TODAY'S RECAP

Rubrikasi

Informasi

Ikuti Kami

17 April 2026
TODAY'S RECAP

Cari berita

Perintahkan Tambahan Tenaga Medis, Presiden Prabowo Minta Dokter Magang dan Koas Turun ke Lokasi Bencana Sumatera

Poin Penting (3)
  • Presiden Prabowo meminta Menkes untuk mengerahkan dokter internship dan mempertimbangkan dokter koas guna memperkuat layanan medis di Aceh, Sumbar, dan Sumut yang terdampak bencana.
  • Menkes Budi melaporkan kekurangan dokter, karena sebagian tenaga medis menjadi korban. Ia meminta bantuan Menhan untuk mobilisasi 300 dokter TNI-Polri selama tiga bulan.
  • Prabowo menegaskan pendataan segera terhadap jumlah dokter magang yang siap diterjunkan, termasuk yang berada di perguruan tinggi, untuk mempercepat pelayanan kesehatan di lapangan.

Resolusi.co, Aceh –Situasi darurat pascabencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mendorong Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah cepat. Dalam rapat terbatas di Posko Terpadu Penanganan Bencana Aceh, Lanud Sultan Iskandar Muda, Minggu (7/12/2025) malam, Prabowo meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengerahkan dokter internship dan bahkan dokter koas untuk memperkuat layanan medis di titik-titik terdampak.

Menkes Budi sebelumnya melaporkan bahwa Aceh mengalami kekurangan tenaga dokter karena sebagian tenaga medis ikut menjadi korban bencana. Kondisi ini membuat layanan kesehatan di sejumlah wilayah terhambat.

“Kita kekurangan dokter karena dokter di sana jadi korban juga,” ujar Budi di hadapan Presiden.

Untuk menutup kekurangan tersebut, Budi meminta dukungan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berupa mobilisasi sekitar 300 dokter dari TNI dan Polri selama tiga bulan. Menurut Budi, institusi pertahanan lebih mudah melakukan pengerahan cepat di lapangan.

Prabowo kemudian menanyakan kemungkinan diturunkannya dokter koas ke lokasi bencana. Ia menegaskan bahwa percepatan penanganan korban membutuhkan tambahan tenaga medis dari berbagai level pendidikan kedokteran.

“Sekarang saya tanya, kalau koas boleh nggak diterjunkan? Sudah boleh?” tanya Prabowo.

Budi menjelaskan bahwa tenaga yang sudah diperbolehkan turun langsung adalah dokter internship, namun dengan catatan harus ada dokter pendamping yang berkompeten. Ia juga mengulang permohonannya agar 300 dokter dapat dideploy ke puskesmas-puskesmas dalam masa tanggap darurat.

“(Dokter) yang internship, Pak. Tapi harus ada dokter pendamping,” jelas Budi.

Prabowo menegaskan agar seluruh potensi dokter magang didata, baik yang berada di fasilitas kesehatan maupun di perguruan tinggi. Ia menganggap tenaga internship sudah memiliki kemampuan praktik yang memadai untuk membantu pelayanan dasar di lapangan.

“Dicek ya, berapa internship kita yang bisa. Yang 74 itu bisa kan? Saya kira koas dari perguruan tinggi juga bisa dikerahkan,” tegas Prabowo.

Instruksi tersebut menandai langkah percepatan pemerintah dalam memperkuat respons medis di wilayah bencana, memastikan para korban mendapatkan layanan kesehatan yang memadai di tengah keterbatasan tenaga.