TODAY'S RECAP
Elektabilitas Gerindra Puncaki Survei, Chusni Mubarok: Masyarakat Puas dengan Program Prioritas PresidenBKKBN Ingatkan Bahaya Normalisasi Candaan Seksual di Ruang Digital Pascakasus Pelecehan FHUIUI Punya Waktu 30 Hari Putuskan Nasib 16 Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di FH UISelesai Temui Putin dan Macron, Prabowo Pulang dengan Segepok Agenda Kerja SamaBareskrim Gerebek Tiga Lokasi Produksi Whip-Pink Ilegal di Jakarta, Enam Orang DitangkapInisial 16 Pelaku Pelecehan Seksual FH UI Terungkap, DPR Minta Sanksi DO Tanpa KompromiSetiap Masuk Kelas Mereka Tahu Dilecehkan, Ini Fakta Lengkap Kasus Grup Chat FH UIJatim Dipuji Soal IPM dan Ekonomi, tapi Wamendagri Masih Punya Catatan Serius untuk GubernurBelanja Dapur Makin Berat: Elpiji dan Minyak Goreng Naik Bersamaan di Jatim Pekan IniSaat Malaysia Ketakutan Kehabisan BBM, Indonesia Diam-diam Perkuat Cadangan EnerginyaSumenep Teken MoU dengan Dua Perusahaan Pengolahan Ikan, Incar Pasar EksporSatu per Satu Bos Travel Haji Dipanggil KPK, Siapa Lagi yang Masuk Daftar?Di Tengah Krisis Energi Global, Prabowo Terbang ke Moskow dan Duduk Empat Mata dengan PutinHarga Tiket Pesawat Domestik Melonjak Usai Izin Pemerintah, Jakarta-Bali PP Kini Capai Rp4,1 JutaMeja Perundingan Bubar, Trump Langsung Ancam Tutup Selat Hormuz dan Gebuk IranIbunda Virgoun Buka Suara: Kandungan Lindi Sudah 7 Bulan Saat Nikah, Keluarga Sudah Tahu dari Jauh-jauh HariIsak Tangis dan Takbir Pecah di Blumbungan: Haji Her Pulang, Madura BergerakTiga Minggu Warga Lumajang Susah Dapat Gas Melon, Bupati Sidak dan Temukan Pangkalan Timbun Ribuan TabungDua Perempuan di Lebak Ditetapkan Tersangka Penistaan Agama Setelah Video Injak Al-Quran ViralNegosiasi AS-Iran di Pakistan Berakhir Buntu Setelah 21 Jam, Trump Pilih Nonton UFC di MiamiBupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Ditahan KPK Atas Dugaan Pemerasan 16 OPD Senilai Rp5 MiliarEmas Perhiasan Kembali Mendaki Hari Ini, Segini Harga Jual dan Buyback-nya per 12 April 2026Iran Tolak Klaim Operasi Pembersihan Ranjau AS di Selat Hormuz, Negosiasi di Islamabad Masih BuntuWamenhaj Tegaskan Calon Jemaah yang Sudah Antre Tetap Diprioritaskan di Tengah Wacana War Tiket HajiSedan Listrik Buatan Indonesia 2028: Mimpi Besar atau Target yang Terlalu Cepat?Prabowo Hadir di Munas XVI PB IPSI, Mayoritas Anggota Inginkan Ia Pimpin Lagi untuk Periode KeenamTiga Prajurit Gugur di Lebanon, Indonesia Bawa 73 Negara Desak Dewan Keamanan PBB BertindakPemerintah Tegaskan Komitmen Jaga Defisit APBN di 3% dan Rasio Utang di 40% dari PDBBelum Ada Petunjuk Teknis, 14 Desa di Pamekasan Sudah Terima Truk Koperasi Merah PutihJK Prediksi Indonesia Chaos, Istana Langsung Angkat Bicara: Itu Narasi KeliruElektabilitas Gerindra Puncaki Survei, Chusni Mubarok: Masyarakat Puas dengan Program Prioritas PresidenBKKBN Ingatkan Bahaya Normalisasi Candaan Seksual di Ruang Digital Pascakasus Pelecehan FHUIUI Punya Waktu 30 Hari Putuskan Nasib 16 Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di FH UISelesai Temui Putin dan Macron, Prabowo Pulang dengan Segepok Agenda Kerja SamaBareskrim Gerebek Tiga Lokasi Produksi Whip-Pink Ilegal di Jakarta, Enam Orang DitangkapInisial 16 Pelaku Pelecehan Seksual FH UI Terungkap, DPR Minta Sanksi DO Tanpa KompromiSetiap Masuk Kelas Mereka Tahu Dilecehkan, Ini Fakta Lengkap Kasus Grup Chat FH UIJatim Dipuji Soal IPM dan Ekonomi, tapi Wamendagri Masih Punya Catatan Serius untuk GubernurBelanja Dapur Makin Berat: Elpiji dan Minyak Goreng Naik Bersamaan di Jatim Pekan IniSaat Malaysia Ketakutan Kehabisan BBM, Indonesia Diam-diam Perkuat Cadangan EnerginyaSumenep Teken MoU dengan Dua Perusahaan Pengolahan Ikan, Incar Pasar EksporSatu per Satu Bos Travel Haji Dipanggil KPK, Siapa Lagi yang Masuk Daftar?Di Tengah Krisis Energi Global, Prabowo Terbang ke Moskow dan Duduk Empat Mata dengan PutinHarga Tiket Pesawat Domestik Melonjak Usai Izin Pemerintah, Jakarta-Bali PP Kini Capai Rp4,1 JutaMeja Perundingan Bubar, Trump Langsung Ancam Tutup Selat Hormuz dan Gebuk IranIbunda Virgoun Buka Suara: Kandungan Lindi Sudah 7 Bulan Saat Nikah, Keluarga Sudah Tahu dari Jauh-jauh HariIsak Tangis dan Takbir Pecah di Blumbungan: Haji Her Pulang, Madura BergerakTiga Minggu Warga Lumajang Susah Dapat Gas Melon, Bupati Sidak dan Temukan Pangkalan Timbun Ribuan TabungDua Perempuan di Lebak Ditetapkan Tersangka Penistaan Agama Setelah Video Injak Al-Quran ViralNegosiasi AS-Iran di Pakistan Berakhir Buntu Setelah 21 Jam, Trump Pilih Nonton UFC di MiamiBupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Ditahan KPK Atas Dugaan Pemerasan 16 OPD Senilai Rp5 MiliarEmas Perhiasan Kembali Mendaki Hari Ini, Segini Harga Jual dan Buyback-nya per 12 April 2026Iran Tolak Klaim Operasi Pembersihan Ranjau AS di Selat Hormuz, Negosiasi di Islamabad Masih BuntuWamenhaj Tegaskan Calon Jemaah yang Sudah Antre Tetap Diprioritaskan di Tengah Wacana War Tiket HajiSedan Listrik Buatan Indonesia 2028: Mimpi Besar atau Target yang Terlalu Cepat?Prabowo Hadir di Munas XVI PB IPSI, Mayoritas Anggota Inginkan Ia Pimpin Lagi untuk Periode KeenamTiga Prajurit Gugur di Lebanon, Indonesia Bawa 73 Negara Desak Dewan Keamanan PBB BertindakPemerintah Tegaskan Komitmen Jaga Defisit APBN di 3% dan Rasio Utang di 40% dari PDBBelum Ada Petunjuk Teknis, 14 Desa di Pamekasan Sudah Terima Truk Koperasi Merah PutihJK Prediksi Indonesia Chaos, Istana Langsung Angkat Bicara: Itu Narasi KeliruElektabilitas Gerindra Puncaki Survei, Chusni Mubarok: Masyarakat Puas dengan Program Prioritas PresidenBKKBN Ingatkan Bahaya Normalisasi Candaan Seksual di Ruang Digital Pascakasus Pelecehan FHUIUI Punya Waktu 30 Hari Putuskan Nasib 16 Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di FH UISelesai Temui Putin dan Macron, Prabowo Pulang dengan Segepok Agenda Kerja SamaBareskrim Gerebek Tiga Lokasi Produksi Whip-Pink Ilegal di Jakarta, Enam Orang DitangkapInisial 16 Pelaku Pelecehan Seksual FH UI Terungkap, DPR Minta Sanksi DO Tanpa KompromiSetiap Masuk Kelas Mereka Tahu Dilecehkan, Ini Fakta Lengkap Kasus Grup Chat FH UIJatim Dipuji Soal IPM dan Ekonomi, tapi Wamendagri Masih Punya Catatan Serius untuk GubernurBelanja Dapur Makin Berat: Elpiji dan Minyak Goreng Naik Bersamaan di Jatim Pekan IniSaat Malaysia Ketakutan Kehabisan BBM, Indonesia Diam-diam Perkuat Cadangan EnerginyaSumenep Teken MoU dengan Dua Perusahaan Pengolahan Ikan, Incar Pasar EksporSatu per Satu Bos Travel Haji Dipanggil KPK, Siapa Lagi yang Masuk Daftar?Di Tengah Krisis Energi Global, Prabowo Terbang ke Moskow dan Duduk Empat Mata dengan PutinHarga Tiket Pesawat Domestik Melonjak Usai Izin Pemerintah, Jakarta-Bali PP Kini Capai Rp4,1 JutaMeja Perundingan Bubar, Trump Langsung Ancam Tutup Selat Hormuz dan Gebuk IranIbunda Virgoun Buka Suara: Kandungan Lindi Sudah 7 Bulan Saat Nikah, Keluarga Sudah Tahu dari Jauh-jauh HariIsak Tangis dan Takbir Pecah di Blumbungan: Haji Her Pulang, Madura BergerakTiga Minggu Warga Lumajang Susah Dapat Gas Melon, Bupati Sidak dan Temukan Pangkalan Timbun Ribuan TabungDua Perempuan di Lebak Ditetapkan Tersangka Penistaan Agama Setelah Video Injak Al-Quran ViralNegosiasi AS-Iran di Pakistan Berakhir Buntu Setelah 21 Jam, Trump Pilih Nonton UFC di MiamiBupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Ditahan KPK Atas Dugaan Pemerasan 16 OPD Senilai Rp5 MiliarEmas Perhiasan Kembali Mendaki Hari Ini, Segini Harga Jual dan Buyback-nya per 12 April 2026Iran Tolak Klaim Operasi Pembersihan Ranjau AS di Selat Hormuz, Negosiasi di Islamabad Masih BuntuWamenhaj Tegaskan Calon Jemaah yang Sudah Antre Tetap Diprioritaskan di Tengah Wacana War Tiket HajiSedan Listrik Buatan Indonesia 2028: Mimpi Besar atau Target yang Terlalu Cepat?Prabowo Hadir di Munas XVI PB IPSI, Mayoritas Anggota Inginkan Ia Pimpin Lagi untuk Periode KeenamTiga Prajurit Gugur di Lebanon, Indonesia Bawa 73 Negara Desak Dewan Keamanan PBB BertindakPemerintah Tegaskan Komitmen Jaga Defisit APBN di 3% dan Rasio Utang di 40% dari PDBBelum Ada Petunjuk Teknis, 14 Desa di Pamekasan Sudah Terima Truk Koperasi Merah PutihJK Prediksi Indonesia Chaos, Istana Langsung Angkat Bicara: Itu Narasi KeliruElektabilitas Gerindra Puncaki Survei, Chusni Mubarok: Masyarakat Puas dengan Program Prioritas PresidenBKKBN Ingatkan Bahaya Normalisasi Candaan Seksual di Ruang Digital Pascakasus Pelecehan FHUIUI Punya Waktu 30 Hari Putuskan Nasib 16 Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di FH UISelesai Temui Putin dan Macron, Prabowo Pulang dengan Segepok Agenda Kerja SamaBareskrim Gerebek Tiga Lokasi Produksi Whip-Pink Ilegal di Jakarta, Enam Orang DitangkapInisial 16 Pelaku Pelecehan Seksual FH UI Terungkap, DPR Minta Sanksi DO Tanpa KompromiSetiap Masuk Kelas Mereka Tahu Dilecehkan, Ini Fakta Lengkap Kasus Grup Chat FH UIJatim Dipuji Soal IPM dan Ekonomi, tapi Wamendagri Masih Punya Catatan Serius untuk GubernurBelanja Dapur Makin Berat: Elpiji dan Minyak Goreng Naik Bersamaan di Jatim Pekan IniSaat Malaysia Ketakutan Kehabisan BBM, Indonesia Diam-diam Perkuat Cadangan EnerginyaSumenep Teken MoU dengan Dua Perusahaan Pengolahan Ikan, Incar Pasar EksporSatu per Satu Bos Travel Haji Dipanggil KPK, Siapa Lagi yang Masuk Daftar?Di Tengah Krisis Energi Global, Prabowo Terbang ke Moskow dan Duduk Empat Mata dengan PutinHarga Tiket Pesawat Domestik Melonjak Usai Izin Pemerintah, Jakarta-Bali PP Kini Capai Rp4,1 JutaMeja Perundingan Bubar, Trump Langsung Ancam Tutup Selat Hormuz dan Gebuk IranIbunda Virgoun Buka Suara: Kandungan Lindi Sudah 7 Bulan Saat Nikah, Keluarga Sudah Tahu dari Jauh-jauh HariIsak Tangis dan Takbir Pecah di Blumbungan: Haji Her Pulang, Madura BergerakTiga Minggu Warga Lumajang Susah Dapat Gas Melon, Bupati Sidak dan Temukan Pangkalan Timbun Ribuan TabungDua Perempuan di Lebak Ditetapkan Tersangka Penistaan Agama Setelah Video Injak Al-Quran ViralNegosiasi AS-Iran di Pakistan Berakhir Buntu Setelah 21 Jam, Trump Pilih Nonton UFC di MiamiBupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Ditahan KPK Atas Dugaan Pemerasan 16 OPD Senilai Rp5 MiliarEmas Perhiasan Kembali Mendaki Hari Ini, Segini Harga Jual dan Buyback-nya per 12 April 2026Iran Tolak Klaim Operasi Pembersihan Ranjau AS di Selat Hormuz, Negosiasi di Islamabad Masih BuntuWamenhaj Tegaskan Calon Jemaah yang Sudah Antre Tetap Diprioritaskan di Tengah Wacana War Tiket HajiSedan Listrik Buatan Indonesia 2028: Mimpi Besar atau Target yang Terlalu Cepat?Prabowo Hadir di Munas XVI PB IPSI, Mayoritas Anggota Inginkan Ia Pimpin Lagi untuk Periode KeenamTiga Prajurit Gugur di Lebanon, Indonesia Bawa 73 Negara Desak Dewan Keamanan PBB BertindakPemerintah Tegaskan Komitmen Jaga Defisit APBN di 3% dan Rasio Utang di 40% dari PDBBelum Ada Petunjuk Teknis, 14 Desa di Pamekasan Sudah Terima Truk Koperasi Merah PutihJK Prediksi Indonesia Chaos, Istana Langsung Angkat Bicara: Itu Narasi Keliru

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

17 April 2026
TODAY'S RECAP

Cari berita

Denny JA: NU Punya Dua Nakhoda, Umat Bingung Ikut Siapa?

Poin Penting (3)
  • NU mengalami krisis kepemimpinan dengan dua legitimasi berbeda: Gus Yahya menilai pencopotannya cacat prosedur, Zulfa Mustofa ditetapkan sah oleh pleno Syuriyah
  • Konflik diperparah isu konsesi tambang yang muncul pertama kali dalam sejarah modern NU, mengubah sifat konflik dari struktural menjadi perebutan sumber daya alam
  • Pelajaran 1984: NU pernah selamat dari krisis lewat kearifan kiai sepuh seperti KH Ahmad Siddiq yang mengutamakan persatuan di atas ego

Resolusi.co, JAKARTA – Nahdlatul Ulama tengah menghadapi krisis kepemimpinan yang belum pernah terjadi dalam sejarah panjang organisasi Islam terbesar di Indonesia. KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menilai pencopotannya sebagai Ketua Umum PBNU cacat prosedur, sementara KH Zulfa Mustofa yang baru ditetapkan sebagai Penjabat Ketua Umum meyakini pengangkatannya sah menurut rapat pleno Syuriyah.

Dualisme kepemimpinan ini menciptakan kebingungan masif di tengah umat. Dari desa hingga kota, dari grup WhatsApp jamaah hingga pesantren, satu pertanyaan menggantung: siapa sesungguhnya yang memimpin PBNU hari ini?

Analis politik Denny JA dalam opininya yang diterbitkan 11 Desember 2025 menilai krisis ini bukan sekadar masalah administratif.

“Ini adalah kegelisahan moral, karena NU bukan organisasi biasa. Ia adalah urat nadi spiritual bangsa tempat puluhan juta jiwa menambatkan keyakinan, tradisi, dan harapan,” tulis Denny JA.

Ketika rumah besar ini bergetar, dampaknya merembet ke seluruh lapisan umat. Di desa, jamaah bertanya harus mengikuti siapa. Di pesantren, santri ragu nama ketua umum mana yang harus disebut dalam ceramah. Di kota, pengurus cabang menunggu kepastian yang tak kunjung datang.

Organisasi yang didirikan 1926 ini memiliki otoritas simbolik yang kuat bukan karena kekuasaan, tetapi karena kebijaksanaan para ulama yang memimpinnya. Ketika otoritas itu goyah, yang terancam bukan hanya struktur organisasi, tetapi ruh jam’iyah itu sendiri.
Pelajaran dari Krisis 1984

Konflik kepemimpinan sejatinya bukan hal baru bagi NU. Tahun 1984, organisasi ini dihadapkan pada ketegangan besar ketika Gus Dur membawa NU kembali ke Khittah 1926. Sebagian elite ingin NU tetap menjadi kekuatan politik, sebagian lain menghendaki kembali pada ruh moral dan sosial.

Suasana memanas di Muktamar Situbondo, aspirasi bersilang tajam. Namun yang menyelamatkan NU bukan hitungan suara atau strategi politik, melainkan kearifan kiai-kiai sepuh. KH Ahmad Siddiq, KH Ali Maksum, dan KH As’ad Syamsul Arifin menjadi jangkar etika ketika ombak politik datang terlalu tinggi.

Sebagaimana dicatat Greg Fealy dalam bukunya “Ijtihad Politik Ulama: Sejarah NU 1952–1967”, setiap pergolakan besar di tubuh NU selalu memuat dua lapis drama: perebutan posisi di permukaan, dan pencarian kompas moral di kedalaman.

“Dari situlah NU belajar bahwa konflik bukan kutukan. Ia dapat menjadi pintu pembaruan, asal dibuka dengan keteduhan jiwa,” tulis Denny JA mengutip pelajaran sejarah tersebut.

Yang membuat krisis kali ini berbeda adalah munculnya isu konsesi tambang. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern NU, publik mendengar desas-desus tentang kepentingan ekonomi yang dikaitkan dengan konflik kepemimpinan. Meski banyak tokoh menolak tegas dan isu belum terverifikasi sepenuhnya, ia tetap menyebar di ruang publik.

“Isu ini mengguncang karena menyentuh akses kekayaan alam, sesuatu yang jauh lebih eksplosif dari sekadar perebutan posisi struktural,” ungkap Denny JA.

Jika NU terseret dalam pusaran tambang, kepercayaan moral umat ikut dipertaruhkan. Konflik bukan lagi soal siapa ketua umum yang sah, tetapi apa yang sesungguhnya diperebutkan di balik layar.

Kekuatan terbesar NU justru lahir ketika organisasi ini melepaskan diri dari cengkeraman politik praktis dan kepentingan material sempit. Ketika berdiri di atas Khittah, NU memegang otoritas simbolik yang membuatnya didengar bukan karena kekuasaan, tetapi karena kebijaksanaan.

“Ketika otoritas itu terkikis oleh tarik-menarik sumber daya alam, yang terancam bukan hanya struktur, tetapi ruh jam’iyah,” tegas Denny JA.

Krisis kepemimpinan PBNU hari ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi ketua umum. Ia tentang wajah Islam Nusantara di mata umat dan bangsa, tentang keutuhan tradisi, tentang Khittah yang dulu diperjuangkan dengan air mata dan ijtihad.
Sejarah mencatat berkali-kali NU selalu mampu menemukan cahayanya kembali, bahkan di tengah kegelapan.

“Tetapi itu hanya terjadi ketika para pemimpinnya memilih persatuan di atas ego, kedewasaan di atas ambisi, dan Khittah di atas manuver sesaat,” tulis Denny JA menutup analisisnya.

Publik menunggu, bangsa menunggu, jutaan santri menunggu. Mereka menunggu NU yang satu, bukan dua. NU yang bulat, bukan terbelah. NU yang kembali menjadi pelita moral bangsa, bukan sekadar pemain di gelanggang kekuasaan. Persatuan NU bukan hanya kebutuhan organisasi, ia adalah kebutuhan Indonesia.