TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Kemenhaj Terapkan Diklat “Barak” Semi-Militer untuk Perkuat Disiplin dan Karakter Petugas Haji 1447 H/2026 M

Poin Penting (3)
  • Kemenhaj RI menerapkan Diklat terpadu berkonsep “barak” dengan pendekatan semi-militer bagi PPIH 1447 H/2026 M untuk memperkuat disiplin, karakter, kesehatan, dan kesiapan mental petugas.
  • Pelatihan melibatkan TNI, Polri, dan tenaga kesehatan, dengan program pembinaan jasmani, peningkatan pengetahuan teknis, kesiapsiagaan, dan mitigasi risiko operasional haji.
  • Disiplin yang dibangun berorientasi pada pelayanan jamaah agar petugas lebih profesional, sigap, tangguh, dan tetap humanis.

Resolusi.co, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyiapkan pola pendidikan dan pelatihan terpadu dengan pendekatan semi-militer bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M. Melalui konsep ini, para calon petugas akan digembleng dengan sistem pelatihan intensif layaknya “masuk barak” guna memperkuat karakter, disiplin, kesiapan fisik, serta ketangguhan mental selama bertugas melayani jamaah di Tanah Suci.

Konsep tersebut dipaparkan Tim Kelompok Kerja (Pokja) Diklat PPIH di bawah Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah dalam forum resmi bersama Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI. Model pembinaan ini dirancang lintas sektor dengan melibatkan TNI, Polri, serta tenaga kesehatan sebagai bentuk komitmen reformasi pembinaan petugas agar lebih profesional, responsif, dan memiliki daya tahan tinggi di lapangan.

Anggota Tim Pokja Diklat PPIH 2026, Letkol Arm Tulus Widodo, menjelaskan bahwa presentasi kali ini secara khusus memaparkan struktur, tahapan, dan mekanisme pembinaan bagi para calon petugas. Menurutnya, pembinaan jasmani (Binjas) menjadi salah satu pilar utama, mengingat kesehatan dan kebugaran fisik merupakan fondasi terpenting dalam mendukung tugas pelayanan haji.

“Agenda hari ini adalah presentasi resmi di hadapan Bapak Menteri dan Wakil Menteri. Kami menyiapkan pendidikan dan latihan khusus bagi calon PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M. Kesehatan menjadi elemen kunci, sehingga program Binjas kami susun secara terukur sesuai arahan Bapak Menteri,” ujar Tulus.

Pelatihan akan meliputi jalan sehat, senam kebugaran, hingga latihan baris-berbaris. Tulus menegaskan, pendekatan semi-militer ini bukan untuk menjadikan petugas seperti aparat militer, melainkan sebagai sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta rasa bangga dalam mengemban amanah pelayanan jamaah.

“Ini semi-militer, tapi bukan untuk memiliterkan petugas. Tujuannya membangun karakter, disiplin, dan kebanggaan sebagai pelayan jamaah,” tegasnya.

Ia berharap, penguatan pola pelatihan ini mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan Haji 1447 H/2026 M dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dengan sinergi lintas sektor dan peningkatan kapasitas petugas, Kemenhaj menargetkan pelayanan haji yang semakin profesional, humanis, tegas, dan sigap dengan tetap menjunjung prinsip senyum, salam, dan sapa (3S).

Sementara itu, Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Chandra Sulistio Reksoprodjo, menegaskan kesiapan fisik menjadi perhatian khusus dalam skema pelatihan tahun ini. Menurutnya, tanpa kondisi fisik yang prima, petugas akan kesulitan menghadapi dinamika tugas di Arab Saudi.

“Selain tugas pokok masing-masing bidang, petugas harus memiliki kesiapan fisik yang memadai. Tanpa itu, mereka akan kesulitan menghadapi berbagai persoalan di lapangan,” jelasnya.

Chandra menambahkan, pelatihan tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga peningkatan pengetahuan teknis, kesiapsiagaan, serta pemahaman mitigasi risiko terhadap berbagai situasi yang mungkin muncul selama operasional haji. Semua diarahkan pada satu tujuan utama: peningkatan kualitas pelayanan kepada jamaah.

“Disiplin yang dibangun bukan disiplin yang kaku, tetapi disiplin pelayanan. Petugas harus selalu ingat bahwa tugas utama mereka adalah melayani jamaah sebaik-baiknya,” tegasnya.

Melalui penerapan konsep pelatihan berbasis “barak” dan pendekatan semi-militer ini, Kementerian Haji dan Umrah RI menegaskan komitmennya menyiapkan petugas haji yang kuat secara fisik, matang secara mental, disiplin dalam tindakan, profesional dalam respons, dan tetap humanis dalam memberikan perlindungan serta pelayanan terbaik bagi jamaah.