TODAY'S RECAP
Terduga Pembobol Toko di Gili Iyang Diamankan, Warga Minta Kasus Pencurian Lama Ikut DiusutSatpam Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol, Ada Apa di Balik Kematian Sumarna?Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Arief Fadli di JakartaSudaryono Resmi Jabat Kepala BGN, Langsung Gelar Rapat InternalGMPK Dukung Penunjukan Sudaryono Jadi Kepala BGN, Sebut Momentum Perbaikan Tata Kelola MBGMUI Dukung Usulan Kemenag, Materi Pencegahan LGBT Bakal Masuk Kurikulum SD Kelas 4Polisi Ungkap Kronologi Kasus Rudapaksa Gadis Sampang, 27 Pelaku TeridentifikasiDistribusi MBG di Rembang Kembali Berjalan Hari Ini Usai Libur SekolahAkivis Anti Korupsi: Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PUBicara di Diklat GMPK, Angga Raka Prabowo Beberkan Sisi Gelap Algoritma MedsosIsi Materi di Diklat GMPK, Mendiktisaintek Beberkan Strategi University 4.0 demi Target Ekonomi 8 PersenMenuju Indonesia Emas 2045, Budiman Sudjatmiko Bedah Tantangan Nalar Manusia di Era AIKepala Barantin di Diklat GMPK: Kebebasan Berpendapat Jangan Disalahgunakan untuk MenghinaBedah Trilogi Kerukunan di Diklat GMPK Bogor, Wakil Menteri Agama Ingatkan Pentingnya Etika KritikHadiri Diklat GMPK di Bogor, Menteri ATR Nusron Wahid Bedah Tiga Pilar Kedaulatan Negara dan Peran PemudaDi Hadapan Kader GMPK, Asisten Khusus Presiden Bedah Karakter Pemimpin Problem Solver dan Visi Aksi PrabowoTanggapi Tagar #KaburAjaDulu, Mrs. Mada Latih Kader GMPK Kemas Pesan Program PemerintahGelar Diklat Pratama I di Bogor, GMPK Dorong Intelektual Berjiwa Patriot dan Jadi Mitra Kritis PemerintahKukuhkan Arah Gerak Organisasi, Diklat GMPK Bedah AD/ART pada Diklat Pratama I di BogorSiapkan Calon Pemimpin Nasional Kapabel, GMPK Samakan Frekuensi Pemikiran Kader dari Aceh hingga PapuaBuka Diklat GMPK di Bogor, Wamentan Sudaryono Bedah Arah Kebijakan Ekonomi dan Visi Kepemimpinan PrabowoDaerah Protes Anggaran Dipotong, Purbaya Santai: Saya Bukan yang Motong, Saya Pewaris AjaMantan Istri di Jepang Ditangkap setelah Sembunyikan Jenazah Suami dalam Freezer Selama 14 Tahun di KobeBelum Berhenti di Tiga Tersangka, Kejagung Tambah 40 Hari Penahanan Bos BGN demi Bongkar Korupsi MBGSudah Tiga Orang Meninggal, DPR Buka Suara soal Latihan Militer Mematikan bagi Peserta SPPIDatang untuk Melahirkan, Perempuan Muda Ini Justru Kehilangan Rahim, Keluarga Geruduk Kantor Dinkes PamekasanDua Peserta SPPI Gugur saat Latsarmil, Kemhan Buka Kronologi dan Siapkan Evaluasi MenyeluruhKetua BEM FH UBK Dinonaktifkan setelah Akui Terima Rp20 Juta untuk Belokkan Arah Demo dari IstanaDapur MBG Tercatat di Sistem tapi Tak Ada Bangunannya, Tim Investigasi Temukan Lokasinya di KuburanDasco Buka Suara: Isu Ekonomi Sengaja Digoreng Seolah Indonesia di Ambang KeruntuhanTerduga Pembobol Toko di Gili Iyang Diamankan, Warga Minta Kasus Pencurian Lama Ikut DiusutSatpam Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol, Ada Apa di Balik Kematian Sumarna?Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Arief Fadli di JakartaSudaryono Resmi Jabat Kepala BGN, Langsung Gelar Rapat InternalGMPK Dukung Penunjukan Sudaryono Jadi Kepala BGN, Sebut Momentum Perbaikan Tata Kelola MBGMUI Dukung Usulan Kemenag, Materi Pencegahan LGBT Bakal Masuk Kurikulum SD Kelas 4Polisi Ungkap Kronologi Kasus Rudapaksa Gadis Sampang, 27 Pelaku TeridentifikasiDistribusi MBG di Rembang Kembali Berjalan Hari Ini Usai Libur SekolahAkivis Anti Korupsi: Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PUBicara di Diklat GMPK, Angga Raka Prabowo Beberkan Sisi Gelap Algoritma MedsosIsi Materi di Diklat GMPK, Mendiktisaintek Beberkan Strategi University 4.0 demi Target Ekonomi 8 PersenMenuju Indonesia Emas 2045, Budiman Sudjatmiko Bedah Tantangan Nalar Manusia di Era AIKepala Barantin di Diklat GMPK: Kebebasan Berpendapat Jangan Disalahgunakan untuk MenghinaBedah Trilogi Kerukunan di Diklat GMPK Bogor, Wakil Menteri Agama Ingatkan Pentingnya Etika KritikHadiri Diklat GMPK di Bogor, Menteri ATR Nusron Wahid Bedah Tiga Pilar Kedaulatan Negara dan Peran PemudaDi Hadapan Kader GMPK, Asisten Khusus Presiden Bedah Karakter Pemimpin Problem Solver dan Visi Aksi PrabowoTanggapi Tagar #KaburAjaDulu, Mrs. Mada Latih Kader GMPK Kemas Pesan Program PemerintahGelar Diklat Pratama I di Bogor, GMPK Dorong Intelektual Berjiwa Patriot dan Jadi Mitra Kritis PemerintahKukuhkan Arah Gerak Organisasi, Diklat GMPK Bedah AD/ART pada Diklat Pratama I di BogorSiapkan Calon Pemimpin Nasional Kapabel, GMPK Samakan Frekuensi Pemikiran Kader dari Aceh hingga PapuaBuka Diklat GMPK di Bogor, Wamentan Sudaryono Bedah Arah Kebijakan Ekonomi dan Visi Kepemimpinan PrabowoDaerah Protes Anggaran Dipotong, Purbaya Santai: Saya Bukan yang Motong, Saya Pewaris AjaMantan Istri di Jepang Ditangkap setelah Sembunyikan Jenazah Suami dalam Freezer Selama 14 Tahun di KobeBelum Berhenti di Tiga Tersangka, Kejagung Tambah 40 Hari Penahanan Bos BGN demi Bongkar Korupsi MBGSudah Tiga Orang Meninggal, DPR Buka Suara soal Latihan Militer Mematikan bagi Peserta SPPIDatang untuk Melahirkan, Perempuan Muda Ini Justru Kehilangan Rahim, Keluarga Geruduk Kantor Dinkes PamekasanDua Peserta SPPI Gugur saat Latsarmil, Kemhan Buka Kronologi dan Siapkan Evaluasi MenyeluruhKetua BEM FH UBK Dinonaktifkan setelah Akui Terima Rp20 Juta untuk Belokkan Arah Demo dari IstanaDapur MBG Tercatat di Sistem tapi Tak Ada Bangunannya, Tim Investigasi Temukan Lokasinya di KuburanDasco Buka Suara: Isu Ekonomi Sengaja Digoreng Seolah Indonesia di Ambang KeruntuhanTerduga Pembobol Toko di Gili Iyang Diamankan, Warga Minta Kasus Pencurian Lama Ikut DiusutSatpam Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol, Ada Apa di Balik Kematian Sumarna?Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Arief Fadli di JakartaSudaryono Resmi Jabat Kepala BGN, Langsung Gelar Rapat InternalGMPK Dukung Penunjukan Sudaryono Jadi Kepala BGN, Sebut Momentum Perbaikan Tata Kelola MBGMUI Dukung Usulan Kemenag, Materi Pencegahan LGBT Bakal Masuk Kurikulum SD Kelas 4Polisi Ungkap Kronologi Kasus Rudapaksa Gadis Sampang, 27 Pelaku TeridentifikasiDistribusi MBG di Rembang Kembali Berjalan Hari Ini Usai Libur SekolahAkivis Anti Korupsi: Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PUBicara di Diklat GMPK, Angga Raka Prabowo Beberkan Sisi Gelap Algoritma MedsosIsi Materi di Diklat GMPK, Mendiktisaintek Beberkan Strategi University 4.0 demi Target Ekonomi 8 PersenMenuju Indonesia Emas 2045, Budiman Sudjatmiko Bedah Tantangan Nalar Manusia di Era AIKepala Barantin di Diklat GMPK: Kebebasan Berpendapat Jangan Disalahgunakan untuk MenghinaBedah Trilogi Kerukunan di Diklat GMPK Bogor, Wakil Menteri Agama Ingatkan Pentingnya Etika KritikHadiri Diklat GMPK di Bogor, Menteri ATR Nusron Wahid Bedah Tiga Pilar Kedaulatan Negara dan Peran PemudaDi Hadapan Kader GMPK, Asisten Khusus Presiden Bedah Karakter Pemimpin Problem Solver dan Visi Aksi PrabowoTanggapi Tagar #KaburAjaDulu, Mrs. Mada Latih Kader GMPK Kemas Pesan Program PemerintahGelar Diklat Pratama I di Bogor, GMPK Dorong Intelektual Berjiwa Patriot dan Jadi Mitra Kritis PemerintahKukuhkan Arah Gerak Organisasi, Diklat GMPK Bedah AD/ART pada Diklat Pratama I di BogorSiapkan Calon Pemimpin Nasional Kapabel, GMPK Samakan Frekuensi Pemikiran Kader dari Aceh hingga PapuaBuka Diklat GMPK di Bogor, Wamentan Sudaryono Bedah Arah Kebijakan Ekonomi dan Visi Kepemimpinan PrabowoDaerah Protes Anggaran Dipotong, Purbaya Santai: Saya Bukan yang Motong, Saya Pewaris AjaMantan Istri di Jepang Ditangkap setelah Sembunyikan Jenazah Suami dalam Freezer Selama 14 Tahun di KobeBelum Berhenti di Tiga Tersangka, Kejagung Tambah 40 Hari Penahanan Bos BGN demi Bongkar Korupsi MBGSudah Tiga Orang Meninggal, DPR Buka Suara soal Latihan Militer Mematikan bagi Peserta SPPIDatang untuk Melahirkan, Perempuan Muda Ini Justru Kehilangan Rahim, Keluarga Geruduk Kantor Dinkes PamekasanDua Peserta SPPI Gugur saat Latsarmil, Kemhan Buka Kronologi dan Siapkan Evaluasi MenyeluruhKetua BEM FH UBK Dinonaktifkan setelah Akui Terima Rp20 Juta untuk Belokkan Arah Demo dari IstanaDapur MBG Tercatat di Sistem tapi Tak Ada Bangunannya, Tim Investigasi Temukan Lokasinya di KuburanDasco Buka Suara: Isu Ekonomi Sengaja Digoreng Seolah Indonesia di Ambang KeruntuhanTerduga Pembobol Toko di Gili Iyang Diamankan, Warga Minta Kasus Pencurian Lama Ikut DiusutSatpam Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol, Ada Apa di Balik Kematian Sumarna?Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Arief Fadli di JakartaSudaryono Resmi Jabat Kepala BGN, Langsung Gelar Rapat InternalGMPK Dukung Penunjukan Sudaryono Jadi Kepala BGN, Sebut Momentum Perbaikan Tata Kelola MBGMUI Dukung Usulan Kemenag, Materi Pencegahan LGBT Bakal Masuk Kurikulum SD Kelas 4Polisi Ungkap Kronologi Kasus Rudapaksa Gadis Sampang, 27 Pelaku TeridentifikasiDistribusi MBG di Rembang Kembali Berjalan Hari Ini Usai Libur SekolahAkivis Anti Korupsi: Pihak Tertentu Giring Opini Serang Menteri PUBicara di Diklat GMPK, Angga Raka Prabowo Beberkan Sisi Gelap Algoritma MedsosIsi Materi di Diklat GMPK, Mendiktisaintek Beberkan Strategi University 4.0 demi Target Ekonomi 8 PersenMenuju Indonesia Emas 2045, Budiman Sudjatmiko Bedah Tantangan Nalar Manusia di Era AIKepala Barantin di Diklat GMPK: Kebebasan Berpendapat Jangan Disalahgunakan untuk MenghinaBedah Trilogi Kerukunan di Diklat GMPK Bogor, Wakil Menteri Agama Ingatkan Pentingnya Etika KritikHadiri Diklat GMPK di Bogor, Menteri ATR Nusron Wahid Bedah Tiga Pilar Kedaulatan Negara dan Peran PemudaDi Hadapan Kader GMPK, Asisten Khusus Presiden Bedah Karakter Pemimpin Problem Solver dan Visi Aksi PrabowoTanggapi Tagar #KaburAjaDulu, Mrs. Mada Latih Kader GMPK Kemas Pesan Program PemerintahGelar Diklat Pratama I di Bogor, GMPK Dorong Intelektual Berjiwa Patriot dan Jadi Mitra Kritis PemerintahKukuhkan Arah Gerak Organisasi, Diklat GMPK Bedah AD/ART pada Diklat Pratama I di BogorSiapkan Calon Pemimpin Nasional Kapabel, GMPK Samakan Frekuensi Pemikiran Kader dari Aceh hingga PapuaBuka Diklat GMPK di Bogor, Wamentan Sudaryono Bedah Arah Kebijakan Ekonomi dan Visi Kepemimpinan PrabowoDaerah Protes Anggaran Dipotong, Purbaya Santai: Saya Bukan yang Motong, Saya Pewaris AjaMantan Istri di Jepang Ditangkap setelah Sembunyikan Jenazah Suami dalam Freezer Selama 14 Tahun di KobeBelum Berhenti di Tiga Tersangka, Kejagung Tambah 40 Hari Penahanan Bos BGN demi Bongkar Korupsi MBGSudah Tiga Orang Meninggal, DPR Buka Suara soal Latihan Militer Mematikan bagi Peserta SPPIDatang untuk Melahirkan, Perempuan Muda Ini Justru Kehilangan Rahim, Keluarga Geruduk Kantor Dinkes PamekasanDua Peserta SPPI Gugur saat Latsarmil, Kemhan Buka Kronologi dan Siapkan Evaluasi MenyeluruhKetua BEM FH UBK Dinonaktifkan setelah Akui Terima Rp20 Juta untuk Belokkan Arah Demo dari IstanaDapur MBG Tercatat di Sistem tapi Tak Ada Bangunannya, Tim Investigasi Temukan Lokasinya di KuburanDasco Buka Suara: Isu Ekonomi Sengaja Digoreng Seolah Indonesia di Ambang Keruntuhan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

28 Juli 2026

Cari berita

Pulihkan Pemerintahan Pascabencana, Kemendagri Terjunkan 1.138 Praja IPDN ke Aceh Tamiang dan Aceh Utara

Poin Penting (3)
  • Kemendagri menerjunkan 1.138 praja IPDN secara bertahap ke Aceh Tamiang dan Aceh Utara untuk membersihkan kantor-kantor pemerintahan yang tertimbun lumpur dan mengaktifkan kembali pelayanan publik yang lumpuh pascabencana.
  • Tito Karnavian menegaskan pemulihan kantor pemerintahan adalah prioritas utama karena menjadi jantung indikator pulihnya suatu daerah, dengan target waktu satu bulan untuk menghidupkan kembali lebih dari 200 desa terdampak.
  • Bencana di Aceh tercatat paling masif dengan 1.455 kantor desa terdampak dan 13 desa hilang, sementara para praja dilengkapi peralatan kebersihan dan disambut hangat warga setempat yang berharap mempercepat pemulihan.

Resolusi.co, TANGERANG – Kementerian Dalam Negeri mengerahkan 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri untuk membantu percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Pengiriman dilakukan secara bertahap melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, mulai Sabtu (3/1/2026).

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara langsung melepas keberangkatan para praja pada gelombang pertama yang berangkat menuju lokasi bencana. Tito menegaskan bahwa penugasan ini merupakan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah yang tengah berjuang pulih dari bencana.

“Hari ini saya sengaja melepas mereka untuk memberikan motivasi kepada mereka dan juga nanti Insya Allah, saya akan ke sana menerima mereka dalam bentuk upacara bersama dengan pemerintah daerah.”

Pengiriman praja IPDN dilakukan melalui tiga gelombang keberangkatan. Gelombang pertama pada Sabtu membawa 413 personel, disusul gelombang kedua pada Minggu sebanyak 414 personel, dan gelombang ketiga pada Senin dengan 179 personel. Sebelumnya, tim perintis sebanyak 132 personel telah berada di lokasi untuk melakukan persiapan.

Menurut Tito, dari 18 kabupaten terdampak di Aceh, sebanyak 11 kabupaten sudah menunjukkan perbaikan signifikan. Namun, tujuh kabupaten lainnya masih memerlukan perhatian khusus, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

“Sebagian besar recover, tinggal ada lima yang perlu kita atensi yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Kota Sibulga, dan untuk Aceh memang yang paling berat terdampak dari 18 kabupaten, 11 sudah jauh membaik, yang tujuh lagi ini memerlukan atensi spesifik untuk dapat dipulihkan.”

Mendagri menjelaskan bahwa para praja IPDN beserta pengasuhnya akan menjalankan dua tugas utama selama penugasan. Pertama, membantu kegiatan pembersihan kantor-kantor pemerintahan yang masih tertimbun lumpur. Kedua, mengaktifkan kembali fungsi pemerintahan dan layanan publik di desa-desa terdampak.

Para praja akan difokuskan untuk membersihkan kantor bupati dan kantor perangkat daerah yang masih dipenuhi lumpur sehingga aktivitas pemerintahan belum dapat berjalan maksimal. Tito menekankan bahwa pemulihan kantor pemerintahan merupakan prioritas karena menjadi indikator utama pulihnya suatu daerah pascabencana.

“Kantor pemerintahan adalah jantung indikator pulihnya suatu keadaan. Kenapa? Karena di situ ada perintah, otoritas, dan pusat sumber daya.”

Setelah kantor-kantor pemerintahan kembali berfungsi, para praja akan diarahkan untuk membantu pemulihan fasilitas lain seperti pertokoan, pasar, hingga pelayanan pemerintahan desa. Lebih dari 200 desa di Aceh Tamiang mengalami kerusakan, dengan layanan kependudukan dan pelayanan publik lainnya yang belum dapat berjalan.

“Kedua nanti adalah membangkitkan desa-desa yang cukup banyak lebih dari 200, di sana yang belum berjalan dukcapil, layanan publik yang lain itu harus bisa dihidupkan, target waktu mereka sebulan, dan ini masuk kurikulum.”

Mendagri mencatat bahwa dampak bencana di wilayah Aceh sangat masif, dengan 1.455 kantor desa terdampak. Kondisi ini menyebabkan pemerintahan desa tidak dapat berfungsi secara normal. Bahkan, sebanyak 22 desa tercatat hilang akibat bencana, dengan rincian 13 desa di Aceh, delapan desa di Sumatera Utara, dan satu desa di Sumatera Barat.

Para praja telah dilengkapi dengan peralatan kebersihan seperti cangkul, sekop, dan masker untuk mendukung tugas mereka di lapangan. Mereka dijadwalkan bertugas selama satu bulan, terhitung mulai 3 Januari hingga 3 Februari 2026, dengan kemungkinan perpanjangan waktu jika diperlukan.

Tito mengingatkan para praja IPDN untuk mempersiapkan diri dengan baik mengingat kondisi di lapangan yang masih penuh lumpur dan debu. Ia juga menekankan pentingnya tidak merepotkan pemerintah daerah setempat yang tengah menghadapi situasi sulit.

“Yang penting, saya titip satu, jangan merepotkan pemerintah lokal karena pemerintah lokal sudah sulit. Kita datang mau bantu, bukan membuat mereka tambah sulit.”

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto turut mendampingi keberangkatan dan memberikan pengarahan kepada para praja yang tiba di Aceh Tamiang. Ia mengingatkan bahwa mereka berada di medan perjuangan selama minimal satu bulan untuk membantu pemulihan daerah.

“Adik-adik praja, ini adalah medan perjuangan selama paling tidak satu bulan. Tugas kita di sini adalah membersihkan kantor-kantor dinas,” ujar Bima Arya.

Kedatangan para praja IPDN disambut hangat oleh warga setempat. Masyarakat Aceh Tamiang berharap kehadiran mereka dapat mempercepat proses pemulihan daerah yang sempat lumpuh akibat bencana. Para praja yang tiba terlebih dahulu kemudian diarahkan ke bangunan besar semi-terbuka dengan tandu lipat sebagai tempat istirahat mereka.

Mendagri menyatakan optimisme bahwa dengan tambahan kekuatan dari praja IPDN, TNI, Polri, serta dukungan berbagai kementerian dan lembaga, pemulihan Aceh khususnya Aceh Tamiang dapat berlangsung lebih cepat. Tito juga tidak menutup kemungkinan para praja IPDN akan dikirim ke daerah lain di Aceh yang membutuhkan bantuan pemulihan.

“Saya sangat yakin bahwa Aceh akan pulih dengan jauh lebih cepat.”

Penugasan para praja IPDN ini juga dihitung sebagai bagian dari kurikulum pendidikan mereka. Tito meminta para praja untuk menerapkan ilmu pemerintahan yang telah diperoleh selama perkuliahan untuk membantu praktis di lapangan bersama ASN Kemendagri dan pengasuh mereka.

“Praktikkan bersama dengan nanti ASN Kemendagri, pengasuh, untuk bantu menghidupkan pemerintahan kabupaten, kecamatan, desa-desa.”

Pengiriman praja IPDN ke lokasi bencana dilakukan melalui kolaborasi Kemendagri dengan Lion Air Grup untuk memastikan mobilisasi berjalan cepat dan efisien, mengingat keterbatasan akses dan kondisi infrastruktur di wilayah terdampak bencana.