Chusni Mubarok: Jawa Timur Adalah Kunci Akselerasi Asta Cita Presiden Prabowo

- Jawa Timur berkomitmen menjadi pilar utama visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai swasembada pangan dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
- Fokus utama adalah menciptakan nilai tambah produk tani dan nelayan melalui hilirisasi lokal yang dikelola oleh koperasi desa dan UMKM untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara langsung.
- Keberhasilan menekan inflasi pangan di Jawa Timur didorong oleh sinergi antara pusat dan daerah dalam hal distribusi pupuk, mekanisasi pertanian, serta mitigasi risiko iklim.
, Surabaya – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas pangan, Jawa Timur terus memperkokoh posisinya sebagai tulang punggung stabilitas nasional. Langkah ini dipandang sebagai manifestasi nyata dari visi Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam upaya mencapai swasembada pangan dan penguatan ekonomi kerakyatan melalui hilirisasi berbasis desa.
Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Chusni Mubarok menegaskan, Jawa Timur memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi laboratorium kesuksesan kebijakan nasional. Menurutnya, koordinasi vertikal antara pemerintah pusat dan daerah kini memasuki fase krusial dalam mentransformasi sektor agraris dan maritim.
Hilirisasi Berbasis Kerakyatan
Dalam kacamata kebijakan publik, Chusni menyoroti bahwa kedaulatan pangan tidak boleh berhenti pada angka produksi di sawah atau produktivitas di laut. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menciptakan nilai tambah di tingkat lokal sehingga kesejahteraan benar-benar mendarat di kantong petani dan nelayan.
“Kita tidak ingin Jawa Timur hanya menjadi perlintasan bahan mentah. Esensi dari kedaulatan pangan adalah hilirisasi berbasis kerakyatan. Artinya, proses pengolahan hasil panen harus mampu dikelola oleh koperasi-koperasi desa atau UMKM lokal,” ujar Chusni saat ditemui di Surabaya, Selasa (12/5).
Ia menambahkan, penguatan Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu instrumen strategis yang selaras dengan visi Presiden. Dengan koperasi yang sehat, rantai distribusi yang selama ini terlalu panjang dan merugikan produsen kecil dapat dipangkas secara bertahap. Hal ini, menurut Chusni, adalah bentuk rasionalisasi ekonomi yang paling adil bagi rakyat.
Sebagai pimpinan komisi yang membidangi perekonomian, Chusni juga menaruh perhatian serius pada mitigasi risiko iklim. Penyaluran infrastruktur pertanian seperti pompanisasi dan mekanisasi yang masif dari pemerintah pusat harus disambut dengan kesiapan birokrasi di tingkat daerah.
“Langkah Presiden dalam menjamin ketersediaan pupuk dan modernisasi alat mesin pertanian adalah ‘oksigen’ bagi jantung ekonomi kita di Jawa Timur. Tugas kami di legislatif adalah memastikan tidak ada penyumbatan dalam distribusi kebijakan tersebut. Keberhasilan Jawa Timur menjaga inflasi pangan tetap rendah adalah bukti bahwa sinergi ini bekerja,” terangnya.
Pembangunan Inklusif
Lebih lanjut, Chusni memaparkan bahwa arah pembangunan ekonomi ke depan harus bersifat inklusif. Ia melihat program-program seperti penataan kampung nelayan dan digitalisasi koperasi sebagai langkah cerdik untuk menarik generasi muda kembali ke sektor produktif di desa.
Menurutnya, pembangunan yang berpusat pada desa adalah kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah urban.
“Jika desa-desa di Jawa Timur berdaya secara ekonomi, maka stabilitas makro kita akan jauh lebih resilien terhadap guncangan eksternal,” imbuhnya.
Komitmen ini, bagi Chusni, merupakan mandat moral untuk mengawal fajar baru ekonomi Indonesia. Ia meyakini bahwa dengan kepemimpinan nasional yang kuat dan eksekusi daerah yang presisi, visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar narasi utopis, melainkan target yang sangat mungkin dicapai.
“Jawa Timur siap menjadi motor utama. Ketika Jawa Timur berdaulat secara pangan dan ekonomi, maka fondasi Indonesia untuk berdiri tegak berdaulat di atas kaki sendiri akan semakin nyata,” pungkasnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: