Kementerian PU: Konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II Serap 59.541 Tenaga Kerja, Target Selesai 20 Juni 2026

- Kementerian PU mencatat 59.541 tenaga kerja konstruksi terserap dalam proyek Sekolah Rakyat Tahap II yang tersebar di berbagai provinsi, dengan progres fisik rata-rata nasional mencapai 45,91 persen per awal Mei 2026.
- Daerah dengan capaian tertinggi adalah Kota Medan 64,48 persen, Kabupaten Sragen 63,22 persen, dan Kota Bengkulu 62,17 persen, sementara pemerintah mematok tenggat penyelesaian seluruh proyek pada 20 Juni 2026.
- Setiap Sekolah Rakyat dibangun di lahan 5-10 hektare dengan fasilitas terpadu SD hingga SMA plus asrama, menggunakan teknologi struktur baja dan hollow core slab untuk mempercepat konstruksi yang dikawal Satgas Percepatan lintas direktorat.
, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum merilis data terbaru pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II: sebanyak 59.541 tenaga kerja konstruksi sudah terserap di berbagai wilayah Indonesia. Mereka mencakup pekerja lapangan, tenaga teknis, operator alat berat, hingga tenaga pendukung yang tersebar di banyak provinsi.
Menteri PU Dody Hanggodo menyebut proyek ini bukan sekadar urusan bangunan fisik. Ia memposisikan pembangunan infrastruktur pendidikan itu sebagai instrumen pemerintah untuk menggerakkan ekonomi daerah sekaligus berinvestasi pada kualitas sumber daya manusia jangka panjang.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” kata Dody.
Hingga awal Mei 2026, progres fisik rata-rata Sekolah Rakyat Tahap II tercatat 45,91 persen, naik dari 40,27 persen pada pekan sebelumnya. Beberapa daerah melaju lebih cepat dari rata-rata nasional. Kota Medan memimpin dengan capaian 64,48 persen, disusul Kabupaten Sragen 63,22 persen, dan Kota Bengkulu di angka 62,17 persen.
Pemerintah menargetkan seluruh proyek rampung pada 20 Juni 2026. Untuk mengejar target itu, Satuan Tugas Percepatan lintas direktorat sudah dibentuk dengan strategi pengerjaan paralel, penambahan jam lembur, serta pemanfaatan teknologi struktur baja dan hollow core slab yang memungkinkan konstruksi berjalan lebih cepat dari metode konvensional.
Setiap Sekolah Rakyat dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare. Fasilitas yang disiapkan mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA, dilengkapi asrama dan dukungan teknologi digital. Kementerian PU menginstruksikan seluruh BUMN Karya dan penyedia jasa konstruksi untuk memastikan mobilisasi material dan alat berat berjalan optimal.
Dengan progres rata-rata masih di bawah 50 persen sementara tenggat tinggal sekitar sebulan, tekanan untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu cukup nyata. Target 20 Juni bukan hanya soal fisik bangunan, tapi juga soal apakah Sekolah Rakyat benar-benar bisa menerima siswa pada tahun ajaran baru seperti yang dijanjikan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: