Di Hadapan Buruh, Prabowo Janjikan KPR Tenor hingga 40 Tahun dan Bunga Kredit Rakyat Maksimal 5 Persen

- Presiden Prabowo menjanjikan skema KPR dengan tenor hingga 40 tahun khusus bagi buruh, petani, dan nelayan, dengan tujuan memangkas porsi penghasilan yang selama ini habis untuk biaya sewa kontrakan.
- Prabowo juga memerintahkan bank-bank BUMN untuk segera menyalurkan kredit rakyat dengan bunga maksimal 5% per tahun, merespons tingginya beban bunga perbankan yang bisa mencapai 70% bagi masyarakat menengah ke bawah.
- Dua janji itu disampaikan di hadapan ribuan buruh di Monas dalam peringatan May Day 2026, yang diwarnai berbagai tuntutan ketenagakerjaan mulai dari RUU Ketenagakerjaan hingga kekhawatiran atas ancaman PHK massal.
, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto membawa dua janji konkret ke hadapan ribuan buruh yang memadati kawasan Monas, Jakarta, pada perayaan Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026). Yang pertama soal rumah. Yang kedua soal bunga kredit.
Prabowo menyatakan pemerintah akan mendorong skema kredit pemilikan rumah dengan tenor jauh lebih panjang dari yang lazim berlaku saat ini, bisa mencapai 40 tahun. Ia mengaku tersentuh mendengar fakta bahwa banyak buruh menghabiskan sekitar 30% dari penghasilan bulanannya hanya untuk membayar sewa kontrakan.
“Jadi yang tadi 30% untuk kontrak, kami kurangi, itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri,” kata Presiden Prabowo, dikutip Sabtu (2/5/2026).
Ia lalu menguraikan skema tenor secara bertahap, seolah mau memastikan tidak ada buruh yang terpaksa gigit jari karena angsuran terlalu berat.
“Kalau bisa 20 tahun. Kalau enggak bisa 20 tahun, 25 tahun. Kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun. Karena buruh tidak mungkin lari ke mana-mana. Betul? Petani dan nelayan enggak mungkin lari ke mana-mana,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Logika di balik tenor panjang itu sederhana. Prabowo memandang buruh, petani, dan nelayan sebagai kelompok yang hidupnya terikat pada satu tempat, sehingga risiko gagal bayar dianggap jauh lebih terukur dibanding debitur lain yang mudah berpindah.
Janji kedua menyentuh soal bunga kredit yang selama ini dianggap mencekik masyarakat berpenghasilan rendah. Prabowo menyebut kelompok menengah ke bawah kerap menanggung bunga pinjaman perbankan hingga 70%, angka yang ia nilai tidak masuk akal.
Karena itu, ia mengaku sudah memerintahkan bank-bank milik negara yang tergabung dalam himpunan bank milik negara untuk segera menyalurkan kredit rakyat dengan batas atas bunga hanya 5% per tahun.
“Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia. Sebentar lagi kami akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal, maksimal 5% satu tahun,” tuturnya.
Dua janji itu datang di tengah suasana Hari Buruh yang tahun ini diwarnai sejumlah tuntutan keras, pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan sistem outsourcing, penolakan upah murah, hingga kekhawatiran atas gelombang PHK akibat gejolak ekonomi global. Apakah janji soal rumah dan bunga kredit cukup menjawab semua itu, masih menjadi pertanyaan yang menggantung.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: