TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

3 April 2026

Cari berita

Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026

Poin Penting (3)
  • Pemerintah melalui Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, per 1 April 2026.
  • Dirjen Migas memastikan pasokan BBM dalam kondisi aman dan meminta masyarakat tidak melakukan panic buying akibat isu spekulasi yang beredar.
  • Sebagai ganti kenaikan harga, pemerintah fokus pada penguatan distribusi tepat sasaran dengan rencana pembatasan pembelian Pertalite maksimal 50 liter per hari.

Resolusi.co, JAKARTA — Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan tidak ada kenaikan atau penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), baik jenis subsidi maupun nonsubsidi, per 1 April 2026.

Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat di tengah munculnya berbagai isu spekulatif di media sosial.

“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Dan harga tidak terjadi penyesuaian,” ujar Prasetyo Hadi dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Penegasan ini sekaligus membantah kabar yang beredar di masyarakat mengenai rencana pemerintah menyesuaikan harga BBM nonsubsidi secara drastis pada awal bulan depan.

Menurut Prasetyo, PT Pertamina (Persero) belum akan melakukan perubahan harga menyusul arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan kepentingan rakyat dalam setiap pengambilan kebijakan energi.

Imbauan Tidak Panic Buying

Senada dengan Istana, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, meminta publik untuk tidak melakukan aksi borong atau panic buying.

Ia menegaskan bahwa pasokan minyak mentah nasional saat ini berada dalam kondisi aman, didukung oleh keberhasilan pengamanan pasokan dari Amerika Serikat dan beberapa negara di kawasan Afrika.

“Betul, tidak perlu panic buying, karena barangnya tersedia semua. Informasi proyeksi kenaikan harga yang beredar itu tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Laode saat dikonfirmasi secara terpisah.

Meski harga di SPBU pelat merah dipastikan tetap, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah operator swasta seperti Shell, BP, dan Vivo telah melakukan penyesuaian harga pada periode Maret 2026. Namun, untuk Pertamina, harga jenis Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter dan Solar Subsidi sebesar Rp6.800 per liter.

Pengaturan Distribusi

Di sisi lain, pemerintah juga mengumumkan langkah penguatan distribusi BBM subsidi agar lebih tepat sasaran. Mulai 1 April 2026, pemerintah berencana menerapkan pembatasan pembelian harian untuk BBM subsidi jenis Pertalite sebesar 50 liter per hari bagi kendaraan tertentu.

Langkah ini dipandang sebagai upaya efisiensi anggaran negara guna meredam beban subsidi yang membengkak akibat geopolitik global, tanpa harus menaikkan harga jual di tingkat konsumen.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan selalu merujuk pada informasi resmi dari kanal komunikasi pemerintah atau laman resmi Pertamina terkait perkembangan harga energi nasional.

Daftar Harga BBM Pertamina per 31 Maret 2026 (Wilayah Jawa):

  • Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
  • Biosolar (CN 48): Rp6.800 per liter
  • Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
  • Dexlite: Rp14.200 per liter
  • Pertamina Dex: Rp14.500 per liter