TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Terduga Pembunuh Bocah 9 Tahun Anak Anggota Dewan Pakar PKS Cilegon Ditangkap Tanpa Perlawanan

Poin Penting (3)
  • Polisi menangkap HA (30), warga Palembang, sebagai terduga pembunuh Muhammad Axel Herman Miller (9) setelah dua pekan pemburuan intensif di Kelurahan Ciwedus, Cilegon, pada Jumat (2/1/2026) tanpa perlawanan.
  • Korban ditemukan tewas di rumahnya pada 16 Desember 2025 dengan 19 luka tusukan benda tajam, diduga bukan perampokan karena tidak ada barang hilang, ayahnya Maman Suherman adalah anggota dewan pakar PKS Cilegon.
  • Polisi masih mendalami motif pembunuhan dan belum mengungkap detail lengkap, Kapolda Banten dijadwalkan menggelar konferensi pers resmi untuk menjelaskan kronologi penangkapan dan hasil pemeriksaan.

Resolusi.co, TANGGERANG – Tim gabungan Polres Cilegon dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan Muhammad Axel Herman Miller (9), anak politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cilegon, pada Jumat (2/1/2026) sore. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan pemburuan intensif selama lebih dari dua pekan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan membenarkan kabar tersebut ketika dikonfirmasi pada Jumat malam.

“Alhamdulillah.”

Pelaku berinisial HA (30), warga Palembang, Sumatera Selatan, diamankan tanpa perlawanan di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon. Setelah ditangkap, HA langsung dibawa ke Mapolres Cilegon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Foto yang beredar memperlihatkan pelaku mengenakan kaos hitam dan celana panjang hitam dengan tangan diborgol menggunakan kabel ties berwarna kuning. Dalam foto tersebut, HA duduk di lantai sambil memegang lutut sebelah kanannya, dikelilingi oleh tim penyidik.

Tampak pula dalam foto tersebut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan dan Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama yang turut mengawal proses penangkapan.

Meski telah mengonfirmasi penangkapan, Dian masih enggan mengungkap detail lebih lanjut terkait identitas lengkap, kronologi penangkapan, maupun motif pembunuhan.

“Nanti nunggu prescon resmi ya. Akan disampaikan saat ekspos resmi.”

Kapolda Banten Irjen Hengki dijadwalkan akan menyampaikan penjelasan resmi melalui konferensi pers. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan keterangan pers tersebut akan digelar.

Tragedi ini bermula pada Selasa, 16 Desember 2025, sekitar pukul 14.20 WIB. Maman Suherman, ayah korban yang juga menjabat sebagai anggota dewan pakar DPD PKS Cilegon, menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D (11 tahun) yang terdengar panik dan meminta pertolongan.

Mendapat kabar mengejutkan tersebut, Maman yang saat itu berada di tempat kerja langsung bergegas pulang ke kediamannya di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon.

Setibanya di rumah dan membuka pintu, Maman mendapati pemandangan mengerikan. Axel, putra bungsunya yang masih berusia 9 tahun dan duduk di kelas 4 SD Al Azhar 40 Cilegon, tergeletak tengkurap dalam genangan darah dengan luka serius di sekujur tubuh.

Melihat kondisi kritis anaknya, Maman segera membawa Axel menggunakan mobil pribadi menuju Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon, untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Namun, upaya penyelamatan tersebut terlambat. Sesampainya di rumah sakit, dokter menyatakan Axel telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami 19 luka tusukan yang berasal dari benda tajam di berbagai bagian tubuhnya.

Jenazah Axel dimakamkan pada Rabu, 17 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 WIB, diiringi kesedihan mendalam keluarga besar dan masyarakat setempat.

Keluarga dan kerabat mengenal Axel sebagai anak yang sangat penurut, soleh, cerdas, dan patuh kepada orang tua meskipun usianya masih sangat belia.

“Anaknya sangat penurut, ibadahnya bagus meski baru 9 tahun. Ketaatannya kepada orang tua luar biasa dan bisa jadi contoh untuk anak-anak seusianya.”

Awalnya, kasus ini sempat diduga sebagai perampokan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan keanehan yang mencolok, tidak ada satupun barang berharga yang hilang dari dalam rumah. Kondisi ini menguatkan dugaan bahwa pelaku memiliki motif spesifik dalam melakukan aksi pembunuhan terhadap bocah malang tersebut.

Polres Cilegon langsung membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas kasus ini. Selama penyelidikan berlangsung, penyidik telah memeriksa delapan orang saksi guna mengumpulkan informasi dan petunjuk yang dapat membawa mereka kepada pelaku.

Dalam proses penyidikan, polisi juga memanfaatkan rekaman CCTV dari berbagai lokasi di sekitar TKP. Salah satu petunjuk penting datang ketika pelaku tertangkap kamera CCTV saat mendatangi rumah mantan anggota DPRD Cilegon, Roisyudin Sayuti.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, HA masuk ke rumah Roisyudin dengan membawa senjata tajam. Aksi mencurigakan tersebut terekam jelas oleh kamera CCTV, membuat si pemilik rumah segera melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Laporan dari Roisyudin menjadi titik terang bagi penyidik untuk melacak keberadaan pelaku. Tim gabungan segera melakukan pengejaran dan akhirnya berhasil melakukan penangkapan di Kelurahan Ciwedus pada Jumat sore tanpa perlawanan berarti dari pelaku.

Penangkapan ini membawa harapan bagi keluarga korban untuk mendapatkan keadilan. Mereka mengharapkan penyidik dapat mengungkap motif sebenarnya di balik pembunuhan sadis terhadap anak mereka yang masih sangat polos.

Polisi kini fokus melakukan pemeriksaan intensif terhadap HA untuk menggali informasi lebih dalam terkait motif pembunuhan, kronologi kejadian secara detail, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Maman Suherman sendiri dikenal sebagai tokoh aktif di lingkungan PKS Cilegon. Ia menjabat sebagai anggota dewan pakar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Cilegon, yang membuatnya cukup dikenal di kalangan masyarakat setempat.

Kasus pembunuhan ini mengejutkan warga Cilegon, khususnya penghuni Perumahan BBS 3 yang selama ini merasa aman dan nyaman tinggal di kompleks elit tersebut. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi di mana saja, bahkan di lingkungan yang tergolong eksklusif.

Masyarakat kini menanti hasil pemeriksaan lengkap dari kepolisian, berharap motif di balik pembunuhan sadis terhadap bocah 9 tahun tersebut dapat terungkap tuntas. Pertanyaan besar masih menggantung: apa yang mendorong pelaku melakukan aksi brutal terhadap anak kecil yang tidak berdaya?

Kapolda Banten dijadwalkan akan menggelar konferensi pers untuk mengungkap secara detail hasil penyelidikan, termasuk motif, kronologi lengkap, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Sementara itu, keluarga Maman Suherman terus berdoa agar proses hukum berjalan dengan adil dan pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya yang merenggut nyawa anak mereka yang masih sangat belia.