Sehari Dilaporkan Hilang, Lansia 76 Tahun di Sumenep Ditemukan di Dalam Sumur

- Perempuan lansia berinisial J (76), warga Desa Aengdake, Bluto, Sumenep, ditemukan meninggal di dalam sumur miliknya pada Senin (27/4/2026) setelah sehari sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga.
- Jenazah pertama kali ditemukan oleh tetangga yang datang memperbaiki pompa air, dan evakuasi oleh tim gabungan Polsek Bluto selesai sekitar pukul 13.58 WIB.
- Polisi menyatakan tidak ada indikasi tindak pidana; keluarga menerima kejadian sebagai musibah dan menolak autopsi, dengan alasan korban memiliki riwayat gangguan kesehatan.
, Sumenep – Seorang perempuan lanjut usia berinisial J (76) ditemukan tak bernyawa di dalam sumur miliknya sendiri di Dusun Libiliyan, Desa Aengdake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Senin (27/4/2026). Penemuan itu terjadi setelah korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga sejak Minggu siang.
Yang pertama kali menemukan jenazah korban adalah seorang tetangga berinisial R (44). Ia datang ke lokasi pada Senin pagi untuk melanjutkan pekerjaan memperbaiki pompa air di sumur belakang rumah korban, yang sudah ia kerjakan sehari sebelumnya. Saat itulah ia melihat ada tubuh di dalam sumur.
Satu hal yang kemudian menjadi catatan: ketika R pertama kali berada di sana pada Minggu, ia sempat memperhatikan penutup sumur tidak tertutup rapat. Ia melanjutkan pekerjaannya tanpa menduga ada yang salah. Waktu jeda itulah yang mungkin paling berat untuk diterima keluarga.
Laporan R segera diteruskan kepada keluarga korban dan warga sekitar, lalu berlanjut ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Bluto bersama tim gabungan bergerak cepat ke lokasi. Proses evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 13.58 WIB.
Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.
“Dari hasil sementara, tidak ditemukan adanya unsur kekerasan atau tindak pidana,” ujar AKBP Anang Hardiyanto.
Pihak keluarga memilih menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukannya autopsi terhadap jenazah.
“Keluarga korban telah mengikhlaskan dan menolak autopsi. Kami menghormati keputusan tersebut,” tambahnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan yang diduga menjadi faktor penyebab ia terjatuh ke dalam sumur. Situasi di lokasi kejadian kini dilaporkan kondusif. Kepolisian mengimbau warga untuk lebih cermat terhadap potensi bahaya di sekitar lingkungan rumah, terutama yang menyangkut keselamatan anggota keluarga yang sudah lanjut usia.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: