TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Warga Desa Montorna Sumenep Swadaya Perbaiki Jalan Rusak Setelah 8 Tahun Diabaikan Pemdes

Poin Penting (3)
  • Warga Dusun Montorna, Sumenep, memperbaiki jalan rusak secara swadaya setelah 8 tahun tidak ada perbaikan dari pemerintah desa
  • Dana perbaikan dikumpulkan melalui gotong royong warga dan pemuda perantau sebesar Rp3 juta, ditambah bantuan 1 ton semen dari anggota DPRD Sumenep
  • Perbaikan dilakukan tanpa koordinasi dengan pemdes untuk menghindari klaim, warga berharap ini menjadi alarm bagi pemerintah desa agar lebih perhatian pada infrastruktur

Resolusi.co, Sumenep-Masyarakat Dusun Montorna, Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, mengambil inisiatif memperbaiki jalan rusak secara mandiri setelah menunggu hampir delapan tahun tanpa ada perbaikan dari pemerintah desa. Aksi swadaya ini dimulai pada Sabtu (17/1) dengan mengandalkan dana gotong royong warga.

Gerakan perbaikan jalan ini diprakarsai oleh Badar bersama warga setempat yang selama bertahun-tahun harus melewati jalan berlubang dan tidak layak. Fokus perbaikan tahap awal ditujukan pada ruas jalan penghubung Dusun Montorna menuju Dusun Tanggulun.

Proses pengerjaan dimulai dengan meratakan permukaan jalan sebelum dilanjutkan dengan pengecoran beton agar lebih kokoh dan awet. Menariknya, seluruh kegiatan ini dilakukan tanpa melibatkan atau berkoordinasi dengan Pemerintah Desa setempat.

Warga sengaja mengambil langkah mandiri untuk menghindari kemungkinan klaim pihak lain atas hasil kerja gotong royong mereka. Keputusan ini lahir dari kekecewaan panjang terhadap minimnya perhatian pemerintah desa pada infrastruktur jalan.

“Berbagai upaya sudah kami lakukan, termasuk menyuarakan kondisi jalan lewat media sosial. Tapi tetap tidak ada respons. Akhirnya kami sepakat bergerak sendiri,” ungkap salah seorang warga.

Menurut pengakuan masyarakat, kerusakan jalan sudah dirasakan sejak beberapa tahun silam. Kondisi cor lama yang awalnya masih cukup baik kini semakin parah karena tidak pernah mendapat perawatan rutin.

Kerusakan jalan tersebut mulai mengganggu berbagai aspek kehidupan warga, mulai dari aktivitas ekonomi, akses pendidikan anak-anak, hingga pelayanan kesehatan. Jalan ini menjadi jalur utama desa sekaligus penghubung antar dusun, sehingga memegang peran strategis bagi mobilitas masyarakat sehari-hari.

Selain Dusun Montorna, warga juga mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi jalan di Dusun Lenteng bagian selatan Montorna dan Dusun Tanggulun yang bahkan lebih memprihatinkan. Namun, hingga saat ini kedua dusun tersebut juga belum mendapat sentuhan perbaikan dari pemerintah desa.

Untuk mewujudkan perbaikan jalan, warga menggalang dana melalui iuran gotong royong. Informasi penggalangan dana tidak hanya disebarkan kepada warga yang tinggal di desa, tetapi juga disampaikan kepada para pemuda Montorna yang merantau ke luar daerah.

Dari upaya penggalangan tersebut, terkumpul dana sekitar Rp3 juta yang digunakan untuk membeli material perbaikan jalan. Selain dana swadaya, bantuan juga datang dari anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Hairul dari Partai Amanat Nasional, berupa satu ton semen untuk mendukung proses pengecoran.

Salah satu warga, Mizan Sutomo, menyatakan harapan agar aksi swadaya ini dapat menjadi peringatan bagi pemerintah desa agar lebih serius memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya infrastruktur jalan yang sudah lama terabaikan.

“Kami berharap pemerintah desa tergerak. Jalan ini kebutuhan bersama dan sudah lama tidak layak,” ujarnya.

Ke depan, masyarakat Montorna menaruh harapan besar agar pada tahun anggaran 2026, pemerintah desa dapat mengalokasikan Anggaran Dana Desa dan Dana Desa secara lebih merata untuk pembangunan infrastruktur. Dengan demikian, warga tidak lagi dipaksa bertahan dengan kondisi jalan rusak selama bertahun-tahun seperti yang dialami saat ini.