Siklon Tropis “Senyar” Jadi Eks-Siklon, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Akibat Gelombang Atmosfer

- SENYAR Punah: Siklon Tropis "SENYAR" telah berakhir, namun dampaknya masih terasa sebentar di Sumatera bagian utara.
- Gelombang Dominan: Pemicu hujan lebat kini beralih sepenuhnya ke aktivitas gelombang atmosfer di Indonesia.
- Waspada Bencana: BMKG minta waspada potensi hujan ekstrem, banjir, dan longsor di sebagian besar wilayah (Sumatera, Jawa, NTT, Kalimantan) hingga 4 Desember.
, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa Siklon Tropis “Senyar” telah memasuki fase pelemahan signifikan dan diprediksi punah, bahkan telah bertransisi menjadi Eks-Siklon Tropis dan masuk ke wilayah daratan Malaysia.
#bmkg Fenomena ini menandai berakhirnya ancaman langsung dari siklon tersebut terhadap perairan Indonesia, namun BMKG menekankan bahwa potensi cuaca ekstrem di Indonesia masih tinggi akibat dominasi gelombang atmosfer.
Dalam prospek cuaca mingguan periode 28 November hingga 04 Desember 2025, BMKG menjelaskan bahwa meskipun “Senyar” telah punah, wilayah sekitar Selat Malaka, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau, masih merasakan dampak sisa berupa hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat dalam dua hari terakhir (28-29 November).
Setelah punahnya “Senyar”, faktor utama yang kini memicu peningkatan curah hujan di Indonesia adalah aktivitas gelombang atmosfer. Kondisi ini diprediksi akan menyebabkan cuaca di sebagian besar Indonesia didominasi oleh hujan ringan hingga hujan lebat sepanjang periode akhir November hingga awal Desember.
“Meskipun Siklon Tropis ‘Senyar’ sudah punah, masyarakat diminta untuk tidak lengah. Fokus kini beralih pada dinamika atmosfer internal, khususnya aktivitas gelombang atmosfer yang membawa massa uap air signifikan ke wilayah kita,” dikutip dari pernyataan resmi BMKG tanggal 28 November 2025.
BMKG mengeluarkan peringatan dini siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah, dengan fokus utama pada: Periode Awal (Hingga 30 November): Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Barat.
Periode Lanjut (1 – 4 Desember): Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan.
Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bahkan berada dalam status awas (potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem) pada periode awal akibat dampak gabungan dari sisa “Senyar” dan aktivitas gelombang atmosfer.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Menghindari lokasi rawan longsor atau dataran rendah saat hujan intensitas tinggi, mempersiapkan jalur evakuasi dan perlengkapan darurat, serta diusahakan memantau perkembangan informasi cuaca terbaru dari situs resmi BMKG atau aplikasi infoBMKG.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: