TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Pertamina Integrasikan Hulu-Hilir di RDMP Balikpapan untuk Ketahanan Energi Nasional

Poin Penting (3)
  • RDMP Balikpapan mengintegrasikan hulu-hilir dengan pipa gas Senipah-Balikpapan 78 km dan Terminal BBM Tanjung Batu 125 ribu KL untuk distribusi ke Indonesia Timur
  • Investasi Rp124,79 triliun meningkatkan kapasitas kilang dari 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari dengan BBM standar Euro V ramah lingkungan
  • Pertamina targetkan swasembada energi nasional melalui fasilitas CDU, RFCC, dan dua tangki penyimpanan raksasa masing-masing 1 juta barel di Lawe-lawe

Resolusi.co, JAKARTA – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyatakan bahwa proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan merupakan inisiatif strategis yang mengintegrasikan sektor hulu hingga hilir untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Proyek ini dirancang guna memastikan pasokan energi yang berkelanjutan, efisien, dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri yang terus meningkat.

Salah satu infrastruktur utama dari proyek ini adalah jaringan pipa gas Senipah-Balikpapan sepanjang 78 kilometer. Jalur ini menjadi sarana utama dalam mengalirkan bahan baku energi dari sektor hulu menuju fasilitas pengolahan kilang secara lebih stabil.

“Proyek RDMP ini adalah proyek yang terintegrasi antara hulu dan hilir yang kita mulai dengan struktur pipa Senipah sepanjang 78 km, yang menjadi pasokan untuk bahan baku menuju ke kilang ini,” ujar Simon, Selasa (13/1/2026).

Pada sisi hilir, RDMP Balikpapan terhubung dengan Terminal BBM Tanjung Batu yang memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 125 ribu kiloliter. Terminal ini berfungsi mendukung distribusi bahan bakar minyak, terutama ke kawasan Indonesia bagian timur.

RDMP Balikpapan juga mencatatkan kemajuan signifikan melalui penyelesaian berbagai unit dan fasilitas pendukung. Salah satunya adalah Single Point Mooring (SPM) yang beroperasi sebagai dermaga terapung untuk melayani kapal pengangkut minyak mentah berkapasitas besar.

Simon menjelaskan bahwa RDMP Balikpapan dilengkapi fasilitas utama berupa Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). CDU berfungsi mengolah minyak mentah melalui proses distilasi, sementara RFCC mengonversi residu menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Proyek ini juga mencakup pembangunan dua tangki penyimpanan minyak mentah raksasa di Lawe-lawe dengan kapasitas masing-masing mencapai satu juta barel. Hasil pengolahan dari kilang ini menghasilkan bahan bakar minyak berkualitas lebih baik dengan standar Euro V yang lebih ramah lingkungan dan mampu menekan emisi.

“Hasil pengolahan Kilang Balikpapan akan menghasilkan kualitas yang lebih baik, berstandar Euro V yang berarti lebih ramah lingkungan dan mengurangi emisi,” terang Simon.

Apresiasi disampaikan kepada ribuan Perwira Pertamina yang menjadi tulang punggung keberhasilan proyek RDMP Balikpapan. Proyek ini tidak hanya menitikberatkan pada pengembangan teknologi dan aset, tetapi juga pada dedikasi sumber daya manusia yang bekerja di tengah kompleksitas proyek serta penerapan standar keselamatan kerja yang tinggi.

Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi RDMP Balikpapan mencerminkan peran Pertamina dalam menjalankan amanah sebagai tumpuan energi nasional. Peran ini menuntut kerja keras, disiplin dalam tata kelola, serta komitmen untuk terus berinovasi demi kepentingan bangsa.

“Kita dapat menunjukkan Indonesia dapat berdiri di atas kaki sendiri, kita dapat menentukan nasib kita dan menuju swasembada energi,” kata Simon.

Proyek RDMP Balikpapan dengan nilai investasi sekitar 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp124,79 triliun ini meningkatkan kapasitas produksi BBM dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari berstandar Euro V. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor energi dan mendorong Indonesia menuju swasembada energi.