TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

5 April 2026

Cari berita

Bupati Sumenep Tegas: Literasi Harus Jadi Gerakan Bersama, Bukan Program Formalitas

Poin Penting (3)
  • Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan literasi bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama yang harus melibatkan insan pers dan pelaku media.
  • Gerakan literasi harus menjangkau hingga pelosok desa dan wilayah kepulauan agar masyarakat mampu memilah informasi secara kritis di era digital.
  • Bupati Fauzi mengapresiasi DPC PWRI Sumenep yang konsisten mendorong literasi di kalangan pelajar sebagai investasi jangka panjang pembentukan generasi cerdas.

Resolusi.co, Sumenep – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa literasi di wilayahnya tidak boleh hanya menjadi program seremonial. Gerakan literasi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama insan pers dan pelaku media.

Pernyataan itu disampaikan Fauzi saat ditemui di rumah dinasnya, Jumat (13/2/2026). Ia menilai literasi menjadi benteng utama agar masyarakat tidak mudah tergelincir oleh hoaks dan disinformasi di tengah derasnya arus informasi digital.

“Berkaitan dengan literasi di Kabupaten Sumenep ini seharusnya menjadi tugas bersama, lebih-lebih bagi insan pers dan pelaku media turut ambil bagian dari hal tersebut,” kata Fauzi.

Menurut Bupati Fauzi, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendirian membangun budaya baca dan tulis. Peran media dinilai strategis, tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menggerakkan kesadaran publik tentang pentingnya literasi sejak dini.

Ia menekankan bahwa gerakan literasi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah kepulauan dan pelosok desa yang kerap terlupakan. Akses informasi yang semakin terbuka, menurutnya, harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat memilah dan memahami informasi secara kritis.

“Maka harapan kami, sosialisasi literasi harus disampaikan hingga pelosok desa. Karena ini sangat begitu penting agar literasi tetap terus dijaga,” ucapnya.

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini juga mengapresiasi langkah Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Sumenep yang dinilai konsisten mendorong budaya literasi, khususnya di kalangan pelajar.

Kegiatan literasi yang menyasar sekolah dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk generasi cerdas dan berdaya saing tinggi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada DPC PWRI Sumenep yang terus peduli dalam menjaga literasi di kalangan pelajar,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap sinergi antara pemerintah, insan pers, lembaga pendidikan, komunitas literasi, dan masyarakat terus diperkuat ke depan. Dengan kolaborasi yang solid, literasi diharapkan tidak sekadar jargon, tetapi benar-benar mengakar sebagai budaya di tengah masyarakat.

Literasi di era digital bukan lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi adalah kemampuan berpikir kritis, memahami konteks, serta menggunakan informasi secara bijak dan bertanggung jawab.

Bagi Sumenep, membangun literasi berarti menyiapkan fondasi kuat bagi lahirnya generasi masa depan yang tangguh dan kompetitif di tengah persaingan global.