Lebih dari 9.000 Tahanan Palestina Alami Penyiksaan di Penjara Israel

- Klub Tahanan Palestina menyebut penjara Israel telah menjadi arena penyiksaan sistematis dan pembunuhan bertahap terhadap lebih dari 9.350 tahanan Palestina.
- Sejak perang dimulai, lebih dari 100 tahanan terbunuh, sementara 21.000 warga Palestina ditangkap di Tepi Barat dalam dua tahun terakhir.
- Sekitar 50 persen tahanan ditahan tanpa dakwaan melalui skema penahanan administratif atau klasifikasi "kombatan ilegal", yang dikritik sebagai pelanggaran hukum internasional.
, Palestina – Klub Tahanan Palestina menyebut fasilitas penahanan Israel telah berubah fungsi menjadi tempat kejahatan kemanusiaan terhadap warga Palestina. Pernyataan ini keluar pada Sabtu, bersamaan dengan gelombang aksi solidaritas internasional yang menuntut pembebasan tahanan.
Organisasi itu menegaskan bahwa dukungan dari berbagai negara bukan lagi sekedar simbol empati. Kampanye global kini telah berubah menjadi kekuatan aktif untuk melawan sistem kolonial yang secara sistematis menghapus eksistensi rakyat Palestina.
Situasi saat ini, menurut mereka, adalah fase paling kritis dalam sejarah perjuangan Palestina.
Pernyataan tersebut bertepatan dengan pelaksanaan berbagai aksi di sejumlah kota dunia dalam kerangka kampanye “Pita Merah”. Gerakan ini menyoroti kondisi brutal yang dialami tahanan.
Klub Tahanan Palestina mengatakan bahwa penjara dan kamp militer Israel sudah tidak lagi mengikuti hukum atau standar kemanusiaan.
“Tempat-tempat itu kini menjadi ruang penyiksaan fisik dan mental, pembunuhan bertahap, serta penghinaan yang dipraktikkan secara sistematis,” tegas mereka.
Aksi solidaritas global yang mendukung ribuan tahanan Palestina dianggap sebagai kebangkitan nurani kemanusiaan dunia. Klub Tahanan menilai gerakan internasional itu sebagai kecaman langsung terhadap kebungkaman global yang selama ini justru melindungi keberlanjutan kejahatan.
Sejak perang dimulai, rezim Israel telah membunuh lebih dari 100 tahanan Palestina. Penyiksaan, kelaparan, dan penolakan akses medis menjadi kebijakan rutin.
Lebih dari 21.000 warga Palestina di Tepi Barat ditangkap dalam dua tahun terakhir. Ribuan lainnya dari Jalur Gaza juga ditahan.
Langkah-langkah ini dianggap sebagai upaya menghancurkan struktur sosial Palestina dan melemahkan daya tahan masyarakat. Dukungan internasional dinilai sebagai garda moral yang tersisa untuk membela perjuangan Palestina.
“Solidaritas global membantu membongkar narasi kolonial pendudukan dan menegaskan kembali bahwa ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata pernyataan organisasi itu.
Mereka menambahkan bahwa kejahatan tersebut tidak hanya menyasar rakyat Palestina, tetapi juga nilai-nilai keadilan universal.
Penjara Israel bukan hanya tempat penahanan. Di sana, tahanan mengalami berbagai bentuk kekerasan yang tidak terlihat oleh publik global. Beberapa tahanan yang baru dibebaskan menceritakan kondisi tubuh mereka yang kurus akibat kelaparan, luka penyiksaan yang masih tampak, serta gangguan mental yang menetap.
Klub Tahanan Palestina menekankan bahwa mobilisasi berkelanjutan dan advokasi internasional bukan pilihan, melainkan keharusan moral dan hukum. Tekanan global diperlukan untuk menghentikan kejahatan sistematis dan memastikan Israel bertanggung jawab di hadapan keadilan internasional.
Mereka menyerukan kepada masyarakat dunia untuk terus bersuara. Desakan diarahkan kepada pemerintah untuk memutus hubungan dengan Israel dan menerapkan boikot ekonomi, budaya, serta akademik terhadap pendudukan.
Data awal Januari 2026 menunjukkan jumlah tahanan dan narapidana Palestina di penjara Israel telah melampaui 9.350 orang. Angka ini mencakup 56 tahanan perempuan, termasuk dua anak perempuan.
Jumlah tahanan anak mencapai sekitar 350 orang. Sebagian besar ditahan di penjara Megiddo dan Ofer.
Sebanyak 3.385 orang ditahan secara administratif, artinya tanpa dakwaan atau proses pengadilan. Ada 1.237 tahanan lain yang diklasifikasikan Israel sebagai “kombatan ilegal”, kategori yang juga mencakup tahanan Arab dari Lebanon dan Suriah.
Data ini belum memasukkan seluruh tahanan Gaza yang ditahan di kamp militer Israel dengan klasifikasi serupa.
Berdasarkan data tersebut, sekitar 50 persen dari seluruh tahanan ditahan tanpa dakwaan. Praktik ini dikritik keras organisasi hak asasi manusia sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Sejumlah organisasi internasional turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Hari Solidaritas Internasional dengan Tahanan Palestina yang diperingati pada Sabtu. Di antaranya adalah “Kampanye Global untuk Menyelamatkan Tahanan” dan “Armada Keteguhan” yang berupaya mematahkan pengepungan Gaza.
Aksi di lapangan diiringi kampanye digital masif dengan tagar seperti #HariSolidaritasInternasionaldenganParaTahanan, #SelamatkanParaTahanan, dan #KebebasanUntukParaTahanan.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: