Mensesneg Prasetyo Hadi Konfirmasi: Thomas Djiwandono Keluar dari Gerindra Demi BI

- Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono telah mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Gerindra dalam proses pencalonan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia
- Pengunduran diri dilakukan untuk memenuhi persyaratan jabatan di BI yang mengharuskan pejabat tidak berafiliasi dengan partai politik
- Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada alasan khusus dari Presiden Prabowo dalam mengusulkan nama Thomas, karena ada beberapa nama lain yang juga dibahas
, Jakarta-Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono telah melepaskan keanggotaannya di Partai Gerindra. Pengunduran diri ini dilakukan sebagai bagian dari proses pencalonan Thomas menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia menggantikan Juda Agung.
Prasetyo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menyampaikan konfirmasi tersebut di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (20/1). Keputusan mundur dari partai merupakan konsekuensi dari persyaratan jabatan di Bank Indonesia yang mengharuskan pejabatnya tidak berafiliasi dengan partai politik.
“Ya, sudah mengundurkan diri dari keanggotaan partai,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/1).
Menurut Prasetyo, pengunduran diri Thomas dari Gerindra terjadi dalam rangkaian proses pencalonan sebagai Deputi Gubernur BI. Ketentuan yang berlaku di bank sentral mewajibkan setiap pejabat untuk tidak memiliki keanggotaan di partai politik mana pun demi menjaga independensi lembaga.
Meski telah mengonfirmasi pengunduran diri tersebut, Prasetyo belum memberikan rincian mengenai tanggal pasti kapan Thomas secara resmi melepaskan keanggotaannya dari Gerindra.
“Ya, dalam proses ini (pengunduran diri),” kata Prasetyo.
Ditanya mengenai alasan Presiden Prabowo Subianto mengajukan nama Thomas sebagai calon Deputi Gubernur BI, Prasetyo menegaskan tidak ada pertimbangan khusus. Ia menjelaskan bahwa sebenarnya ada beberapa nama yang masuk dalam pembahasan, sehingga tidak tepat bila perhatian publik hanya tertuju pada satu kandidat saja.
“Tidak ada alasan tertentu, kan ada beberapa nama, kenapa fokusnya ke situ,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan rencana penempatan Thomas di Bank Indonesia sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden. Purbaya mengaku telah melakukan pembicaraan dengan Prabowo terkait rencana perpindahan jabatan tersebut.
“Saya enggak tahu, bukan yang nentuin kan. Anda mesti tanya presiden. Kayaknya udah,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1).
Purbaya menyatakan keyakinannya bahwa Thomas akan mampu bersikap independen apabila ditempatkan di Bank Indonesia dan tidak lagi aktif dalam kegiatan politik. Menurutnya, masuknya Thomas ke BI tidak akan mengganggu independensi bank sentral.
“Pak Tommy kan pasti lebih independen, lebih bebas, pasti dia enggak akan ke Gerindra lagi tuh kalau dugaan saya,” kata Purbaya.
Menteri Keuangan itu menambahkan bahwa keputusan final terkait pergantian jabatan masih menunggu proses resmi. Ia memperkirakan keputusan bisa keluar sebelum memasuki bulan Februari, meskipun hingga saat ini belum ada penetapan kandidat secara resmi dari pihak berwenang.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: