Amorim Dipecat MU, Statistik Suram Warnai Akhir Era di Old Trafford

- Manchester United resmi memecat Ruben Amorim pada 5 Januari 2026, kurang dari 24 jam setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United.
- Selama 14 bulan menangani MU, Amorim mencatat rasio kemenangan terburuk pasca-Sir Alex Ferguson, hanya 38,1 persen di semua kompetisi dan 32 persen di Premier League.
- Amorim juga menorehkan rekor negatif lain, termasuk rata-rata poin terendah (1,23 per laga) dan rasio kebobolan tinggi, yang mempercepat akhir kiprahnya di Old Trafford.
, Jakarta – Manchester United resmi memecat Ruben Amorim. Keputusan itu sekaligus menutup era kepelatihan sang juru taktik asal Portugal yang sarat catatan kelam di Old Trafford.
Amorim dibebastugaskan pada Senin (5/1/2026) sore WIB. Pengumuman itu datang kurang dari 24 jam setelah Setan Merah hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra Leeds United.
Penunjukan Amorim sebagai manajer MU pada November 2024 semula diharapkan menjadi awal kebangkitan pasca-berakhirnya era Erik ten Hag. Namun, harapan itu tak pernah benar-benar terwujud hingga masa jabatannya berakhir setelah 14 bulan.
Sepanjang menukangi MU, Amorim tercatat memimpin tim dalam 63 pertandingan di semua kompetisi. Hasilnya jauh dari memuaskan, dengan hanya 25 kemenangan, 15 kali imbang, dan 23 kekalahan.
Catatan tersebut membuat rasio kemenangan Amorim hanya berada di angka 38,1 persen. Angka ini menjadi yang terburuk di antara seluruh manajer Manchester United sejak era Sir Alex Ferguson berakhir.
Situasi lebih suram terlihat di Premier League. Dari 47 laga liga, Amorim hanya mampu mempersembahkan 15 kemenangan, 13 hasil seri, dan menelan 19 kekalahan, dengan rasio kemenangan sekitar 32 persen.
Tak hanya itu, Amorim juga mencatat rekor terburuk soal rata-rata poin per pertandingan, yakni 1,23 poin, serta rasio kebobolan mencapai 1,53 gol per laga. Statistik tersebut mempertegas rapuhnya performa MU di bawah kepemimpinannya.
Bahkan dalam hal konsistensi kemenangan, Amorim tak pernah mampu menciptakan momentum panjang. Rentetan kemenangan terpanjangnya hanya berlangsung tiga pertandingan, baik di semua kompetisi maupun di Premier League, sebuah fakta yang akhirnya mempercepat keputusannya angkat kaki dari Old Trafford.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: