Serangan Israel Sasar Gaza dan Tepi Barat Jelang Pertemuan Trump-Netanyahu

- Serangan udara dan artileri Israel menyasar wilayah timur Khan Younis di Gaza dan berbagai lokasi di Tepi Barat yang diduduki pada Selasa (11/2), menjelang pertemuan Trump-Netanyahu.
- Kelompok ketujuh pasien dan individu terluka kembali ke Gaza melalui penyeberangan Rafah sebagai bagian dari evakuasi medis terbatas yang diizinkan.
- Pertemuan Trump-Netanyahu diperkirakan akan membahas situasi keamanan regional, hubungan bilateral AS-Israel, dan kebijakan Washington terhadap konflik Israel-Palestina.
, Yogyakarta-Serangan udara dan tembakan artileri Israel terus menargetkan wilayah-wilayah di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki pada Selasa (11/2), menjelang pertemuan yang dijadwalkan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Serangan udara Israel dan penembakan artileri telah menyasar area-area di bawah pendudukan di timur Khan Younis, kota terbesar di Gaza selatan. Operasi militer Israel ini berlangsung meskipun gencatan senjata parsial yang telah berlaku sejak Oktober tahun lalu.
Di Tepi Barat yang diduduki, penggerebekan dan serangan oleh pasukan Israel serta kelompok pemukim juga terus berlangsung di berbagai lokasi. Intensifikasi operasi militer ini terjadi bersamaan dengan persiapan pertemuan tingkat tinggi antara pemimpin Israel dan AS.
Sementara itu, kelompok ketujuh pasien dan individu yang terluka kembali ke Gaza melalui penyeberangan Rafah pada Selasa. Evakuasi medis ini merupakan bagian dari upaya kemanusiaan terbatas yang diizinkan melalui perbatasan Mesir-Gaza.
Pertemuan antara Trump dan Netanyahu diperkirakan akan membahas berbagai isu strategis, termasuk situasi keamanan di wilayah tersebut, hubungan bilateral AS-Israel, serta kebijakan Washington terhadap konflik Israel-Palestina di bawah pemerintahan Trump yang baru.
Kedua pemimpin dijadwalkan akan mengadakan pembicaraan di tengah meningkatnya ketegangan regional dan kritik internasional terhadap operasi militer Israel yang berkepanjangan di wilayah Palestina.
Kondisi kemanusiaan di Gaza tetap kritis dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya. Organisasi-organisasi internasional terus memperingatkan tentang krisis yang memburuk di enklave yang dihuni lebih dari 2,3 juta jiwa tersebut.
Di Tepi Barat, eskalasi kekerasan oleh pasukan Israel dan pemukim telah menewaskan ratusan warga Palestina sejak Oktober 2023, menambah kekhawatiran tentang kemungkinan aneksasi wilayah-wilayah Palestina oleh Israel.
Komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi dengan keprihatinan, sementara berbagai upaya diplomatis untuk mengakhiri konflik belum membuahkan hasil yang signifikan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: