Tiga Negara Asing Terjun Bantu Korban Banjir Sumatra

- Malaysia kirim tim Haluan Malaysia dengan satu truk dan dua mobil berisi bantuan senilai RM10.000 (Rp36 juta) berupa makanan pokok dan obat-obatan, berangkat dari Bandara Penang Senin (8/12) untuk bantu korban di Aceh.
- China kirim lima relawan dengan seragam biru dan alat pelacak jenazah tiba Sabtu (6/12), fokus bantu pencarian korban tertimbun lumpur dengan teknologi canggih, langsung disambut Gubernur Aceh Mualem.
- Liga Muslim Dunia (MWL) Arab Saudi komitmen kerahkan seluruh sumber daya bantu korban bencana, Sekjen Sheikh Al-Issa tegas dukungan penuh untuk tragedi kemanusiaan di Sumatra yang tewaskan hampir seribu orang.
, JAKARTA – Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menarik simpati masyarakat internasional. Sejumlah negara dan organisasi dunia mengulurkan tangan untuk membantu penanganan dampak bencana yang menewaskan hampir seribu orang ini.
Ribuan warga masih terisolasi dan kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar seperti makanan, obat-obatan, dan air bersih. Kondisi infrastruktur yang rusak parah mempersulit distribusi bantuan ke wilayah-wilayah terdampak.
Hingga kini, tercatat tiga pihak dari luar negeri yang telah mengirimkan bantuan langsung ke lokasi bencana. Mereka adalah Malaysia, China, dan Liga Muslim Dunia.
Malaysia Kirim Tim Relawan dan Logistik
Pertubuhan Himpunan Lepasan Institusi Pendidikan Malaysia (Haluan Malaysia) mengirimkan tim bantuan kemanusiaan ke Aceh dengan fokus pendistribusian kebutuhan pokok dan medis. Tim yang dipimpin Wakil Presiden Klaster Kesejahteraan dan Kemanusiaan Haluan Malaysia, Baharudin Suri, berangkat dari Bandara Internasional Penang pada Senin (8/12).
Kepala Biro Kesejahteraan Haluan Malaysia, Abdul Halim, menjelaskan bahwa tim membawa satu truk dan dua mobil berisi bantuan senilai sekitar RM10.000 atau setara Rp36 juta. Bantuan tersebut berupa bahan makanan pokok dan obat-obatan untuk didistribusikan kepada korban.
“Kami mendapatkan informasi persediaan makanan di daerah itu telah habis dan kami berharap para relawan dan bantuan yang mereka bawa bisa memberikan sedikit bantuan,” ujar Abdul Halim seperti dikutip kantor berita Bernama.
Kedekatan geografis Malaysia dengan wilayah bencana memungkinkan distribusi bantuan dilakukan dengan relatif cepat melalui jalur darat. Tim relawan Malaysia diharapkan dapat langsung terjun ke lapangan membantu pendistribusian logistik.
China Bantu Pencarian Korban dengan Teknologi
Pemerintah China mengirimkan tim khusus beranggotakan lima orang relawan untuk membantu pencarian korban yang masih tertimbun lumpur. Tim ini dilengkapi dengan peralatan teknologi canggih berupa alat pelacak jenazah.
Kelima relawan China tiba di Aceh pada Sabtu (6/12) mengenakan seragam biru dengan bendera China di lengan kiri. Mereka langsung disambut dan ditemui oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem.
Bantuan China difokuskan pada aspek teknis pencarian dan identifikasi korban yang tertimbun material longsor. Penggunaan teknologi pelacak diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi jenazah korban yang masih hilang.
Kehadiran tim SAR China menunjukkan kepedulian negara tersebut terhadap bencana kemanusiaan yang terjadi di Indonesia. Kolaborasi internasional dalam penanganan bencana dinilai penting untuk memaksimalkan upaya penyelamatan.
Liga Muslim Dunia Janjikan Sumber Daya Penuh
Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL), organisasi Islam non-pemerintah internasional berbasis di Mekkah, Arab Saudi, menyatakan komitmen memberikan bantuan penuh kepada korban bencana di Indonesia.
Sekretaris Jenderal MWL, Sheikh Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, menegaskan bahwa organisasi akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada korban. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk solidaritas umat Islam dunia terhadap tragedi kemanusiaan di Sumatra.
“Lebih lanjut, saya menegaskan komitmen MWL untuk mengerahkan seluruh sumber daya untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada mereka yang terdampak bencana mengerikan ini,” ujar Sheikh Al-Issa seperti dikutip situs Arab News.
Meskipun belum dirinci bentuk bantuan konkret yang akan diberikan, komitmen MWL menunjukkan perhatian dunia Islam terhadap bencana ini. Liga Muslim Dunia memiliki jaringan luas di berbagai negara yang memungkinkan mobilisasi bantuan dalam skala besar.
Organisasi yang didirikan pada 1962 ini selama ini dikenal aktif dalam berbagai program kemanusiaan di wilayah bencana dan konflik di negara-negara mayoritas Muslim.
Bantuan internasional yang berdatangan menunjukkan besarnya kepedulian dunia terhadap tragedi kemanusiaan di Sumatra. Meski pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran pemulihan hingga Rp51,82 triliun, dukungan dari berbagai pihak tetap diperlukan untuk mempercepat penanganan dampak bencana.
Ribuan korban yang masih terisolasi membutuhkan pertolongan segera. Akses yang terputus akibat kerusakan jalan dan jembatan menjadi tantangan utama dalam pendistribusian bantuan ke wilayah-wilayah terpencil.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: