Hina Suku Sunda Saat Mabuk, Rumah Streamer Resbob Digeruduk Massa

- Rumah streamer Adimas Firdaus alias Resbob didatangi massa setelah ucapannya yang menghina suku Sunda viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.
- Massa menuntut proses hukum dan memperingatkan agar tidak ada aksi main hakim sendiri, menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap ujaran yang menyinggung SARA.
- Resbob menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui video, mengaku kejadian terjadi saat tidak sadar karena pengaruh alkohol dan menyesali pernyataan yang telah keluar tanpa kesadaran penuh.
, JAKARTA- Rumah milik Adimas Firdaus, seorang streamer yang dikenal dengan nama Resbob, didatangi massa dalam jumlah besar pada hari Jumat. Kedatangan tersebut dipicu oleh ucapan kontroversial yang menyinggung suku Sunda dan sempat viral di berbagai platform media sosial.
Massa yang datang ke kediaman Resbob bermaksud menyampaikan protes atas pernyataannya yang dinilai menghina suku Sunda. Dalam aksi tersebut, mereka menuntut agar Resbob diproses secara hukum dan memperingatkan pentingnya tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Mereka juga memperingatkan bahwa tindakan tegas harus diambil agar persoalan tidak berujung pada aksi main hakim sendiri,” demikian keterangan yang beredar.
Menanggapi polemik yang berkembang, Resbob sempat menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf. Melalui sebuah video, ia mengakui bahwa kejadian tersebut terjadi saat ia dalam kondisi tidak sadar akibat pengaruh alkohol.
Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, Resbob juga mengaku tidak menyangka telah melontarkan ujaran kontroversial tersebut. Ia menegaskan bahwa pernyataan itu keluar tanpa kesadaran penuh dan menyesali kejadian yang telah menimbulkan kemarahan publik.
Kasus ini menjadi sorotan setelah cuplikan siaran langsung Resbob yang berisi pernyataan kontroversial tentang suku Sunda menyebar di media sosial. Banyak warganet yang merasa tersinggung dan mendesak pihak berwenang untuk mengambil tindakan hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tindak lanjut hukum atas kasus ini. Namun, tekanan dari masyarakat terus meningkat agar Resbob mempertanggungjawabkan ucapannya sesuai aturan hukum yang berlaku.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya tanggung jawab konten kreator dalam menyampaikan materi kepada publik, terutama di platform digital yang memiliki jangkauan luas. Ucapan yang tidak hati-hati dapat memicu konflik dan ketegangan sosial yang merugikan berbagai pihak.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: