Starlink Elon Musk Masuk Daftar Target Serangan Iran, Karyawan Diminta Keluar

- Media pemerintah Iran laporkan infrastruktur internet satelit Starlink milik Elon Musk jadi salah satu target sah Iran, kantor berita Fars terbitkan infografis Starlink hadir di Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, penggunaan Starlink di Iran dapat dihukum hingga dua tahun penjara namun beberapa warga masih gunakan untuk berkomunikasi di tengah pemadaman internet pemerintah
- Garda Revolusi Iran ancam serang 18 perusahaan teknologi AS termasuk Microsoft, Google, Apple, Intel, IBM, Tesla dan Boeing demi balas pemimpin Iran yang tewas dibunuh dalam serangan gabungan AS-Israel, perusahaan harus siap penghancuran unit terkait mulai pukul 20.00 waktu Teheran Rabu 1 April
- Garda Revolusi sarankan karyawan lembaga-lembaga tersebut segera tinggalkan tempat kerja demi keselamatan jiwa, ancaman muncul saat Presiden AS Donald Trump lakukan diplomasi untuk akhiri konflik namun juga ancam perkuat kampanye AS-Israel melawan Iran
, Jakarta – Media pemerintah Iran melaporkan bahwa infrastruktur internet satelit milik miliarder Amerika Serikat (AS) Elon Musk, Starlink, di seluruh wilayah kini menjadi salah satu target sah Iran. Iran menyoroti Starlink yang ada di sejumlah negara.
Dilansir Aljazeera, Rabu (1/4/2026), kantor berita Fars menerbitkan infografis yang menyatakan Starlink hadir di negara-negara seperti Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Penggunaan Starlink di Iran dapat dihukum hingga dua tahun penjara. Namun, beberapa warga Iran masih menggunakan layanan ini untuk berkomunikasi di tengah pemadaman internet yang diberlakukan pemerintah.
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran mengancam akan menyerang sejumlah perusahaan teknologi terkemuka milik Amerika Serikat (AS). Serangan itu akan dilakukan demi membalas sejumlah pemimpin Iran yang tewas dibunuh dalam serangan gabungan AS dan Israel.
Dilansir AFP dan The Times of Israel, Selasa (31/3), ada 18 perusahaan teknologi AS yang masuk daftar untuk diserang Iran. Di antara perusahaan itu ialah Microsoft, Google, Apple, Intel, IBM, Tesla dan Boeing.
“Perusahaan-perusahaan ini, mulai pukul 20.00 waktu Teheran pada hari Rabu, 1 April, harus mengharapkan penghancuran unit-unit terkait mereka sebagai imbalan atas setiap pembunuhan di Iran,” kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan.
“Kami menyarankan para karyawan lembaga-lembaga ini untuk segera meninggalkan tempat kerja mereka demi keselamatan jiwa mereka,” tambahnya.
Ancaman ini muncul ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia sedang melakukan diplomasi yang bertujuan untuk mengakhiri konflik. Trump juga mengancam akan memperkuat kampanye AS-Israel melawan Republik Islam Iran.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: