TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 Mei 2026
TODAY'S RECAP
Anggota DPR Minta Skema PPPK dan PPPK Paruh Waktu Dihapus, Semua Guru Dikembalikan ke Jalur PNS OPEC+ Naikkan Produksi Minyak 188.000 Barel Per Hari Mulai Juni, Lebih Rendah dari Kenaikan Bulan Ini Sistem Double Shift Diterapkan, Nindya Karya Kejar Target Sekolah Rakyat yang Mulai Mepet Waktu KAI: 76 Korban Kecelakaan Bekasi Timur Telah Pulang, 24 Masih Dirawat, Posko Dibuka hingga 11 Mei Bareskrim Terapkan TPPU untuk Jerat Pengoplos BBM dan LPG Subsidi, PPATK Siap Lacak Aliran Dana Bukan Revisi, tapi Bikin dari Nol: DPR Ungkap Rencana UU Ketenagakerjaan yang Dijanjikan Rampung Tahun Ini ISEAI: Danantara Masuk Saham Ojol, Merger Gojek-Grab Berpotensi Kuasai 91% Pasar Indonesia Arus Kedatangan dan Keberangkatan Bersamaan, Sektor 3 Madinah Bentuk 4 Tim Kerja Hadapi Puncak Operasional Haji Anggota DPR Minta Skema PPPK dan PPPK Paruh Waktu Dihapus, Semua Guru Dikembalikan ke Jalur PNS OPEC+ Naikkan Produksi Minyak 188.000 Barel Per Hari Mulai Juni, Lebih Rendah dari Kenaikan Bulan Ini Sistem Double Shift Diterapkan, Nindya Karya Kejar Target Sekolah Rakyat yang Mulai Mepet Waktu KAI: 76 Korban Kecelakaan Bekasi Timur Telah Pulang, 24 Masih Dirawat, Posko Dibuka hingga 11 Mei Bareskrim Terapkan TPPU untuk Jerat Pengoplos BBM dan LPG Subsidi, PPATK Siap Lacak Aliran Dana Bukan Revisi, tapi Bikin dari Nol: DPR Ungkap Rencana UU Ketenagakerjaan yang Dijanjikan Rampung Tahun Ini ISEAI: Danantara Masuk Saham Ojol, Merger Gojek-Grab Berpotensi Kuasai 91% Pasar Indonesia Arus Kedatangan dan Keberangkatan Bersamaan, Sektor 3 Madinah Bentuk 4 Tim Kerja Hadapi Puncak Operasional Haji

Cari berita

NASIONAL

Di Acara Satu Abad NU, Prabowo: Kekayaan Negara Kebanyakan Dicuri

Poin Penting (3)
  • Presiden Prabowo Subianto tegaskan komitmen perangi korupsi, penipuan, dan manipulasi yang merugikan rakyat dalam pidato di acara NU Malang
  • Prabowo sebut masalah utama Indonesia bukan kekurangan sumber daya, tapi gagal menjaga kekayaan negara yang banyak dicuri pihak tertentu
  • Presiden ajak seluruh elemen bangsa bersatu hapus kemiskinan dan pastikan kemerdekaan diiringi keadilan serta kemakmuran untuk semua rakyat

Resolusi.co, Malang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memberantas korupsi dalam pidato di acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Minggu (8/2).

Prabowo menegaskan, sejak menjabat presiden, dia sudah mempelajari banyak data dan fakta tentang kondisi objektif bangsa. Kesimpulannya, Indonesia dianugerahi kekayaan alam luar biasa besar oleh Tuhan.

Tapi dia menemukan masalah serius. Bukan soal kekurangan sumber daya, melainkan gagalnya menjaga dan mengelola kekayaan itu.

“Masalahnya adalah apakah elit bangsa Indonesia mampu menjaga kekayaan itu. Terlalu banyak kekayaan kita yang tidak berhasil kita jaga, terlalu banyak yang dicuri,” kata Prabowo.

Presiden menyebut masih banyak kekayaan negara yang tidak terjaga dengan baik. Bahkan dicuri oleh pihak tertentu.

Dia menegaskan bersama pemerintah tidak akan ragu melawan segala bentuk korupsi, penipuan, manipulasi, dan penggarongan kekayaan rakyat Indonesia.

“Saya dan pemerintah yang sebelah tidak akan ragu-ragu untuk melawan segala bentuk korupsi segala bentuk penipuan segala bentuk manipulasi segala bentuk penggarungan atas kekayaan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Prabowo juga menyampaikan keyakinan bahwa kemerdekaan Indonesia harus diiringi keadilan dan kemakmuran untuk seluruh rakyat. Dia mengajak semua elemen bangsa bersatu memberantas kemiskinan dari bumi Indonesia.

“Indonesia yang merdeka harus Indonesia yang adil, harus Indonesia yang makmur. Kita harus berani memastikan seluruh rakyat Indonesia hidup dalam keadaan sejahtera,” tandasnya.

Pernyataan ini keluar setelah beberapa hari sebelumnya Prabowo menyampaikan pesan serupa di hadapan pengurus Majelis Ulama Indonesia. Di sana dia juga menekankan pentingnya menjaga kekayaan negara dari pencurian.

Komitmen antikorupsi Prabowo terus diulang dalam berbagai forum keagamaan. Dia tampak ingin menyampaikan pesan kuat bahwa pemerintahan kali ini serius memberantas praktik curang yang merugikan rakyat.