TODAY'S RECAP
Lebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRINWakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku KaburWFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI“Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih AmanLebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRINWakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku KaburWFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI“Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih AmanLebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRINWakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku KaburWFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI“Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih AmanLebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRINWakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku KaburWFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI“Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih Aman

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

14 Maret 2026
TODAY'S RECAP
Lebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRIN Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku Kabur WFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI “Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih Aman Bupati Sumenep Teken MoU dengan PLN untuk Elektrifikasi Dua Pulau, Tingkat Elektrifikasi Kabupaten Baru 72,12 Persen Oknum Lora di Pamekasan Resmi Tersangka Kekerasan Seksual, Polisi: Kasus Ini Tidak Bisa Diselesaikan di Luar Pengadilan Prabowo Targetkan PLTS 100 GW Selesai dalam Dua Tahun 700 Ribu Anak Indonesia Terindikasi Gangguan Mental, DPR: Jangan Tunggu Sampai Jadi Disabilitas Lebaran 2026 Tanggal 20 atau 21 Maret? Ini Kata Peneliti BRIN Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Remiliterisasi di YLBHI, Luka Bakar 24 Persen, Dua Pelaku Kabur WFH, Gaji Dipotong, Hari Kerja Jadi 4 Hari: Prabowo Tertarik Tiru Jurus Krisis Pakistan untuk RI “Jari-jari yang Terlalu Pintar”: Bahlil Marah Dituding Ada Krisis Batu Bara, Ungkap Stok PLTU Masih Aman Bupati Sumenep Teken MoU dengan PLN untuk Elektrifikasi Dua Pulau, Tingkat Elektrifikasi Kabupaten Baru 72,12 Persen Oknum Lora di Pamekasan Resmi Tersangka Kekerasan Seksual, Polisi: Kasus Ini Tidak Bisa Diselesaikan di Luar Pengadilan Prabowo Targetkan PLTS 100 GW Selesai dalam Dua Tahun 700 Ribu Anak Indonesia Terindikasi Gangguan Mental, DPR: Jangan Tunggu Sampai Jadi Disabilitas

Cari berita

Produksi Jagung 2025 Tembus 16,11 Juta Ton, BPS Catat Kenaikan Signifikan

Poin Penting (3)
  • BPS mencatat produksi jagung nasional 2025 mencapai 16,11 juta ton, meningkat 6,44 persen atau sekitar 0,97 juta ton dibandingkan 2024.
  • Tren produksi jagung dinilai positif, dengan capaian November 2025 lebih tinggi dari tahun sebelumnya dan potensi produksi Desember 2025–Februari 2026 diperkirakan tetap stabil.
  • Potensi luas panen jagung pipilan sepanjang 2025 mencapai 2,72 juta hektare, naik 6,73 persen dibandingkan tahun lalu, meski dipengaruhi faktor cuaca dan kondisi pertanaman.

Resolusi.co, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja produksi jagung nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen tercatat mencapai 16,11 juta ton, atau naik 6,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa capaian tersebut menandai peningkatan produksi yang cukup signifikan secara tahunan. Secara kumulatif, produksi jagung nasional pada 2025 meningkat hampir satu juta ton dibandingkan 2024.

“Angka ini mengalami peningkatan sebanyak 0,97 juta ton dibandingkan dengan Januari hingga Desember 2024,” ujar Pudji dalam keterangan resminya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (5/1/2026).

BPS juga mencatat produksi jagung pada November 2025 berada di atas capaian periode yang sama tahun lalu. Pada bulan tersebut, produksi diperkirakan mencapai 1,03 juta ton, lebih tinggi dibandingkan November 2024 yang sebesar 0,98 juta ton.

Menurut Pudji, kondisi ini mencerminkan tren produksi jagung yang relatif lebih baik sepanjang 2025. Stabilitas produksi juga diproyeksikan berlanjut hingga awal 2026.

BPS memperkirakan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026 mencapai 4,22 juta ton. Angka ini meningkat sekitar 0,03 juta ton atau 0,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi luas panen, hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) menunjukkan luas panen jagung pipilan pada November 2025 mencapai 0,16 juta hektare, meningkat dibandingkan November 2024 yang tercatat seluas 0,14 juta hektare.

Sementara itu, potensi luas panen jagung pipilan pada Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan mencapai 0,70 juta hektare. Meski demikian, angka tersebut tercatat turun tipis sekitar 0,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara kumulatif, BPS memperkirakan potensi luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 2,72 juta hektare. Angka ini meningkat 0,17 juta hektare atau sekitar 6,73 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Pudji menegaskan, data potensi luas panen tersebut telah mencakup tanaman jagung yang dipanen tidak untuk dipipil, seperti jagung muda dan hijauan pakan ternak. Ia juga mengingatkan bahwa angka potensi masih dapat berubah, bergantung pada berbagai faktor seperti kondisi cuaca, serangan hama, banjir, kekeringan, hingga waktu panen yang ditentukan petani.