Prabowo Dirikan Sekolah Elite Berbasis Militer di Malang, Target 6 Kampus Taruna Nusantara di 2026

- Presiden Prabowo meresmikan SMA Taruna Nusantara Malang yang dibangun di lahan 29,6 hektare dengan 30 kelas dan 706 siswa untuk mencetak pemimpin patriotik
- Target 6 kampus Taruna Nusantara pada 2026 mencakup Magelang, Malang, Cimahi, dan rencana pembangunan di IKN, Sumsel, serta Sultra
- Alumni Taruna Nusantara mendominasi kabinet Prabowo termasuk Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Seskab Teddy Indra Wijaya, dan Menko Infrastruktur AHY
, MALANG – Presiden Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi yang berlokasi di Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Selasa (13/1/2026). Institusi pendidikan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mencetak kader pemimpin bangsa yang memiliki jiwa patriotisme tinggi.
Kompleks pendidikan yang mulai dibangun sejak November 2023 tersebut berdiri di atas lahan seluas 29,6 hektare. Fasilitas sekolah dilengkapi 30 ruang kelas dengan total 706 siswa yang kini telah menempati gedung tersebut.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan pentingnya keberadaan sekolah dengan model seperti Taruna Nusantara. Ia menyebut bahwa SMA Taruna Nusantara yang pertama kali berdiri di Magelang pada 1990 telah menghasilkan banyak alumni yang kini berkiprah sebagai pemimpin di berbagai sektor.
“Kita di sini benar-benar mencetak kader-kader yang patriotik. Kader-kader yang cinta Tanah Air. Kader-kader yang bertanggung jawab. Disiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin yang baik di semua bidang,” ujar Prabowo saat meresmikan gedung sekolah tersebut.
Kepala negara menargetkan pembangunan enam kampus SMA Taruna Nusantara pada tahun ini. Selain yang telah beroperasi di Magelang dan Malang, satu unit juga telah berdiri di Cimahi, Jawa Barat. Ke depan, pemerintah berencana membangun tiga kampus lagi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sumatera Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Mengutip situs resmi SMA Taruna Nusantara, gagasan mendirikan sekolah menengah atas dengan konsep semi-militer ini digagas oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan Jenderal LB Moerdani pada 20 Mei 1985. Ide tersebut kemudian diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara TNI dan Taman Siswa untuk membentuk Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara.
Institusi pendidikan tersebut akhirnya diresmikan oleh Panglima Angkatan Bersenjata Indonesia Jenderal Try Sutrisno pada 1990. Model pendidikan Taruna Nusantara menerapkan sistem semi-militer yang fokus pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kedisiplinan.
Prabowo diketahui banyak merekrut lulusan SMA Taruna Nusantara untuk mengisi posisi penting di pemerintahannya. Beberapa alumni yang kini menjabat sebagai pejabat tinggi antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: