Presiden Prabowo Instruksikan TNI-Polri Amankan Sumber Daya Alam dari Eksploitasi Ilegal

- Presiden Prabowo memerintahkan TNI-Polri mengamankan sumber daya alam Indonesia dari eksploitasi ilegal dan pelanggaran hukum oleh pihak mana pun
- TNI-Polri diminta siaga penuh membantu rakyat kapan saja, menegakkan hukum secara adil, dan menjaga sinergitas terutama di zona rawan bencana
- Presiden mengapresiasi dukungan TNI-Polri terhadap program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, kedaulatan pangan-energi, dan Indonesia ASRI
, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran pimpinan TNI dan Polri di Istana Merdeka pada Senin sore, 9 Februari 2026. Salah satu poin krusial yang disampaikan: pengawasan ketat terhadap sumber daya alam negara.
Indonesia memiliki cadangan energi berlimpah. Minyak, gas bumi, hingga mineral dan batu bara tersebar di berbagai wilayah.
“Jaga seluruh Sumber Daya Alam Indonesia dari segala macam bentuk pelanggaran dan eksploitasi ilegal oleh siapapun,” demikian arahan Prabowo yang dikutip dari akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet.
Prabowo juga menekankan soal kesiapsiagaan. TNI dan Polri harus hadir saat rakyat membutuhkan, kapan pun dan di mana pun.
Penegakan hukum yang adil menjadi catatan penting lainnya. Prabowo meminta kedua institusi menindak siapa saja tanpa pandang bulu, tetapi tetap berdasar keadilan.
Kepercayaan rakyat harus dijaga dengan respons cepat. Itulah yang ditegaskan Prabowo dalam kesempatan itu, bukan sekadar retorika pelantikan.
Apresiasi diberikan kepada prajurit yang sudah bergerak cepat menangani bencana. Khusus untuk Sumatera dan zona rawan lainnya, sinergi dari pimpinan hingga anggota lapangan harus solid.
Program strategis pemerintah juga membutuhkan dukungan penuh. Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa, Sekolah Rakyat, kedaulatan pangan dan energi, hingga pembangunan jembatan di pelosok untuk akses warga dan anak sekolah.
Terakhir, Prabowo mengingatkan soal program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). TNI-Polri bersama pemerintah daerah diminta menerapkannya mulai dari lingkungan kantor masing-masing.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: