Pemerintah Pastikan Distribusi Bantuan Bencana Sumatra Cepat, Terukur, dan Tepat Sasaran

- Pemerintah telah menyalurkan bantuan tanggap darurat bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar senilai Rp100,48 miliar, termasuk logistik, bahan makanan, dan dukungan dapur umum.
- Distribusi logistik mencapai 97 persen, dengan penyaluran 1.526 ton bantuan dan laju distribusi di setiap posko berada di atas 80 persen sesuai SOP BNPB.
- Pemerintah juga menyiapkan bantuan pascabencana, termasuk santunan ahli waris, bantuan tunai rumah tangga, dukungan pangan, pemberdayaan ekonomi, serta dana tunggu hunian Rp600 ribu per KK per bulan.
, Jakarta — Pemerintah memastikan penyaluran bantuan dan distribusi logistik bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berjalan cepat, terukur, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyebut total nilai bantuan tanggap darurat yang telah disalurkan mencapai Rp100.484.346.880.
“Total nilai bantuan penanganan tanggap darurat bencana Sumatra yang sudah tersalur sebanyak Rp100.484.346.880 berupa lauk-pauk, family kit, kids wear, dan kebutuhan bahan makanan untuk 42 dapur umum,” ujar Agus Jabo, Senin (29/12).
Bantuan tersebut terdiri atas: Rp43.606.958.300 untuk Provinsi Aceh, Rp19.418.596.580 untuk Sumatera Barat, dan Rp37.458.792.000 untuk Sumatera Utara. Selain itu, pemerintah juga telah menyalurkan santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia senilai Rp15 juta per orang kepada 86 ahli waris dengan total Rp1.290.000.000.
Wamensos menegaskan bahwa setiap data korban yang telah diverifikasi oleh pemerintah daerah dan BNPB akan langsung ditindaklanjuti.
“Setiap data yang telah diverifikasi oleh bupati, wali kota, dan BNPB segera akan kami tindak lanjuti dengan proses pencairan untuk santunan korban meninggal tersebut,” tegasnya.
Selain bantuan tanggap darurat, pemerintah juga menyiapkan paket bantuan pascabencana yang siap disalurkan. Program tersebut meliputi bantuan tunai Rp3.000.000 per keluarga untuk kebutuhan perabotan bagi penerima hunian sementara maupun hunian tetap, bantuan tambahan lauk-pauk Rp450.000 per orang per bulan selama tiga bulan, serta dukungan pemberdayaan ekonomi pascabencana senilai Rp5.000.000 per keluarga sesuai hasil asesmen.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa distribusi logistik selama satu bulan terakhir telah menyalurkan 1.526 ton logistik dengan tingkat distribusi mencapai 97 persen. Di Aceh, Posko Iskandar Muda mencatat laju distribusi 80,93 persen, sementara di Sumatera Utara distribusi di Posko Silangit mencapai 98,2 persen dan Posko Kualanamu 72,4 persen, serta di Sumatera Barat mencapai 93,5 persen.
“SOP kami itu tidak ada barang yang datang tinggal lebih dari 2×24 jam. Semua pasti langsung terdistribusi. Jadi laju distribusi kita di setiap posko itu di atas 80 persen,” tegas Abdul.
Terkait dana tunggu hunian, Abdul menjelaskan sebanyak 16.264 kepala keluarga telah terdata secara by name by address dan tervalidasi dengan data kependudukan Kementerian Dalam Negeri. Dana sebesar Rp600.000 per KK per bulan akan disalurkan dengan mekanisme jemput bola melalui bank-bank Himbara.
“Pencairan 600 ribu per KK per bulan ini nantinya akan jemput bola. Jadi masyarakat tidak perlu antre di bank,” jelasnya. Ia menambahkan, rekening penerima telah dibuka dan penyaluran tahap pertama segera dilakukan, sementara pendataan tahap berikutnya terus berjalan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: