TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Menkop Resmikan Torasera Pertama di Jawa sebagai Pusat Distribusi Koperasi Desa

Poin Penting (3)
  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono meresmikan Torasera Nurja Berkah di Ponpes Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, sebagai Torasera pertama di Pulau Jawa yang menjadi model pusat distribusi untuk koperasi desa
  • Satu Torasera idealnya mampu menyuplai hingga 100 koperasi desa, saat ini 12 KDMP sudah bermitra dengan Torasera Nurja Berkah, dari total 168 KDMP yang direncanakan di Kabupaten Probolinggo baru 17 yang operasional
  • Torasera berfungsi ganda sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok dan offtaker produk masyarakat (pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, kerajinan, kuliner), pemerintah membangun 30 ribu KDMP nasional yang ditargetkan selesai April 2026

Resolusi.co, Probolinggo – Menteri Koperasi Ferry Juliantono meresmikan Torasera (Toko Rakyat Serba Ada) Nurja Berkah milik Koperasi Ponpes Nurul Jadid di Paiton, Probolinggo. Peresmian ini menandai hadirnya Torasera pertama di Pulau Jawa yang menjadi model pengembangan pusat distribusi koperasi desa.

Pengasuh Ponpes Nurul Jadid, Ra Faiz AHZ menjelaskan bahwa program Torasera merupakan bentuk pengembangan dari layanan yang sebelumnya telah berjalan.

“Program Torasera ini adalah kelengkapan dari layanan kami. Harapannya kami bisa melayani masyarakat lebih luas, sekaligus menjadi bagian dari program prioritas pemerintah seperti KDMP dan BNKM,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Saat ini sudah ada sekitar 12 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang bermitra dengan Torasera Nurja Berkah. Secara operasional, kemitraan dilakukan secara bertahap, terutama dalam penyediaan bahan pokok dan sistem distribusi.

“KDMP yang sudah bermitra nantinya suplai barangnya masuk ke sini. Kami berusaha memberikan harga terbaik dengan dukungan KDMP, terutama untuk kebutuhan pangan yang menjadi prioritas,” jelasnya.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa Torasera bukan sekadar gerai ritel biasa.

“Ini bukan gerai. Ini toko rakyat serba ada, Torasera. Fungsinya sebagai pusat distribusi yang akan menyuplai kebutuhan pokok, kebutuhan sehari-hari, hingga barang subsidi ke koperasi desa Kelurahan Merah Putih,” tegasnya.

Idealnya, satu Torasera dapat bertanggung jawab menyuplai hingga 100 koperasi desa. Di Kabupaten Probolinggo sendiri, dari total 168 koperasi desa yang direncanakan, baru 17 yang telah operasional. Ke depan, Torasera Nurja Berkah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan barang bagi koperasi-koperasi tersebut.

Selain sebagai pusat distribusi, Torasera juga akan difungsikan sebagai offtaker atau penampung hasil produksi masyarakat, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, hingga produk kerajinan dan kuliner.

“Pesan Presiden jelas, tidak boleh lagi ada produk masyarakat yang tidak terserap pasar,” kata Ferry.

Ia menyebut, Nurja Berkah memiliki aset lahan yang masih bisa dikembangkan menjadi pusat pengolahan dan pergudangan produk masyarakat. Dengan demikian, Torasera tidak hanya menyalurkan barang dari atas ke bawah, tetapi juga menyerap hasil produksi dari bawah ke atas.

Kementerian Koperasi juga mendorong pelaku UMKM dan pemegang merek lokal, khususnya kalangan milenial dan Gen Z, untuk berani memproduksi barang berbasis bahan baku lokal.

“Silakan produksi barang-barang sendiri dari bahan lokal, lalu kita jual di Torasera ini. Nantinya akan kita distribusikan ke gerai-gerai koperasi desa Kelurahan Merah Putih,” ujarnya.

Pemerintah juga berencana mendorong para penerima manfaat bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan non-tunai untuk secara bertahap menjadi anggota koperasi desa. Dengan begitu, mereka dapat berbelanja di koperasi sekaligus memperoleh sisa hasil usaha (SHU) setiap tahun.

Ferry menyebut Torasera Nurja Berkah merupakan Torasera rintisan kedua setelah sebelumnya diresmikan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dan merupakan yang pertama di Pulau Jawa. Ke depan, Torasera diharapkan hadir di setiap kabupaten/kota.

Secara nasional, pemerintah tengah membangun sekitar 30 ribu koperasi desa Kelurahan Merah Putih yang ditargetkan selesai pembangunan fisiknya pada April mendatang dan siap beroperasi.

“Torasera ini bagian yang tidak terpisahkan dari operasionalisasi koperasi desa. Pasokan dan suplai barang harus dipersiapkan. Idealnya, KDMP di sekitar Torasera menyuplai dan mengambil barang dari sini, apalagi jika harganya lebih murah,” jelasnya.

Melalui sistem distribusi terintegrasi ini, pemerintah berharap distribusi bahan pokok seperti minyak goreng dan beras dapat langsung menjangkau desa melalui koperasi desa. Skema tersebut dinilai penting untuk pengendalian inflasi, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri, ketika harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.

“Dengan infrastruktur seperti ini, mekanisme harga bisa lebih terkendali. Kalau sebelumnya tidak ada instrumen di bawah, harga bisa dimainkan oleh spekulan di tengah,” pungkas Ferry.