Menteri Haji Lepas 200 PPIH Daker Makkah: Layani Jemaah Sepenuh Hati, Jangan Cari Keuntungan Pribadi

- Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf melepas 200 PPIH Daker Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, dan mengingatkan petugas agar mengutamakan jemaah di atas kepentingan pribadi.
- Petugas diminta menjaga integritas, tidak merokok di depan jemaah, tidak bercanda vulgar, serta berinisiatif membantu jemaah lansia dan pemula yang sering datang dalam kondisi cemas dan bingung.
- Indonesia memberangkatkan total 221.000 jemaah haji 2026, dengan kloter pertama sudah bertolak pada 22 April, sementara petugas dilarang pulang lebih awal sebelum masa tugas berakhir.
, Jakarta – Sebanyak 200 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah resmi diberangkatkan menuju Arab Saudi dari Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (23/4/2026). Pelepasan dilakukan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, yang sekaligus menyampaikan sejumlah pesan tegas kepada para petugas sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Gus Irfan, sapaan akrab sang menteri, tidak hanya memberikan motivasi. Ia berbicara lugas soal hal-hal yang kerap menjadi masalah di lapangan: petugas yang lebih sibuk mencari kenyamanan sendiri ketimbang mengurus jemaah.
“Berikan pelayanan terbaik kepada jemaah, bukan mencari kenyamanan pribadi. Petugas haji harus hadir dengan semangat melayani, bukan dilayani,” ujar Mochamad Irfan Yusuf.
Ia mengingatkan bahwa para petugas sudah dibekali standar operasional prosedur yang jelas. Karena itu, tidak ada alasan untuk bingung soal apa yang harus dilakukan di lapangan. Gus Irfan bahkan menyebut ada aturan-aturan tidak tertulis yang seharusnya sudah dipahami oleh siapa saja yang terpilih mengemban tugas ini.
Soal integritas, Gus Irfan tidak mau basa-basi.
“Jaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Jangan menyalahgunakan kewenangan, jangan mencari keuntungan pribadi, jangan mengambil jalan pintas yang menyalahi aturan,” tegasnya.
Di luar urusan prosedur, Gus Irfan juga menyentuh hal-hal yang terlihat sepele tetapi sering luput dari perhatian. Ia melarang petugas merokok di hadapan jemaah dan meminta mereka menghindari candaan vulgar yang tidak pantas, kebiasaan yang mungkin lumrah di antara sesama petugas tetapi bisa melukai perasaan jemaah yang tengah dalam suasana ibadah.
Pesan ini bukan tanpa latar belakang. Mayoritas jemaah haji Indonesia berlatar pendidikan dasar dan banyak di antaranya adalah lanjut usia yang baru pertama kali menginjak tanah asing. Mereka kerap datang dengan rasa cemas dan bingung, dan tidak selalu berani mengungkapkan kesulitannya. Di sinilah inisiatif petugas menjadi kunci, bukan menunggu jemaah melapor, tetapi mendekati dan membantu sebelum diminta.
Ada tekanan yang tidak kecil dalam pekerjaan ini. Satu kesalahan petugas, sekecil apa pun, bisa dibaca sebagai cerminan negara di mata otoritas Saudi maupun dunia internasional. Sebaliknya, pelayanan yang baik ikut mengangkat nama Indonesia yang selama ini dikenal sebagai pengirim jemaah paling tertib dan disiplin.
“Keberhasilan saudara adalah keberhasilan negara. Sebaliknya, kesalahan sekecil apa pun bisa dianggap sebagai kesalahan negara,” kata Gus Irfan.
Pada musim haji 1447 Hijriah ini, Indonesia mendapat kuota 221.000 jemaah, terdiri dari 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Kloter pertama sudah diberangkatkan pada 22 April 2026. Petugas Daker Makkah yang dilepas hari ini menyusul untuk memastikan kesiapan layanan di kota yang paling padat selama musim puncak haji berlangsung.
Gus Irfan menutup arahannya dengan peringatan yang tidak main-main: tidak ada toleransi untuk pulang lebih awal. Ia menegaskan, siapa pun yang sudah berangkat harus menuntaskan tugasnya hingga selesai.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: