Gozco Capital Rogoh Nyaris Rp100 Miliar untuk Borong Saham BBYB, Harga Langsung Melesat!

- Gozco Capital borong 207 juta saham BBYB senilai Rp98,12 miliar, meningkatkan kepemilikan dari 7,76% menjadi 9,31%
- Saham BBYB naik 1% ke Rp505 per saham pada perdagangan Senin (19/1), dengan level tertinggi mencapai Rp530
- Laba bersih Bank Neo melonjak ke Rp464 miliar hingga kuartal III/2025 dari hanya Rp4,06 miliar periode sama tahun sebelumnya
, JAKARTA – Saham PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) mengakhiri sesi perdagangan pada Senin (19/1/2026) dengan penguatan 1 persen, diperdagangkan di posisi Rp505 per saham. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan aksi beli besar-besaran yang dilakukan oleh PT Gozco Capital senilai hampir Rp100 miliar.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan pergerakan harga saham bank digital tersebut berada dalam rentang Rp486 hingga Rp530 sepanjang hari. Posisi tertinggi intraday tercatat menyentuh level Rp530 per lembar.
Gozco Capital tercatat mengakuisisi sekitar 207 juta lembar saham BBYB dengan harga rata-rata Rp474 per saham pada 15 Januari 2026. Total nilai transaksi pembelian mencapai sekitar Rp98,12 miliar.
Transaksi tersebut mendongkrak porsi kepemilikan Gozco Capital di Bank Neo Commerce dari semula 7,76 persen menjadi 9,31 persen. Secara jumlah, kepemilikan sahamnya kini mencapai sekitar 1,24 miliar lembar.
“Kami akan terus menjaga kinerja dan tata kelola yang baik sebagai pondasi pertumbuhan jangka panjang,” ujar Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono dalam keterangan resmi, Senin (19/1/2026).
Eri menilai dukungan berkelanjutan dari pemegang saham utama memberikan dorongan positif untuk mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja perusahaan.
Sebelumnya pada akhir November 2025, Gozco Capital juga telah mencatatkan penambahan kepemilikan dari 7,21 persen menjadi 7,76 persen. Saat itu, jumlah saham yang dimiliki bertambah sekitar 72,45 juta lembar, dari 962,93 juta saham menjadi 1,03 miliar saham.
Dari sisi kinerja keuangan, Bank Neo mencatatkan laba bersih Rp464 miliar hingga akhir kuartal III/2025. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp4,06 miliar.
Penyaluran kredit bank tercatat Rp7,49 triliun per September 2025, turun 19,1 persen dari Rp9,26 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) relatif stabil di posisi Rp13,62 triliun, hampir sama dengan Rp13,64 triliun pada September 2024.
Rasio return on equity (ROE) mengalami perbaikan dramatis ke level 16,96 persen pada September 2025, jauh melampaui capaian 0,16 persen di periode sama tahun lalu.
Kualitas aset Bank Neo Commerce juga menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun dari 3,72 persen menjadi 2,92 persen. NPL net juga menurun tajam dari 0,99 persen menjadi 0,23 persen.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: