Satpam Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol, Ada Apa di Balik Kematian Sumarna?

- Satpam PJT II bernama Sumarna (40) ditemukan tewas terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jumat pagi.
- Polisi sudah memeriksa 12 saksi dan masih menganalisis CCTV serta menunggu hasil autopsi.
- Bupati Purwakarta berjanji mengevaluasi sistem keamanan objek vital, termasuk penambahan personel dan CCTV.
, Purwakarta – Kematian Sumarna, satpam Perum Jasa Tirta (PJT) II, mengguncang warga Kembangkuning, Purwakarta. Pria 40 tahun itu ditemukan tewas mengambang di kawasan Tanggul Kayat, Waduk Jatiluhur, Jumat pagi. Kedua tangannya terborgol ke belakang.
Sumarna sempat menjalankan piket malam sebelum kejadian. Rekan kerjanya baru menyadari ia hilang sejak dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, setelah tidak bisa dihubungi.
Beredar informasi bahwa almarhum sempat menegur sejumlah siswa SMP yang hendak melakukan vandalisme di tembok kawasan waduk tak lama sebelum menghilang.
Jenazah sempat menjalani visum di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Selanjutnya, dibawa ke RS Sartika Asih Bandung untuk autopsi lengkap guna memastikan penyebab pasti kematian.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengungkapkan pihaknya sudah memeriksa 12 saksi dari kalangan warga dan rekan kerja korban.
“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan, serta kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap peristiwa tersebut,” ujarnya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, membenarkan kasus tersebut kini ditangani Polres Purwakarta. Polisi masih menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi sembari menanti hasil autopsi.
Keluarga korban mengaku terpukul dan heran dengan kondisi jenazah saat ditemukan. Mereka mendesak polisi mengusut tuntas kasus ini secara transparan.
Posisi tangan yang terborgol ke belakang membuat penyidik menduga kuat ada unsur pembunuhan. Namun polisi meminta masyarakat tidak buru-buru menyimpulkan sebelum bukti ilmiah lengkap.
Ada yang janggal dalam kasus ini. Seorang penjaga malam yang biasa berpatroli sendirian di kawasan seluas itu, tanpa penerangan memadai dan tanpa CCTV yang menjangkau seluruh titik, sebenarnya sudah lama jadi celah yang dibiarkan.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, mendatangi rumah duka di Desa Kembangkuning pada Minggu untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga.
Ia menegaskan akan mengevaluasi total sistem pengamanan di kawasan objek vital seperti Waduk Jatiluhur.
“Kalau areanya luas dan tingkat kerawanannya tinggi, tentu tidak bisa hanya dijaga satu orang. Harus ada penambahan personel, penerangan harus memadai, dan wajib dilengkapi CCTV. Ini menjadi bahan evaluasi, bukan hanya bagi PJT II, tetapi juga bagi pemerintah daerah,” ucapnya.
Binzein turut mengungkapkan bahwa almarhum merupakan Komandan Regu Linmas di desanya. Ia buru-buru meluruskan agar publik tidak salah kaprah.
“Almarhum memang Danru Linmas di desanya. Tapi tidak ada kaitannya dengan persoalan dana Linmas atau hal lain. Itu hanya kebetulan saja,” tambahnya.
Proses hukum kini sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian. Bupati memilih menunggu hasil autopsi sebelum bicara lebih jauh soal motif dan pelaku.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: