TODAY'S RECAP
Cegah Kekerasan di Lingkungan Pendidikan, PKB DIY Luncurkan Posko Layanan Informasi Pesantren dan DaycareTak Punya Ruang Perpustakaan, SDN Talango III Sulap Kelas Jadi Sudut Baca Ramah AnakBelasan SPBU Pertamina di Jabodetabek Setop Jual Pertalite, Beralih ke Konsep Signature Mulai Mei 2026Kemenhaj Tinjau Kesiapan Tenda di Arafah, Sejumlah Fasilitas Masih Dikebut Jelang Puncak Haji 2026Kemnaker Catat 15.425 Buruh Terkena PHK Sepanjang Januari-April 2026, Jawa Barat Paling TerdampakKemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Tiga Orang Meninggal dan Jawa Jadi Wilayah TerparahIran Izinkan Kapal LNG Qatar Lintas Selat Hormuz, AS Masih Tunggu Jawaban Proposal DamaiCegah Kekerasan di Lingkungan Pendidikan, PKB DIY Luncurkan Posko Layanan Informasi Pesantren dan DaycareTak Punya Ruang Perpustakaan, SDN Talango III Sulap Kelas Jadi Sudut Baca Ramah AnakBelasan SPBU Pertamina di Jabodetabek Setop Jual Pertalite, Beralih ke Konsep Signature Mulai Mei 2026Kemenhaj Tinjau Kesiapan Tenda di Arafah, Sejumlah Fasilitas Masih Dikebut Jelang Puncak Haji 2026Kemnaker Catat 15.425 Buruh Terkena PHK Sepanjang Januari-April 2026, Jawa Barat Paling TerdampakKemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Tiga Orang Meninggal dan Jawa Jadi Wilayah TerparahIran Izinkan Kapal LNG Qatar Lintas Selat Hormuz, AS Masih Tunggu Jawaban Proposal DamaiCegah Kekerasan di Lingkungan Pendidikan, PKB DIY Luncurkan Posko Layanan Informasi Pesantren dan DaycareTak Punya Ruang Perpustakaan, SDN Talango III Sulap Kelas Jadi Sudut Baca Ramah AnakBelasan SPBU Pertamina di Jabodetabek Setop Jual Pertalite, Beralih ke Konsep Signature Mulai Mei 2026Kemenhaj Tinjau Kesiapan Tenda di Arafah, Sejumlah Fasilitas Masih Dikebut Jelang Puncak Haji 2026Kemnaker Catat 15.425 Buruh Terkena PHK Sepanjang Januari-April 2026, Jawa Barat Paling TerdampakKemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Tiga Orang Meninggal dan Jawa Jadi Wilayah TerparahIran Izinkan Kapal LNG Qatar Lintas Selat Hormuz, AS Masih Tunggu Jawaban Proposal DamaiCegah Kekerasan di Lingkungan Pendidikan, PKB DIY Luncurkan Posko Layanan Informasi Pesantren dan DaycareTak Punya Ruang Perpustakaan, SDN Talango III Sulap Kelas Jadi Sudut Baca Ramah AnakBelasan SPBU Pertamina di Jabodetabek Setop Jual Pertalite, Beralih ke Konsep Signature Mulai Mei 2026Kemenhaj Tinjau Kesiapan Tenda di Arafah, Sejumlah Fasilitas Masih Dikebut Jelang Puncak Haji 2026Kemnaker Catat 15.425 Buruh Terkena PHK Sepanjang Januari-April 2026, Jawa Barat Paling TerdampakKemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Tiga Orang Meninggal dan Jawa Jadi Wilayah TerparahIran Izinkan Kapal LNG Qatar Lintas Selat Hormuz, AS Masih Tunggu Jawaban Proposal Damai

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

10 Mei 2026
TODAY'S RECAP
Cegah Kekerasan di Lingkungan Pendidikan, PKB DIY Luncurkan Posko Layanan Informasi Pesantren dan Daycare Tak Punya Ruang Perpustakaan, SDN Talango III Sulap Kelas Jadi Sudut Baca Ramah Anak Belasan SPBU Pertamina di Jabodetabek Setop Jual Pertalite, Beralih ke Konsep Signature Mulai Mei 2026 Kemenhaj Tinjau Kesiapan Tenda di Arafah, Sejumlah Fasilitas Masih Dikebut Jelang Puncak Haji 2026 Kemnaker Catat 15.425 Buruh Terkena PHK Sepanjang Januari-April 2026, Jawa Barat Paling Terdampak Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Tiga Orang Meninggal dan Jawa Jadi Wilayah Terparah Iran Izinkan Kapal LNG Qatar Lintas Selat Hormuz, AS Masih Tunggu Jawaban Proposal Damai Bangsa Besar Bicara Hal Besar, Bukan Gosip Murahan Cegah Kekerasan di Lingkungan Pendidikan, PKB DIY Luncurkan Posko Layanan Informasi Pesantren dan Daycare Tak Punya Ruang Perpustakaan, SDN Talango III Sulap Kelas Jadi Sudut Baca Ramah Anak Belasan SPBU Pertamina di Jabodetabek Setop Jual Pertalite, Beralih ke Konsep Signature Mulai Mei 2026 Kemenhaj Tinjau Kesiapan Tenda di Arafah, Sejumlah Fasilitas Masih Dikebut Jelang Puncak Haji 2026 Kemnaker Catat 15.425 Buruh Terkena PHK Sepanjang Januari-April 2026, Jawa Barat Paling Terdampak Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Tiga Orang Meninggal dan Jawa Jadi Wilayah Terparah Iran Izinkan Kapal LNG Qatar Lintas Selat Hormuz, AS Masih Tunggu Jawaban Proposal Damai Bangsa Besar Bicara Hal Besar, Bukan Gosip Murahan

Cari berita

Hardiknas 2026, Wakil Rakyat Asal Maluku Sindir Keras: Anak Pulau Juga Berhak Sekolah Layak

Poin Penting (3)
  • Anggota DPR RI Saadiah Uluputty menyoroti ketimpangan pendidikan di wilayah kepulauan Maluku, terutama krisis guru dan fasilitas belajar yang belum memadai hingga hari ini.
  • Ia mengaitkan kualitas pendidikan dengan kesejahteraan ekonomi, mengingatkan bahwa banyak orang tua pelosok berjuang keras sebagai nelayan dan buruh demi anak-anak mereka tetap bisa sekolah.
  • Selain infrastruktur, Saadiah mendorong seluruh elemen masyarakat, dari siswa hingga tenaga pendidik, untuk segera memperbarui kemampuan menghadapi era teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Resolusi.co, Jakarta – Di balik perayaan Hari Pendidikan Nasional, ada kenyataan yang tidak nyaman. Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty memilih momen Hardiknas 2026 untuk mengingatkan bahwa janji konstitusi soal pendidikan berkualitas masih jauh dari merata, terutama bagi anak-anak yang tinggal di pulau-pulau kecil.

Saadiah, legislator daerah pemilihan Maluku, berbicara langsung dari pengalaman konstituennya. Di wilayah kepulauan, kekurangan guru bukan keluhan tahunan, melainkan kenyataan yang terus berulang tanpa penyelesaian serius dari pusat.

“Kemarin kita juga memperingati Hari Buruh 1 Mei. Ini menjadi refleksi penting bahwa pendidikan memiliki hubungan erat dengan kesejahteraan masyarakat,” kata Saadiah kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026).

Keterkaitan antara dua peringatan itu memang bukan sekadar kebetulan kalender. Saadiah menggunakannya untuk menegaskan bahwa kualitas pendidikan dan nasib ekonomi masyarakat bawah berjalan di jalur yang sama.

“Banyak orang tua bekerja keras sebagai nelayan, petani, pedagang kecil, buruh pelabuhan, dan pekerja lainnya demi memastikan anak-anak mereka tetap bisa sekolah. Karena itu, pendidikan harus menjadi jembatan yang mampu menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda,” jelasnya.

Ada ironi yang tak mudah diabaikan. Orang tua yang paling gigih menyekolahkan anak justru tinggal di wilayah yang paling sedikit mendapat perhatian dari sistem pendidikan nasional. Kerja keras mereka belum cukup jika negara tidak hadir dengan infrastruktur dan tenaga pengajar yang memadai.

Selain soal fisik dan fasilitas, Saadiah juga menyinggung tantangan lain yang sudah mengetuk pintu teknologi dan kecerdasan buatan. Bagi daerah yang masih berjuang mendapatkan guru yang cukup, bicara tentang literasi digital terasa seperti melompati beberapa tangga sekaligus.

“Generasi muda harus terus meningkatkan kemampuan, kreativitas, dan keterampilan agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” ucap Saadiah.

“Begitu pula para orang tua, guru, dan masyarakat perlu terus membuka diri terhadap perkembangan teknologi agar tidak tertinggal,” sambungnya.

Tuntutan adaptasi di tengah ketimpangan fasilitas itulah yang membuat pernyataan Saadiah relevan melampaui sekadar pernyataan seremonial Hardiknas. Negara tidak bisa meminta masyarakat daerah untuk berlari kencang di lintasan yang tidak pernah benar-benar dibangun.