Pengemudi MBG Akhirnya Angkat Bicara soal Insiden Cilincing

- Sopir mobil MBG akhirnya memberikan penjelasan setelah menabrak belasan siswa di SDN Kalibaru 01, Cilincing.
- BGN dan pemerintah langsung turun tangan, menanggung biaya perawatan dan melakukan evaluasi total SOP distribusi MBG.
- Polisi memeriksa sopir dan kernet untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang memicu sorotan publik nasional.
, Jakarta — Sopir mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya memberikan keterangan resmi setelah kendaraannya menabrak puluhan siswa dan seorang guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara pada Kamis pagi. Insiden memicu reaksi cepat dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan sorotan dari pemerintah pusat.
Pengemudi berinisial AI, yang saat kejadian sedang mengendarai mobil MBG, mengaku tidak mengetahui penyebab gas kendaraan terus menyala saat mendekati pagar sekolah. AI menyatakan awalnya ia memperlambat laju kendaraan, namun mobil tetap melaju dan akhirnya menabrak siswa yang mengikuti kegiatan literasi pagi di halaman sekolah.
Kepolisian Metro Jaya segera mengamankan AI dan kernet berinisial MRR untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami apakah insiden itu merupakan kelalaian atau faktor lain. Hingga kini sopir masih berstatus saksi dalam proses penyidikan.
Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 19 siswa dan satu guru dirawat di fasilitas kesehatan terdekat. Korban dibawa ke RSUD Koja, RSUD Cilincing, dan Puskesmas Cilincing untuk perawatan medis.
Pihak BGN langsung turun tangan usai kejadian. Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya memastikan lembaganya bekerja sama dengan sekolah, kepolisian, serta tenaga medis untuk memberikan perawatan terbaik kepada korban. BGN juga menanggung seluruh biaya perawatan dan melakukan evaluasi internal terhadap prosedur pendistribusian MBG.
Sorotan terhadap insiden itu tidak hanya berasal dari publik tetapi juga dari pemerintah pusat. Pemerintah, melalui arahan Presiden, meminta penanganan cepat dan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Evaluasi termasuk perbaikan standar operasional prosedur serta pengawasan terhadap tenaga pengantar program MBG.
Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyerukan agar pemerintah dan pihak terkait bertanggung jawab penuh serta memperbaiki sistem program MBG dari hulu hingga hilir, terutama dalam aspek keselamatan peserta didik.
Kepala BGN Dadan Hindayana juga menyatakan duka cita yang mendalam atas kejadian ini dan menegaskan lembaganya akan memperketat seleksi sopir serta memastikan pemeriksaan teknis kendaraan sebelum beroperasi ke sekolah.
Kasus ini masih terus ditangani aparat kepolisian dan berbagai pihak terkait untuk mengungkap penyebab serta memastikan langkah pencegahan yang efektif bagi program Makan Bergizi Gratis.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: