyaman, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan minat baca siswa secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: