GMPK Dukung Penunjukan Sudaryono Jadi Kepala BGN, Sebut Momentum Perbaikan Tata Kelola MBG

- Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) mendukung penuh penunjukan Sudaryono (Mas Dar) oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S. Deyang yang mundur karena alasan kesehatan.
- Sudaryono dinilai sangat relevan memimpin BGN karena memiliki rekam jejak kuat di sektor pangan dan pertanian, mulai dari latar belakang pendidikan di IPB hingga kepemimpinannya di Tani Merdeka Indonesia, HKTI, APPSI, dan PAPERA.
- Penunjukan ini diharapkan dapat memperkuat integrasi hulu-ke-hilir Program Makan Bergizi Gratis (MBG), membenahi tata kelola logistik, serta melibatkan jaringan GMPK sebagai mitra pemantau independen di lapangan.
, JAKARTA — Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) menyambut positif keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk mantan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S. Deyang. Sebelumnya, Nanik memundurkan diri akibat kendala kesehatan.
Penunjukan Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, tak lepas dari rekam jejaknya yang panjang di berbagai organisasi kemasyarakatan, khususnya yang bersinggungan dengan sektor pangan dan pertanian. Penunjukan ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat tata kelola serta integrasi hulu-ke-hilir Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Umum GMPK, Alayk Mubarok, menegaskan bahwa perubahan kepemimpinan di BGN adalah langkah terukur yang berpotensi mengakselerasi realisasi program prioritas pemerintah secara lebih efektif, transparan, dan terstruktur.
“Kami dari Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan mendukung penuh kepercayaan Presiden Prabowo Subianto kepada Bapak Sudaryono. Penunjukan ini sangat relevan dengan kebutuhan BGN saat ini, mengingat rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, serta rekam pengalaman beliau yang sangat luas di sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Alayk dalam keterangan pers resminya di Jakarta.
Rekam Jejak di Sektor Pangan
Alayk menjelaskan, Sudaryono merupakan figur dengan latar belakang akademis dan profesional yang lengkap. Berasal dari keluarga petani di Grobogan, Jawa Tengah, Sudaryono menyelesaikan pendidikan di SMA Taruna Nusantara, National Defense Academy (NDA) Jepang, serta meraih gelar Doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Selain pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono memegang sejumlah posisi strategis di organisasi kemasyarakatan dan kelembagaan pangan. Ia tercatat menjabat sebagai Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI), Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), serta Ketua Dewan Pembina Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA). Di lingkungan GMPK sendiri, Sudaryono bertindak sebagai Ketua Dewan Pembina.
Menurut Alayk, kombinasi pengalaman kepemimpinan tersebut menjadi modal sosial dan teknis yang penting dalam mengelola BGN. Sebab, kesuksesan program MBG tidak hanya ditentukan oleh manajemen pembagian makanan, tetapi juga oleh keterjaminan pasokan bahan pangan primer.
“Sebagai Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia dan HKTI, beliau memahami secara presisi pergumulan para petani di tingkat tapak. Sementara keterlibatan beliau di APPSI dan PAPERA memberi pemahaman kuat mengenai jaringan rantai pasok dan dinamika pasar rakyat. Pengalaman ini sangat penting agar MBG dapat menyerap bahan pangan langsung dari petani lokal, kelompok tani, serta pasar tradisional,” tutur Alayk.
Perbaikan Tata Kelola
Sebagai organisasi kepemudaan yang konsisten mencermati pelaksanaan program pemerintah, GMPK berharap penunjukan ini mampu membenahi kendala operasional yang dihadapi BGN sejak awal dibentuk. Keterlibatan Sudaryono sejak fase pemikiran dan perumusan awal konsep MBG dipandang akan memudahkan akselerasi koordinasi lintas kementerian.
Alayk menambahkan, perbaikan tata kelola, keterbukaan administrasi, dan ketepatan sasaran distribusi gizi harus menjadi prioritas utama kepemimpinan baru di BGN.
“Sejak awal, GMPK memberikan perhatian khusus terhadap tata kelola MBG. Jangan sampai program bernilai strategis ini terkendala oleh masalah teknis logistik atau inefisiensi administrasi. Kami meyakini, dengan kapasitas manajerial Bapak Sudaryono, BGN mampu mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan bebas dari potensi penyelewengan,” katanya.
Lebih lanjut, Alayk menegaskan bahwa GMPK siap mengambil peran sebagai mitra strategis sekaligus pengawas independen di lapangan. Jaringan mahasiswa dan pelajar yang tersebar di berbagai daerah diharapkan dapat membantu melakukan pemantauan agar pendistribusian makanan bergizi dapat diterima dengan baik oleh anak-anak sekolah dan kelompok sasaran lainnya.
“Dukungan yang kami sampaikan adalah bentuk komitmen moral untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo ini benar-benar berdampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup generasi muda Indonesia. GMPK akan terus mengawal agar MBG berjalan tepat sasaran, memenuhi standar gizi, serta mendorong perekonomian masyarakat di sekitar satuan pelayanan,” ujar Alayk menutup keterangannya.
Ikuti Update Kami
Dapatkan berita dan artikel pilihan langsung di: