TODAY'S RECAP
Dorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu DepanDorong Transformasi Pendidikan, 150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Wilayah 3TKomdigi Kembali Panggil Meta dan Google, Kepatuhan PP Tunas DisorotKabar Baik untuk Dapur: Cabai dan Daging Kompak Turun, tapi Bawang Belum IkutWorkshop PPG UNS: 495 Calon Guru Diperkuat Etika Akademik dan Anti KekerasanKerja Lembur Sampai Akhir Pekan, RUU P2SK Ditargetkan Tuntas Minggu Depan

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

4 April 2026

Cari berita

Stok Beras Aman untuk Nataru dan Lebaran, Bulog Jatim Gencarkan Penyaluran SPHP

Poin Penting (3)
  • Bulog Jatim menyiapkan stok beras 870.000 ton yang aman untuk kebutuhan 15 bulan ke depan termasuk Nataru dan Lebaran.
  • Percepatan penyaluran beras SPHP dilakukan melalui berbagai kanal untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah spekulasi.
  • Masyarakat diimbau tidak panic buying karena stok dan distribusi dijamin lancar tanpa hambatan.

Resolusi.co, SURABAYA – Perum Bulog Wilayah Jawa Timur memastikan ketersediaan beras dalam kondisi sangat aman untuk menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Bahkan stok yang ada diprediksi mampu mencukupi kebutuhan hingga 15 bulan ke depan, termasuk momen Lebaran.

Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Jatim, Sugeng Hardono, menegaskan bahwa stok beras yang tersimpan di gudang saat ini mencapai 870.000 ton. Angka tersebut dinilai sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat yang diprediksi meningkat pada akhir tahun.

“Ketersediaan beras di gudang saat ini mencapai 870.000 ton. Jumlah ini dinilai sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat yang diprediksi meningkat pada akhir tahun,” ujar Sugeng.

Guna menjaga stabilitas harga, Bulog Jatim fokus pada percepatan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Distribusi dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari pasar tradisional, ritel modern, hingga distributor resmi.

Sugeng menekankan bahwa percepatan penyaluran SPHP menjadi strategi utama untuk mengendalikan harga beras menjelang Nataru. Selain itu, penyelesaian program Bantuan Pangan (Banpang) juga terus didorong agar berjalan lebih cepat.

“Percepatan SPHP adalah strategi utama untuk mengendalikan harga beras menjelang Nataru,” tegas Sugeng.

Bulog Jatim telah memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Satgas Pangan untuk mencegah praktik spekulasi harga dan penimbunan. Langkah ini dilakukan guna memastikan distribusi beras SPHP berjalan merata ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Antisipasi juga dilakukan terhadap potensi cuaca ekstrem dan gangguan logistik yang mungkin terjadi pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026. Untuk itu, Bulog Jatim telah menyiapkan penguatan cadangan sebagai langkah mitigasi.

“Bulog Jatim juga telah menyiapkan penguatan cadangan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dan gangguan logistik pada periode Desember 2025 – Januari 2026,” tambahnya.

Sugeng mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Bulog menjamin bahwa stok dan mekanisme distribusi yang ada mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa hambatan berarti.

Jawa Timur tercatat sebagai salah satu kontributor terbesar stok beras nasional. Data Bulog menunjukkan bahwa serapan beras di Jawa Timur mencapai lebih dari 500 ribu ton, menyumbang 22 persen dari total pengadaan gabah dan beras nasional yang mencapai 2,3 juta ton.

Dengan stok yang melimpah, Jawa Timur tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam provinsi, tetapi juga siap menyokong kebutuhan provinsi lain sebagai wujud pemerataan stok nasional.

Langkah Bulog Jatim ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya menjelang periode puncak konsumsi seperti Nataru dan Lebaran. Masyarakat diharapkan dapat tetap tenang dan tidak perlu khawatir terkait ketersediaan bahan pangan pokok.