Sosialisasi Empat Pilar di Bogor, Marlyn Maisarah Dorong Kader Gerindra Jadi Garda Ideologi Bangsa

- Marlyn Maisarah menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama PAC dan ranting Gerindra Kabupaten Bogor untuk memperkuat pemahaman ideologi hingga akar rumput.
- Ia menekankan kader partai harus menjadi garda ideologi bangsa, agen pendidikan kebangsaan, serta menjadikan Empat Pilar sebagai etika politik, bukan sekadar hafalan.
- Kader mendorong agar sosialisasi tidak berhenti seremonial, tetapi menjadi sistem kaderisasi ideologis berkelanjutan, sementara MPR RI menegaskan komitmen penguatan pendidikan kebangsaan yang sistematis.
, Bogor — Anggota DPR/MPR RI, Marlyn Maisarah, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama struktur PAC dan Ranting Partai Gerindra Kabupaten Bogor. Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPC Gerindra Kabupaten Bogor ini menjadi forum strategis untuk memperkuat pemahaman ideologi kebangsaan di kalangan kader partai hingga tingkat akar rumput.
Dalam kegiatan tersebut, Marlyn menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI 1945 sebagai konstitusi dan Ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara harus menjadi pedoman nyata dalam praktik politik dan kehidupan sosial kader partai.
“Kader partai, khususnya di tingkat PAC dan ranting, bukan hanya penggerak politik elektoral, tetapi juga agen pendidikan kebangsaan dan perekat sosial di tengah masyarakat,” ujar Marlyn.
Sosialisasi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan kritis dari peserta. Kader PAC dan ranting menyoroti peran konkret partai dalam membumikan nilai Pancasila di tingkat desa dan kelurahan, pentingnya UUD NRI 1945 sebagai etika perjuangan politik, serta tantangan menjaga keutuhan NKRI di tengah polarisasi sosial dan politik.
Isu Bhinneka Tunggal Ika juga menjadi perhatian, terutama bagaimana nilai tersebut dapat dijadikan etika kompetisi politik lokal agar perbedaan pilihan tidak memicu konflik horizontal di masyarakat.
Selain itu, peserta mendorong agar Sosialisasi Empat Pilar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dikembangkan menjadi sistem kaderisasi ideologi kebangsaan yang berkelanjutan di internal partai.
Menanggapi aspirasi tersebut, Marlyn menyampaikan bahwa MPR RI mendorong transformasi Sosialisasi Empat Pilar menjadi gerakan pendidikan ideologi yang sistematis dan berjenjang. Struktur PAC dan ranting dinilai memiliki posisi strategis sebagai basis penguatan ideologi kebangsaan secara langsung di tengah masyarakat.
“Empat Pilar harus menjadi etika politik, bukan sekadar materi hafalan. Jika kader memahami dan mengamalkannya, maka politik akan kembali menjadi alat perjuangan rakyat,” tegasnya.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara MPR RI dan partai politik dalam menjaga ketahanan ideologi bangsa. Dengan penguatan pendidikan konstitusi dan ideologi di tingkat kader, partai politik diharapkan mampu melahirkan pemimpin dan pelayan masyarakat yang berintegritas, menjunjung konstitusi, serta mengedepankan persatuan nasional.
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai landasan utama dalam kerja politik dan pengabdian kepada masyarakat, demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, bersatu, adil, dan berkarakter Pancasila.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: