Tukang Vila Rizky Billar Pun Jadi Korban, Ini Peringatan Keras Sang Suami soal Penipuan Atas Nama Lesti Kejora

- Rizky Billar menegaskan Lesti Kejora tidak pernah menggelar giveaway dalam bentuk apa pun, setelah nama istrinya berulang kali dicatut untuk modus penipuan berkedok bagi-bagi hadiah di media sosial.
- Salah satu korban penipuan adalah tukang bangunan yang sedang mengerjakan proyek vila keluarga Billar sendiri, dan kerugiannya ditanggung langsung oleh Billar.
- Billar memperingatkan publik untuk tidak mempercayai video berbasis AI yang menampilkan wajah selebritas, serta meminta generasi muda turut mengedukasi orang tua agar tidak mudah tertipu modus serupa.
, JAKARTA – Nama Lesti Kejora kembali dicatut untuk modus penipuan berkedok giveaway di media sosial. Sang suami, Rizky Billar, angkat bicara dan menegaskan bahwa istrinya tidak pernah sekalipun mengadakan bagi-bagi hadiah dalam bentuk apa pun.
“Iya, berapa kali, baik saya ataupun istri saya, ataupun pihak manajemen sudah meluruskan bahwa Lesti Kejora tidak pernah melakukan giveaway dalam bentuk apa pun,” kata Rizky Billar saat ditemui di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).
Modus yang digunakan para penipu terbilang klasik tapi masih efektif menjerat korban. Calon korban diminta membayar sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi atau syarat pencairan hadiah.
“Apalagi harus meminta feedback dari si pemenang, karena secara logika, kita ngasih, kenapa kita harus minta lagi. Nah, itu sebetulnya cukup mengganggu kita karena impact-nya sudah cukup meluas,” ungkap Billar.
Yang membuat kasus ini makin nyata bagi Billar bukan sekadar laporan dari orang asing. Salah satu korbannya adalah pekerja bangunan yang tengah mengerjakan proyek vila milik keluarganya sendiri.
“Bahkan ada yang sampai ngirim surat dan salah satu tukang yang mengerjakan vila kita, ada satu bapak itu nunjukin kalau dia jadi salah satu korban penipuan,” ujar Billar.
Billar dan keluarga akhirnya memilih mengganti kerugian korban tersebut secara langsung. Bagi mereka, nominal yang hilang mungkin terasa kecil, tapi tidak bagi si korban.
“Korban penipuan mengatasnamakan hadiah dari Lesti Kejora. Ya mau gak mau, karena kita sudah melihat buktinya dan angkanya yang mungkin menurut kami tidak besar, tapi menurut bapak itu cukup besar. Ya akhirnya mau gak mau kita ganti,” tutur Billar.
Ada ironi yang sulit diabaikan di sini. Seseorang yang sedang membangun sesuatu untuk keluarga Billar justru menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan keluarga itu sendiri.
Billar menegaskan, jangankan Lesti, dirinya pun hampir tidak pernah menggelar giveaway. Kalaupun ada, sifatnya adalah kuis berhadiah, dan tidak pernah meminta imbalan apa pun dari pemenang.
“Yang ngasih ya namanya cuma-cuma. Mana ada logikanya orang giveaway, ‘Ya lu sini bayar dulu Rp 1 juta baru gue kasih hadiah ini buat lu’, kan gak ada,” tegasnya.
Ia juga secara khusus mengingatkan ancaman yang makin kompleks seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan. Video deepfake yang menampilkan wajah dan suara mirip selebritas kini kerap dipakai untuk memperkuat narasi penipuan.
“Jangan pernah percaya sama video-video AI, banyak yang berseliweran seolah-olah itu istri saya. Bukan hanya istri saya, banyak public figure lain juga dijadikan seolah-olah mereka yang memberikan hadiah. Jadi ke depannya mohon lebih mawas diri, lebih hati-hati lagi saja,” pesan Billar.
Ia secara khusus meminta generasi muda untuk ikut berperan aktif mengedukasi orang tua mereka agar tidak mudah terjerumus dalam jebakan serupa.
“Masyarakat, terutama anak-anak Gen Z, milenial, minta tolong edukasi orang tuanya supaya tidak menjadi korban penipuan seperti ini,” tambahnya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: