Belasan SPBU Pertamina di Jabodetabek Setop Jual Pertalite, Beralih ke Konsep Signature Mulai Mei 2026

- Sejak 1 Mei 2026, setidaknya 13 SPBU Pertamina di Jabodetabek tidak lagi menjual Pertalite karena beralih status menjadi SPBU Signature, konsep layanan premium yang hanya menyediakan BBM non-subsidi.
- Pertamina Patra Niaga dan Kementerian ESDM memastikan tidak ada penghentian distribusi Pertalite secara nasional, dan BBM subsidi itu tetap tersedia di SPBU reguler.
- Proses peralihan SPBU ke status Signature direncanakan berlanjut hingga akhir 2026, memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah yang bergantung pada harga BBM subsidi.
, Jakarta – Sejak awal Mei 2026, sejumlah warga Jakarta mendapati SPBU Pertamina yang biasa mereka singgahi tidak lagi menjual Pertalite. Tidak ada pengumuman resmi yang ditempel di papan, tidak ada penjelasan dari petugas di lapangan. Yang ada hanya nozzle Pertalite yang menganggur, atau bahkan sudah dilepas.
Kabar ini menyebar cepat di media sosial. Satu SPBU di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, disebut secara resmi menghentikan penjualan Pertalite sejak 1 Mei 2026. Tidak butuh waktu lama sampai pertanyaan serupa bermunculan dari titik-titik lain di ibu kota.
Pertamina Patra Niaga akhirnya angkat bicara. Bukan kelangkaan stok, bukan penghentian distribusi, kata mereka.
“SPBU tersebut beralih mengajukan program peningkatan status untuk menjadi SPBU Signature. SPBU Signature memang tidak menjual BBM subsidi,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun.
SPBU Signature adalah konsep baru Pertamina yang menempatkan layanan premium sebagai daya tarik utama. Di sana, konsumen tidak akan menemukan Pertalite atau Solar bersubsidi. Sebagai gantinya, tersedia Pertamax Series dan Dex Series, lengkap dengan fasilitas yang sulit ditemukan di SPBU biasa, mushala modern, toilet higienis, Bright Store dengan menu ramen instan dan bakery, semir ban gratis bagi yang mengisi BBM minimal Rp350 ribu, hingga seragam operator bergaya baru.
Hingga awal Mei, sudah ada 13 SPBU yang berstatus Signature atau sedang dalam proses peralihan, tersebar di Jakarta, Depok, dan Bogor. Roberth menyebut proses ini akan terus berjalan.
“Ya rencana demikian (target akhir tahun). Seiring perjalanan akan perlu proses dan perubahan, atau malah bisa jadi cepat peralihannya,” tambahnya.
Kementerian ESDM turut membenarkan penjelasan Pertamina. Juru Bicara ESDM Dwi Anggia menegaskan, penghentian penjualan Pertalite di sejumlah SPBU tidak berarti pemerintah atau Pertamina menarik subsidi BBM.
“Untuk beberapa SPBU Pertamina di Jakarta memang ada upgrade, perubahan status dari SPBU biasa menjadi SPBU Signature yang memang memberikan layanan dan fasilitas premium,” ujar Anggia.
Ia juga mengingatkan bahwa secara hukum, Pertamina tetap wajib menyalurkan Pertalite sebagai Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) RON 90 melalui SPBU-SPBU yang telah ditunjuk oleh BPH Migas. Kewajiban itu tidak hilang hanya karena sebagian titik layanan naik kelas.
Yang luput dari pernyataan-pernyataan resmi itu adalah soal dampak di lapangan. Bagi pengemudi ojek online, pedagang kaki lima yang mengandalkan motor tua, atau warga yang satu-satunya SPBU terjangkau di dekat rumah kini berstatus Signature, pilihan “cari SPBU reguler lain” tidak semudah kedengarannya.
Pertamina memastikan distribusi Pertalite secara nasional tetap normal dan masyarakat masih bisa mendapatkannya di SPBU reguler yang tidak masuk kategori Signature.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: