TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Diserang Pakai Sekop, Agen ICE Tembak Migran Venezuela di Minneapolis, Seminggu Usai Tembak Mati Warga AS

Poin Penting (3)
  • Agen ICE menembak migran Venezuela di kaki setelah diserang dengan sekop oleh tiga orang saat operasi penangkapan di Minneapolis Rabu malam
  • Insiden terjadi seminggu pasca agen ICE menembak mati Renee Good (37), warga AS, memicu protes besar dan pengerahan hampir 3.000 agen federal
  • Gubernur Minnesota Tim Walz meminta warga merekam aktivitas ICE untuk bukti penuntutan, sementara pejabat federal menuding pemerintah lokal memicu kekerasan

Resolusi.co, Jakarta-Seorang petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) menembak seorang migran asal Venezuela di Minneapolis, Minnesota, pada Rabu malam (14/1) setelah diserang menggunakan sekop. Insiden ini terjadi tepat seminggu setelah petugas ICE menembak mati warga AS bernama Renee Good di kota yang sama.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS menyatakan bahwa penembakan berlangsung sekitar pukul 18.50 waktu setempat saat petugas melakukan operasi penangkapan. Pria dari Venezuela yang menjadi target operasi tersebut kabur setelah dihentikan, menabrak mobil yang diparkir, lalu melarikan diri dengan berjalan kaki.

Saat petugas berhasil mengejar dan mencoba menahan pria tersebut, dua orang lain keluar dari apartemen terdekat dan ikut menyerang petugas menggunakan sekop dan gagang sapu. DHS menjelaskan bahwa petugas merasa terancam nyawanya karena diserang oleh tiga orang sekaligus.

“Saat petugas diserang dan dilawan oleh dua individu, tersangka awal berhasil lepas dan mulai memukul petugas dengan sekop atau gagang sapu,” ujar juru bicara DHS Tricia McLaughlin dalam keterangan resmi.

“Karena khawatir atas keselamatan nyawanya saat diserang oleh tiga individu, petugas menembakkan tembakan defensif untuk membela dirinya. Tersangka awal tertembak di kaki,” tambahnya.

Pria yang tertembak beserta dua penyerang lainnya kemudian melarikan diri ke dalam apartemen dan membarikade diri di dalamnya. Petugas khusus taktis ICE dipanggil untuk menggerebek rumah tersebut. Pihak berwenang meyakini semua individu di dalam rumah berhasil ditangkap, termasuk satu target tambahan lainnya.

Baik petugas yang diserang maupun pria yang tertembak kini berada di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Kondisi pria Venezuela yang tertembak di kaki diperkirakan akan pulih.

Penembakan terjadi kurang dari satu jam setelah Gubernur Minnesota Tim Walz memberikan pidato langka pada jam tayang utama. Dalam pidatonya, gubernur dari Partai Demokrat ini meminta Presiden Donald Trump dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem untuk “mengakhiri pendudukan” negara bagiannya.

“Anda memiliki hak mutlak untuk merekam agen ICE secara damai saat mereka melakukan aktivitas ini,” kata Walz dalam pidato singkatnya.

“Bantu kami membuat database kekejaman terhadap warga Minnesota, tidak hanya untuk membuat catatan bagi generasi mendatang, tetapi untuk mengumpulkan bukti untuk penuntutan di masa depan,” lanjutnya.

Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengeluarkan pernyataan pada Rabu malam yang menuding Gubernur Walz dan Walikota Minneapolis Jacob Frey memicu kekerasan. Blanche menyebut tindakan kedua pejabat tersebut sebagai “pemberontakan Minnesota” dan hasil dari kegagalan kepemimpinan.

“Pemberontakan Minnesota adalah hasil langsung dari gubernur yang GAGAL dan walikota yang BURUK yang mendorong kekerasan terhadap penegak hukum. Ini menjijikkan,” kata Blanche.

“Walz dan Frey—saya fokus untuk menghentikan KALIAN dari terorisme kalian dengan cara apa pun yang diperlukan. Ini bukan ancaman,” tambahnya.

Insiden penembakan Rabu malam ini terjadi persis seminggu setelah petugas ICE Jonathan Ross menembak mati Renee Good, warga AS berusia 37 tahun dan ibu dari tiga anak, di Minneapolis selatan. Penembakan pertama memicu gelombang protes besar di kota yang pernah menjadi pusat kematian George Floyd pada 2020.

DHS menyebut operasi di Minnesota sebagai yang terbesar hingga saat ini, dengan lebih dari 2.400 orang ditangkap sejak operasi dimulai pada 29 November 2024. Kini hampir 3.000 agen ICE dan Petugas Patroli Perbatasan AS diterjunkan ke wilayah Twin Cities.

Pemerintah negara bagian Minnesota dan kota Minneapolis telah menggugat pemerintah federal untuk menghentikan pengerahan ribuan agen imigrasi. Seorang hakim pada Rabu pagi menolak mengeluarkan perintah penahanan sementara terhadap operasi ICE, dengan meminta bukti lebih lanjut sebelum mengeluarkan putusan.

Protes terus berlanjut di Minneapolis dengan ratusan hingga ribuan demonstran berkumpul di beberapa lokasi. Petugas federal telah menggunakan gas air mata dan semprotan merica dalam konfrontasi dengan warga dan demonstran sejak kematian Good.