Bais TNI Punya Kepala Baru, Siapa Robi Herbawan yang Kini Pegang Kendali Intelijen Strategis TNI?

- Letjen TNI Robi Herbawan resmi ditunjuk sebagai Kabais TNI menggantikan Letjen Yudi Abrimantyo, yang melepas jabatannya pada akhir Maret 2026 menyusul kasus dugaan keterlibatan anggota Denma Bais dalam penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
- Robi sebelumnya menjabat Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Kemhan, dengan latar belakang di bidang intelijen dan teritorial termasuk pernah menjabat Pangdam Jaya.
- Mutasi kali ini juga mencakup Letjen Mohammad Fadjar yang dipensiunkan dari Mabes TNI AD, serta Letjen Tandyo Budi Revita yang mengisi jabatan Pangkostrad.
, Jakarta – Kementerian Pertahanan resmi mengonfirmasi penunjukan Letjen TNI Robi Herbawan sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis TNI, Kamis (7/5/2026). Robi mengisi posisi yang sebelumnya dipegang Letjen TNI Yudi Abrimantyo.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Rico Ricardo Sirait, menyatakan penunjukan itu sudah berlaku.
“Benar, Letjen TNI Robi Herbawan saat ini mendapat amanah sebagai Kabais TNI. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Kementerian Pertahanan RI,” kata Rico saat dikonfirmasi.
Robi membawa rekam jejak panjang di bidang intelijen dan teritorial. Sebelum bertugas di Kemhan, ia pernah menjabat Pangdam Jaya dan mengemban sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI AD.
Pergantian Kabais ini bukan rotasi biasa. Yudi Abrimantyo melepas jabatannya pada 26 Maret 2026, tak lama setelah kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus mencuat ke publik. Pelaku penyiraman diduga anggota Denma Bais TNI, dan sidang perdananya sudah digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada akhir April lalu.
Selain pergantian Kabais, mutasi perwira tinggi TNI kali ini juga menyentuh sejumlah jabatan strategis lain. Letjen TNI Mohammad Fadjar dipindahkan menjadi Pati Mabes TNI AD dalam rangka pensiun, sementara kursi Pangkostrad kini ditempati Letjen TNI Tandyo Budi Revita.
Kemhan menyebut seluruh mutasi ini merupakan bagian dari proses regenerasi dan penguatan organisasi TNI guna mendukung efektivitas tugas intelijen strategis pertahanan negara.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: