Iran Serang Kapal Tanker Raksasa di Dubai Tengah Malam, Dunia Khawatir Bencana Tumpahan Minyak di Teluk

- Tanker Kuwait diserang di Dubai: Drone Iran menghantam kapal VLCC Al-Salmi yang sarat muatan di Pelabuhan Dubai dini hari; kebakaran berhasil dipadamkan tanpa tumpahan minyak dan korban jiwa.
- Tiga tentara PBB asal Indonesia tewas di Lebanon: Ketiganya gugur dalam dua insiden terpisah; Indonesia menuntut penyelidikan transparan sementara Israel dan Hezbollah saling menyangkut tanggung jawab.
- Eskalasi diplomatik dan ekonomi memanas: AS memperingatkan Iran atas penutupan Selat Hormuz, harga minyak dunia menembus kisaran 100–115 dolar AS per barel, sementara Spanyol menutup ruang udaranya untuk pesawat militer AS.
, Yogyakarta-Sebuah kapal tanker minyak mentah berbendera Kuwait menjadi sasaran serangan drone Iran di kawasan perairan Pelabuhan Dubai, Selasa dini hari (31/3/2026), memperluas medan konflik yang sebelumnya terpusat di wilayah Iran dan Lebanon. Insiden ini menandai eskalasi serius dalam perang yang sudah berlangsung lebih dari sebulan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026.
Kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) Al-Salmi milik Kuwait diterjang drone sekitar pukul 00.00 waktu setempat, saat berlabuh di zona anchorage Pelabuhan Dubai, sekitar 31 mil laut barat laut emirat tersebut—kawasan yang dipenuhi kapal-kapal yang antre keluar dari Teluk Persia. Serangan itu merusak lambung kapal dan memicu kebakaran di atas geladak.
Kuwait Petroleum Corporation (KPC) menyatakan bahwa Al-Salmi secara langsung menjadi sasaran serangan Iran saat berada dalam posisi berlabuh penuh muatan. Korporasi tersebut juga mengeluarkan peringatan mengenai potensi tumpahan minyak di perairan sekitar lokasi kejadian.
“Tanker Al-Salmi diserang langsung oleh pasukan Iran ketika berada di area anchorage Pelabuhan Dubai,” demikian pernyataan resmi Kuwait Petroleum Corporation yang dikutip kantor berita negara Kuwait, KUNA.
Pihak berwenang Dubai menyatakan tim respons darurat berhasil mengendalikan situasi. Mereka memastikan tidak ada kebocoran minyak maupun korban jiwa dalam insiden itu.
Di luar kasus tanker, Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab mengumumkan pihaknya berhasil menangkis serangan Iran berupa delapan rudal balistik, empat rudal jelajah, dan 36 drone dalam semalam. Sementara itu, empat warga negara Asia mengalami cedera ringan akibat puing-puing intersepsi yang jatuh menimpa sejumlah rumah di kawasan selatan Dubai.
Arab Saudi juga melaporkan gelombang serangan serupa, dengan pertahanan udara negara itu menghancurkan 10 drone dan delapan rudal balistik, tujuh di antaranya menargetkan wilayah Riyadh dan satu lagi mengarah ke Provinsi Timur.
Di tengah meluasnya serangan ke negara-negara Teluk, tiga tentara penjaga perdamaian PBB tewas di Lebanon—ketiganya merupakan warga negara Indonesia. Satu orang gugur akibat tembakan artileri tidak langsung, sementara dua lainnya tewas dalam ledakan yang menghancurkan kendaraan mereka, berdasarkan keterangan PBB.
“Keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas utama,” ujar Menteri Luar Negeri Indonesia, seraya menyerukan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan.
Israel menyatakan sedang menyelidiki apakah pasukannya atau kelompok Hezbollah yang bertanggung jawab atas kematian ketiga penjaga perdamaian tersebut.
Di front diplomatik, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan Presiden Donald Trump selalu mengutamakan jalur diplomatik, namun ia memperingatkan Iran akan “konsekuensi nyata” atas penutupan sebagian Selat Hormuz.
“Kami memiliki konsekuensi nyata yang menanti jika jalur diplomasi ini gagal,” tegas Rubio dalam wawancaranya dengan Al Jazeera.
Trump sebelumnya mengancam akan menghancurkan Pulau Kharg dan fasilitas energi Iran lainnya jika tidak tercapai kesepakatan damai dan Selat Hormuz tetap tertutup sebagian. Gedung Putih juga memperingatkan Teheran bahwa AS memiliki kemampuan militer di luar “imajinasi terliar” Iran jika negosiasi gagal.
Harga minyak dunia terus melambung seiring dengan ancaman Trump. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran 101–105 dolar AS per barel, sementara Brent Crude berada di rentang 112–115 dolar AS per barel.
Spanyol turut menambah ketegangan diplomatik setelah Menteri Pertahanan Margarita Robles mengumumkan penutupan ruang udara negaranya bagi pesawat-pesawat AS yang terlibat dalam perang Iran. Langkah ini menuai kritik keras dari Rubio, yang menyebut Spanyol sebagai anggota NATO yang menolak memberikan akses terhadap pangkalan militer dan ruang udara bersama.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: