TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

6 April 2026

Cari berita

Mau Kuliah Gratis Plus Uang Saku? Ini Syarat Beasiswa Bank Indonesia 2026

Poin Penting (3)
  • Bank Indonesia membuka beasiswa 2026 untuk mahasiswa S1, D3, dan D4 dengan dua jalur: Unggulan (IPK minimal 3,5 plus TOEFL/IELTS) dan Reguler (IPK minimal 3,0)
  • Penerima mendapat bantuan biaya pendidikan, tunjangan studi, dan biaya hidup maksimal empat semester, dengan kewajiban aktif di komunitas GenBi dan kegiatan Bank Indonesia
  • Jurusan yang diprioritaskan meliputi ekonomi, akuntansi, perbankan syariah, matematika, statistika, pertanian, peternakan, hukum, teknologi informasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif

Resolusi.co, JAKARTA – Bank Indonesia kembali membuka program beasiswa untuk mahasiswa aktif jenjang sarjana dan diploma tahun ini. Informasi seleksi akan disampaikan langsung oleh perguruan tinggi yang menjalin kerja sama dengan bank sentral.

Melalui skema ini, BI menyediakan bantuan biaya pendidikan, tunjangan studi, dan biaya hidup bagi mahasiswa berprestasi. Penerimanya akan bergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBi), komunitas binaan Bank Indonesia.

Proses seleksi dijadwalkan berlangsung pada awal tahun. Pengumumannya akan disalurkan melalui kampus yang memiliki perjanjian kerja sama dengan BI.

Dua Jalur, Persyaratan Berbeda

Program beasiswa BI terbagi menjadi dua kategori: Unggulan dan Reguler. Keduanya memiliki standar berbeda, terutama pada indeks prestasi kumulatif dan kelengkapan dokumen.

Untuk jalur Unggulan, peserta wajib memiliki IPK minimal 3,5. Mereka juga harus melampirkan skor TOEFL atau IELTS yang masih berlaku.

Sementara jalur Reguler menetapkan batas IPK 3,0, dengan pengecualian untuk kampus di Kawasan Timur Indonesia yang boleh mengajukan mahasiswa ber-IPK 2,5 asalkan masuk 30 besar usulan perguruan tinggi. Khusus Papua dan Papua Barat, kuota Orang Asli Papua minimum 20 persen dengan IPK mulai dari 2,5.

“Tidak sedang menerima beasiswa dari lembaga lain atau status ikatan dinas dari lembaga atau instansi lain,” demikian salah satu syarat yang tercantum dalam pengumuman resmi.

Kedua jalur sama-sama mengharuskan peserta aktif dalam kegiatan sosial. Mereka juga mesti bersedia mengelola dan mengembangkan GenBi serta ikut dalam program Bank Indonesia.

Berkas dan Tahapan Seleksi

Calon penerima beasiswa Unggulan harus menyiapkan biodata, fotokopi KTP dan KTM, transkrip nilai, dokumen TOEFL/IELTS, motivation letter dalam bahasa Inggris, serta surat rekomendasi dari tokoh akademik dan non-akademik.

Untuk jalur Reguler, persyaratan hampir identik. Hanya saja tidak ada kewajiban melampirkan skor kemampuan bahasa Inggris. Mahasiswa dari keluarga pra sejahtera diutamakan dan bisa menyertakan Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan atau desa.

Seleksi dimulai dari administrasi berkas, dilanjutkan wawancara oleh tim BI. Hasil akhir akan diumumkan oleh kampus masing-masing.

Durasi beasiswa maksimal empat semester. Untuk S1 dan D4, peserta harus sudah menyelesaikan 40 SKS atau semester tiga dengan usia maksimal 23 tahun. Mahasiswa D3 minimal telah menuntaskan 24 SKS atau semester dua, dengan batas usia 22 tahun.

Pengecualian diberikan kepada mahasiswa Orang Asli Papua di wilayah Papua dan Papua Barat, yang boleh mendaftar hingga usia 27 tahun.

Prioritas Program Studi

Bank Indonesia memprioritaskan sejumlah jurusan untuk jenjang sarjana. Di antaranya Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi, Perbankan dan Keuangan Syariah, Ekonomi Islam, Matematika, dan Statistika.

Jurusan lain yang diutamakan mencakup Pertanian, Peternakan, Agribisnis, Hortikultura, Sosial Ekonomi Pertanian dan Perikanan. Bidang hukum, pemerintahan, sosial politik, komunikasi, serta teknologi informasi juga masuk daftar prioritas.

Untuk jenjang vokasi D3 dan D4, fokus diarahkan pada Pertanian, Peternakan, Pariwisata, Kelautan, Perikanan, dan Ekonomi Kreatif.

Seleksi tidak menutup kemungkinan bagi jurusan di luar daftar, namun peluang lolos lebih besar untuk program studi yang tercantum.

Dalam praktiknya, pengumuman beasiswa sering kali muncul di media sosial kampus, mading, akun resmi GenBi universitas, atau langsung dari situs perguruan tinggi. Mahasiswa disarankan rajin memantau kanal-kanal tersebut.