Bakso Protein Tinggi sampai Rendang Ramen, Ini Makanan Sehat yang Lagi Viral

- Tren "healthy comfort food" mendominasi kuliner Indonesia 2026 dengan menu tradisional seperti bakso dan seblak hadir dalam versi lebih sehat tanpa kehilangan cita rasa
- Fusion kuliner lokal-global seperti rendang ramen dan pizza sambal matah jadi favorit, didorong pengaruh budaya Korea pada konsumen Gen Z
- Cloud kitchen, plant-based food, dan minuman fungsional berkembang pesat seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih mobile dan sadar kesehatan
, Jakarta – Anggapan bahwa makanan sehat identik dengan rasa hambar mulai terkikis. Tahun 2026 mencatat pergeseran signifikan dalam industri kuliner Indonesia, di mana konsumen tidak lagi memilih antara cita rasa atau kesehatan.
Tren “healthy comfort food” kini mendominasi. Makanan khas Indonesia yang biasa dianggap tinggi kalori dan lemak, seperti bakso atau seblak, kini hadir dalam versi lebih ramah tubuh tanpa mengorbankan kelezatan.
Chef Vindex Tengker menyebut comfort food sebagai tren utama tahun ini.
“Makanan yang simpel tapi taste full dengan rasa yang kuat,” kata Chef Vindex.
Restoran dan warung berlomba menciptakan menu favorit dalam versi lebih sehat. Bakso dengan kandungan protein lebih tinggi dan kalori lebih rendah mulai bermunculan di berbagai kota besar. Seblak tinggi serat, nasi goreng rendah kalori, bahkan cokelat Dubai yang sempat viral kini punya versi diet-friendly.
Fenomena fusion kuliner lokal dengan cita rasa global juga tengah menguat. Kombinasi yang terdengar mustahil seperti rendang bertemu ramen ternyata disambut antusias pasar.
Pizza dengan topping sambal matah, cheesecake gula aren, hingga matcha latte campur susu pandan jadi bukti kreativitas tanpa batas para chef Indonesia. Semua sajian fusion tersebut tetap memperhatikan aspek nutrisi.
“Konsumen Gen Z sangat terpengaruh Korean culture lewat film dan musik. Kita harus ikuti itu, masukkan unsur makanan nusantara yang membuat orang ter-addicted,” ungkap Chef Vindex.
Jaringan hotel Archipelago baru meluncurkan “60 Seconds to Seoul”, konsep pop-up yang membawa street food Korea ke Indonesia dengan harga mulai Rp38.000. Ada juga tteokbokki pakai bumbu rendang yang jadi incaran pecinta fusion food.
Cloud kitchen atau dapur bersama jadi solusi bagi gaya hidup mobile dan kebiasaan pesan online yang kian meningkat. Menu healthy bowl dari berbagai brand berbeda bisa dipesan dan diantar dari satu dapur yang sama.
UMKM kuliner dengan kontribusi 61,9% terhadap PDB nasional semakin adaptif dengan model bisnis ini. Investasi lebih kecil, jangkauan lebih luas, peluang untung tetap menjanjikan.
Plant-based food bukan lagi konsumsi eksklusif kaum vegan. Di 2026, makanan berbasis nabati jadi pilihan siapa saja yang mencari variasi menu sehat dan mengenyangkan.
Burger jamur yang rasanya mirip daging asli, nugget tempe dengan bumbu Korea, sampai susu oat dengan berbagai varian rasa kini makin mudah ditemukan. Data industri makanan dan minuman nasional yang tumbuh 6,49% hingga kuartal ketiga 2025 menunjukkan demand terhadap produk praktis dan mudah diakses terus naik. Produk plant-based termasuk yang paling banyak dicari.
Minuman fungsional yang punya manfaat spesifik untuk kesehatan juga naik daun. Jamu tradisional kini hadir dengan kemasan modern dan rasa lebih acceptable.
Sparkling rosella tea, teh bunga telang, hingga infused water dengan kombinasi buah eksotis bukan hanya enak diminum tapi juga baik untuk tubuh. Kedai kopi kekinian mulai merambah menu minuman sehat seperti golden milk latte, immunity booster smoothie, atau kopi dengan tambahan kolagen.
Yang menarik, kuliner Indonesia berhasil masuk 10 besar makanan terlezat di dunia versi TasteAtlas 2026, mengalahkan Jepang, China, dan Vietnam.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: