KPK Salurkan Donasi Rp110 Juta untuk Korban Bencana Sumatra

- KPK menggalang dan menyalurkan donasi Rp110 juta dari pegawai internal untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar melalui KORPRI KPK dan tim Korsup.
- Bantuan diterima langsung pemda Langkat dan Aceh Tamiang, lalu didistribusikan ke kecamatan serta dua desa pusat pengungsian; isi bantuan meliputi makanan siap saji, air, pakaian, obat-obatan, hingga perlengkapan bayi.
- KPK mengajak publik ikut mendoakan pemulihan korban, sementara data resmi menunjukkan bencana di Sumatra menelan 995 korban jiwa dan hampir 1 juta pengungsi.
, Jakarta–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp110 juta bagi korban bencana ekologis di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan internal pegawai KPK melalui KORPRI KPK.
Penyaluran dilakukan langsung oleh tim gabungan KORPRI KPK dan Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi (Korsup). Mereka turun ke lokasi terdampak di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan Aceh Tamiang pada Jumat (12/12), sekaligus melakukan pendampingan serta pengawasan tata kelola penanganan bencana.
“Sebagai wujud solidaritas kolektif, KORPRI KPK berinisiatif menggalang donasi demi meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar Ketua KORPRI KPK, Cahya H. Harefa.
Kehadiran tim KPK disambut hangat pemerintah daerah. Bupati Langkat Syah Afandin mengapresiasi langkah tersebut. “Kehadiran KPK di Kabupaten Langkat merupakan hal yang luar biasa atas kepedulian kepada masyarakat,” katanya.
Sekda Langkat, H. Amril, menjelaskan bantuan dari KPK telah didistribusikan melalui Posko Dinas Sosial ke 16 kecamatan terdampak banjir dari total 23 kecamatan.
Di Aceh Tamiang, Bupati Armia Fahmi bersama Inspektur Kabupaten Aulia Azhari menerima langsung bantuan dan menyalurkannya ke dua pusat pengungsian: Desa Tanjung Karang dan Desa Menanggini di Kecamatan Karang Baru. “Terima kasih sebesar-besarnya kepada KPK. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat,” ucap Armia.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan esensial seperti makanan siap santap, air mineral, pakaian layak, pampers, sepatu boot, produk sanitasi, kurma, hingga obat-obatan. Dukungan donasi juga datang dari komunitas keagamaan internal KPK, yaitu Rohis dan Oikumene.
KPK berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban. “Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan agar wilayah terdampak segera pulih,” sambung Cahya.
Sejumlah wilayah di Sumatra terdampak banjir bandang dan longsor. Aceh menjadi daerah paling parah, dengan korban meninggal mencapai 995 jiwa per Jumat sore. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut jumlah pengungsi hampir menyentuh 1 juta jiwa, sementara korban luka mencapai hampir 9 ribu orang. “Ini adalah bencana kemanusiaan yang sangat besar,” ujarnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: