TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 9 Orang, Enam di Antaranya Pengungsi Palestina

Poin Penting (3)
  • Serangan Israel di tiga lokasi Lebanon selatan, yakni Adloun, kamp pengungsi Mieh Mieh, dan Habboush, menewaskan 9 orang dan melukai puluhan lainnya pada Rabu (25/3/2026).
  • Enam dari sembilan korban tewas adalah pengungsi Palestina; militer Israel tidak berkomentar langsung, meski juru bicara menyebut target mereka adalah infrastruktur Hizbullah.
  • Korban tewas akibat kampanye militer Israel di Lebanon kini mencapai sedikitnya 1.072 orang, dengan lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi.

Resolusi.co, Sidon – Sembilan orang tewas dalam serangkaian serangan udara Israel di Lebanon selatan, Rabu (25/3/2026). Lebih dari separuh korban adalah pengungsi Palestina yang tinggal di kamp dan kawasan permukiman sipil.

Media pemerintah Lebanon melaporkan, empat orang tewas ketika pesawat Israel menyerang kota Adloun. Di kamp pengungsi Mieh Mieh, dekat Sidon, dua orang tewas dan empat lainnya luka-luka setelah sebuah apartemen menjadi sasaran serangan. Keduanya adalah lokasi yang selama ini dihuni warga biasa dan pengungsi dari Palestina.

Di tempat terpisah, kota Habboush di Lebanon selatan juga tak luput. Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon mencatat sedikitnya tiga orang tewas dan 18 orang terluka dalam serangan di sana.

Israel tidak mengeluarkan komentar langsung atas insiden ini. Namun, juru bicara militer Avichay Adraee sebelumnya sudah memperingatkan warga di pinggiran selatan Beirut, basis kuat Hizbullah, agar segera meninggalkan kawasan.

“Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi,” ujar Avichay Adraee.

Ia menyebut target serangan adalah infrastruktur militer Hizbullah yang tersebar di berbagai lokasi, dengan intensitas serangan yang terus ditingkatkan. Namun di lapangan, korban yang jatuh adalah warga yang tinggal di apartemen dan kamp pengungsi.

Situasi ini menempatkan Lebanon dalam posisi yang makin sulit. Israel menyatakan berniat menguasai kawasan perbatasan Lebanon selatan hingga Sungai Litani, sekitar 30 kilometer dari garis perbatasan, wilayah yang sama pernah mereka duduki selama hampir dua dekade hingga tahun 2000. Sementara itu, Hizbullah tetap melancarkan serangan roket ke wilayah utara Israel. Sehari sebelumnya, seorang perempuan tewas di Israel utara akibat serangan roket dari arah Lebanon.

Sejak eskalasi dimulai, serangan Israel tercatat telah menewaskan sedikitnya 1.072 orang di Lebanon. Lebih dari satu juta warga mengungsi, angka yang menempatkan krisis ini sebagai salah satu gelombang pengungsian terbesar di kawasan dalam beberapa tahun terakhir. Kamp-kamp seperti Mieh Mieh, yang selama puluhan tahun sudah menampung pengungsi Palestina, kini berhadapan dengan ancaman yang datang dari udara.