OJK Terima 28 Calon Direksi BEI Periode 2026-2030, Bos Mandiri Sekuritas Ikut Bersaing

- OJK menerima empat paket calon direksi BEI periode 2026-2030, total 28 nama, setelah masa pendaftaran ditutup 4 Mei 2026; direksi terpilih dijadwalkan diumumkan paling lambat 22 Juni 2026.
- Dirut Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana resmi mencalonkan diri bersama enam nama lain dalam satu paket, sementara Dirut KPEI Iding Pardi juga turut mendaftar dalam paket tersendiri.
- OJK menetapkan standar seleksi ketat melalui fit and proper test, dengan harapan direksi baru mampu mengakselerasi reformasi pasar modal, menaikkan likuiditas, dan memperkuat infrastruktur bursa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
, Jakarta – Proses pergantian pucuk pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi bergulir. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan telah menerima empat paket calon direksi BEI untuk masa jabatan 2026-2030, setelah masa pendaftaran resmi ditutup pada 4 Mei 2026.
Dari empat paket yang masuk, masing-masing berisi tujuh nama kandidat sesuai jumlah kursi direksi BEI. Total ada 28 nama yang kini berada di meja OJK untuk menjalani serangkaian seleksi ketat.
Salah satu nama yang langsung menarik perhatian adalah Oki Ramadhana, Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas. Ia mengonfirmasi pencalonannya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (11/5/2026).
“Kalau mendaftar, ya benar mendaftar, tinggal proses,” kata Oki Ramadhana.
Dalam paket yang sama, Oki bergabung bersama enam nama lain, Wuddy Warsono, Stephanus Turangan, Bernardus Sumargo, Poltak Hotradero, Syafruddin, dan Yoga Mulya. Soal program prioritas jika nanti terpilih, Oki tidak banyak bicara. Ia hanya menyebut pencalonan ini sebagai bentuk kontribusi kepada negara.
“Nanti tinggal proses di OJK-nya seperti apa. Kita harus bantu negara ini,” tambahnya.
Nama lain yang juga mencalonkan diri adalah Iding Pardi, Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Paketnya masuk sebagai yang ketiga, dengan visi memperkuat fondasi bursa lewat kepercayaan publik, bukan semata mengandalkan volume transaksi harian. Satu paket lagi membawa nama-nama seperti Jeffrey Hendrik, Irvan Susandy, R. Haidir Musa, Irwan Abdalloh, R. M Irwan, Abdul Munim, dan Atep Salyadi Dariah Saputra.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menegaskan seluruh nama sudah memenuhi persyaratan administratif awal dan kini tengah menjalani penelusuran latar belakang lebih dalam.
“Secara umum, profil kandidat mencerminkan kombinasi antara pelaku yang memiliki pengalaman kuat di industri pasar modal, serta profesional dari sektor lain yang relevan termasuk keuangan dan teknologi informasi,” ujar Hasan Fawzi dalam konferensi pers virtual.
Masuknya nama-nama dari luar ekosistem pasar modal murni bukan hal yang biasa. Ini sinyal bahwa OJK ingin direksi BEI berikutnya tidak hanya paham bursa, tetapi juga melek teknologi dan manajemen keuangan modern, dua hal yang semakin sulit dipisahkan dalam pengelolaan infrastruktur pasar modal masa kini.
Setelah verifikasi administrasi rampung, seluruh kandidat wajib mengikuti uji kemampuan dan kepatutan atau fit and proper test yang diselenggarakan komite khusus bentukan OJK. Mekanisme ini diatur dalam POJK Nomor 58 Tahun 2016, di mana pencalonan harus dilakukan dalam bentuk paket oleh kelompok pemegang saham BEI, bukan secara individual.
Hasan menegaskan, OJK menaruh ekspektasi tinggi terhadap direksi baru. Mereka diharapkan mampu mempercepat reformasi integritas pasar modal, menaikkan likuiditas, memperdalam pasar, sekaligus membangun infrastruktur bursa yang tahan terhadap gejolak teknologi. Termasuk mendongkrak partisipasi investor institusional domestik yang selama ini masih kalah dominan dibanding investor asing.
Seluruh proses seleksi dijadwalkan tuntas sebelum RUPS BEI yang direncanakan berlangsung akhir Juni 2026. OJK menargetkan pengumuman direksi terpilih paling lambat 22 Juni 2026. Paralel dengan proses BEI, OJK juga menjalankan seleksi direksi KPEI dan komisaris KSEI dalam kerangka penguatan menyeluruh tata kelola infrastruktur pasar modal Indonesia.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: