TODAY'S RECAP
Terungkap Usai Korban Cari Perlindungan, Ayah di Sumenep Ini Diduga Aniaya Anak Sendiri Bertahun-tahunAksi Mesum Sejoli di Taman Merjosari Malang Resahkan WargaSemeru Kembali Erupsi Saat Karhutla Masih Membara, Warga Diminta WaspadaHarga Emas Perhiasan Turun, Selasa 1 September 2026Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Desember 2026Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik per 1 SeptemberTerungkap Usai Korban Cari Perlindungan, Ayah di Sumenep Ini Diduga Aniaya Anak Sendiri Bertahun-tahunAksi Mesum Sejoli di Taman Merjosari Malang Resahkan WargaSemeru Kembali Erupsi Saat Karhutla Masih Membara, Warga Diminta WaspadaHarga Emas Perhiasan Turun, Selasa 1 September 2026Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Desember 2026Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik per 1 SeptemberTerungkap Usai Korban Cari Perlindungan, Ayah di Sumenep Ini Diduga Aniaya Anak Sendiri Bertahun-tahunAksi Mesum Sejoli di Taman Merjosari Malang Resahkan WargaSemeru Kembali Erupsi Saat Karhutla Masih Membara, Warga Diminta WaspadaHarga Emas Perhiasan Turun, Selasa 1 September 2026Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Desember 2026Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik per 1 SeptemberTerungkap Usai Korban Cari Perlindungan, Ayah di Sumenep Ini Diduga Aniaya Anak Sendiri Bertahun-tahunAksi Mesum Sejoli di Taman Merjosari Malang Resahkan WargaSemeru Kembali Erupsi Saat Karhutla Masih Membara, Warga Diminta WaspadaHarga Emas Perhiasan Turun, Selasa 1 September 2026Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Desember 2026Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik per 1 September

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

1 September 2026

Cari berita

Update: Korban Tewas Banjir dan Longsor di Sumatra Meningkat Menjadi 744 Orang

Poin Penting (3)
  • BNPB mencatat 744 orang tewas akibat banjir dan longsor di Sumatra.
  • Distribusi bantuan dipercepat lewat jalur darat, laut, dan udara.
  • Deforestasi dan cuaca ekstrem disebut memperparah dampak bencana.

Resolusi.co, Jakarta — Jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra terus meningkat dan kini mencapai 744 orang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa mengonfirmasi angka tersebut sambil mempercepat perbaikan infrastruktur serta distribusi bantuan ke wilayah yang terisolasi.

BNPB dalam konferensi pers Selasa malam menyebutkan bahwa 744 orang meninggal sejak bencana melanda pekan lalu.

Angka ini lebih rendah dari laporan sebelumnya di situs resmi BNPB yang mencatat 753 korban. Pihak BNPB tidak memberikan penjelasan mengenai perbedaan data tersebut.

Bencana banjir dan longsor di Sumatra terjadi setelah berbulan-bulan cuaca ekstrem di Asia Tenggara, termasuk rangkaian topan yang menghantam Filipina dan Vietnam.

Kondisi cuaca tersebut turut memperparah banjir berkepanjangan di sejumlah negara kawasan.

Para ahli lingkungan dan pejabat lokal menegaskan bahwa deforestasi di Sumatra menjadi faktor utama yang memperburuk dampak bencana, sehingga korban jiwa meningkat secara signifikan.

BNPB menjelaskan bahwa tim gabungan saat ini memprioritaskan penyaluran bantuan melalui jalur darat, laut, dan udara.

Petugas juga fokus membersihkan jalan yang tertutup material longsor serta memperbaiki jembatan dan fasilitas umum yang rusak.

“Kami berharap dapat mempercepat distribusi logistik,” ujar juru bicara BNPB, Abdul Muhari.

Upaya percepatan ini dilakukan untuk menjangkau ribuan warga yang masih terisolasi akibat putusnya akses jalan dan gangguan komunikasi di beberapa wilayah terdampak.