Dexin Steel Pasang 119.800 Panel Surya di IMIP, Hemat Puluhan Ribu Ton Batu Bara

- PT Dexin Steel Indonesia membangun PLTS atap berkapasitas 65,89 MWp di kawasan IMIP Morowali dengan 119.800 panel surya untuk operasional pabrik dan kantor
- Sistem dilengkapi penyimpanan energi 22 MW/22 MWh, surplus listrik bisa disalurkan ke jaringan kawasan industri
- Proyek diprediksi menurunkan emisi CO2 lebih dari 81.000 ton per tahun dan menghemat puluhan ribu ton batu bara
, SULAWESI – PT Dexin Steel Indonesia mulai memanfaatkan energi matahari untuk operasional pabrik di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah. Proyek pembangkit listrik tenaga surya atap ini dirancang dengan kapasitas 65,89 megawatt-peak.
Instalasi panel surya dipasang di atas bangunan yang sudah berdiri. Tidak ada lahan baru yang dibuka.
“Dengan memanfaatkan atap fasilitas industri, kami bisa mengoptimalkan ruang yang tersedia sekaligus meminimalkan dampak lingkungan,” kata Cui Bao Yong, perwakilan manajemen PT Dexin Steel Indonesia, Sabtu (24/1/2026).
Kontraktor Longyuan Weide menangani seluruh proses konstruksi mulai dari pekerjaan sipil, commissioning, hingga operasi komersial. Proyek melibatkan pemasangan 119.800 panel surya silikon monokristalin di area atap seluas hampir 400 ribu meter persegi.
Sistem penyimpanan energi sebesar 22 MW/22 MWh turut dibangun sebagai penyangga. Fungsinya menjaga stabilitas pasokan listrik dan mengatur frekuensi jaringan.
Cui Bao Yong menjelaskan, pihak IMIP memberikan dukungan teknis dalam proses integrasi. Dukungan mencakup pengaturan stabilitas frekuensi dan rekomendasi penggunaan sistem penyimpanan energi.
PLTS ini berfungsi sebagai energi tambahan yang secara bertahap mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbasis batu bara. Listrik yang dihasilkan pertama kali digunakan untuk kebutuhan pabrik dan kantor Dexin Steel.
“Apabila terjadi kelebihan produksi, energi tersebut dapat disalurkan ke jaringan listrik kawasan industri,” ujar Cui Bao Yong.
Keputusan beralih ke energi terbarukan bukan sekadar isu teknis atau klaim hijau yang digembar-gemborkan banyak korporasi. Bagi pabrik baja seperti Dexin, ini juga soal ketahanan energi jangka panjang ketika harga batu bara dunia fluktuatif dan tekanan regulasi emisi semakin ketat.
Pengoperasian PLTS ini diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon dioksida lebih dari 81.000 ton per tahun. Konsumsi batu bara diproyeksikan turun hingga puluhan ribu ton setiap tahun. Emisi nitrogen oksida dan sulfur dioksida juga ikut tertekan.
“Kami memandang energi terbarukan sebagai investasi jangka panjang yang memberikan manfaat berlapis, tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi juga sosial dan lingkungan,” tegas Cui Bao Yong.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: