Tragedi Bocah SD di Ngada: Orang Tua Tak Terima Bansos karena “Kendala Administrasi”

- Keluarga siswa SD YBS (10) di Ngada, NTT, tidak terdata sebagai penerima bansos karena data adminduk belum diperbarui setelah pindah domisili.
- Gubernur NTT mengimbau pemerintah daerah memperbaiki pendataan keluarga miskin agar bansos tepat sasaran di masa depan.
- Tragedi itu terjadi setelah YBS ditemukan tewas gantung diri, meninggalkan surat kepada ibunya.
, Kupang — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan keluarga dari siswa SD yang mengakhiri hidupnya di Kabupaten Ngada tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) pemerintah. Hal ini disampaikan Gubernur NTT setelah mendapat pertanyaan media terkait kematian murid tersebut.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menjelaskan penyebab keluarga itu tidak masuk daftar penerima bantuan sosial adalah karena persoalan administrasi kependudukan. Menurutnya, data kependudukan keluarga masih belum lengkap setelah pindah dari Kabupaten Nagekeo ke Kecamatan Jerebuu, Ngada.
Gubernur menyebutkan bahwa perubahan domisili keluarga korban tidak diikuti dengan pembaruan dokumen kependudukan yang diperlukan untuk masuk dalam basis data penerima bansos.
“Ini saya tahu ternyata data kependudukannya tidak ditopang. Dia pindah dari Nagekeo ke Jerebuu ternyata adminduk dia belum diamankan,” kata Melki saat di Kupang.
Ia menilai masalah itu seharusnya bisa diselesaikan dengan segera karena hanya berkaitan dengan administrasi, bukan substansi lain yang lebih rumit.
Gubernur NTT meminta agar pemerintah daerah memperbaiki pendataan keluarga miskin di seluruh kabupaten agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.
Selain itu, pemerintah daerah sedang mengupayakan bantuan materiil lain bagi keluarga korban, termasuk rencana program rumah layak huni.
Peristiwa tragis itu bermula ketika siswa berinisial YBS (10), ditemukan tewas gantung diri di pohon cengkeh dekat tempat tinggalnya di Ngada. Korban meninggalkan surat yang ditujukan kepada ibunya sebelum bunuh diri.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: